Mahasiswa sering dihadapan dengan dua pilihan, antara kuliah atau organisasi. Padahal kedua hal tersebut saling berkesinambungan, bahkan sangat mustahil untuk dipisahkan. Tempat yang pas untuk menyalurkan bakat dan minat, tentunya harus sesuai dengan keahlian ataupun soft kill. Bahkan dunia kampus mempunyai banyak organisasi, baik organisasi internal maupun eksternal. Mulai dari organisasi lembaga intra, lembaga pers, unit kegiatan mahasiswa, dan seterusnya. 

Pada dasarnya, sebagian mahasiswa hanya berkecimpung di satu organisasi saja. Untuk mengikuti satu organisasi pun, perlu banyak pertimbangan dalam mengatur waktu. Bukan hal mudah membuat manajemen waktu, apalagi bagi mahasiswa baru yang mengikuti organisasi. Tapi manajemen waktu yang baik akan berdampak positif pada waktu berorganisasi, kuliah, dan belajar. Walaupun terkadang organisasi juga menyita banyak waktu, khususnya saat menyelenggarakan acara.

Dari sekian ribu mahasiswa yang kuliah, ternyata di sebagian kampus masih ada mahasiswa yang sama sekali tidak mengikuti organisasi. Mungkin bagi mereka organisasi hanya buang-buang tenaga dan waktu, atau bahkan organisasi itu tidak penting. Dibandingkan mengikuti organisasi yang gak jelas, mereka lebih memilih menghabiskan waktunya untuk mengikuti seminar dan diskusi.

Lantas, dari pernyataan di atas lebih penting mana? Apakah organisasi atau fokus kuliah? Atau jangan-jangan lebih penting kuliah sembari berorganisasi? Penasaran kan? Sebelum menentukan antara kuliah dan organisasi, alangkah lebih baiknya mari kita bahas satu persatu manfaat kuliah dan organisasi.

Manfaat Perkuliahan

Sebelum membahas terlalu jauh tentang manfaat kuliah. Apakah kalian masih ingat? Mengapa kita diperbolehkan meneruskan pendidikan sampai ke jenjang perkuliahan? Coba renungkan sejenak. Barangkali masih ada secuil ingatan yang akan terulang kembali, lalu kalian tersadar sedikit demi sedikit.

Manfaat kuliah, tidak bisa jauh dari yang namanya tanggungjawab seorang anak terhadap kedua orang tua. Maka dari itu tujuan awal kita kuliah yaitu untuk menimba ilmu dengan cara semestinya. Jikalau kita mampu fokus dalam dunia akademik, dampaknya akan sangat terasa dalam segi konsentrasi dan semangat belajar.

Selain itu, kalian juga mampu mendapatkan IPK sangat baik atau cum laude. Dan kalangan mahasiswa yang berprestasi di bidang akademik, tentunya memiliki peluang yang luas untuk memperoleh beasiswa, baik beasiswa kampus maupun sponsor dari luar.

Manfaat Berorganisasi

Sebenarnya organisasi itu banyak memiliki manfaat. Apalagi manfaat dari organisasi tidak akan ada di bangku perkuliahan. Seperti halnya:

Pertama, berpikir lebih dewasa. Di dalam organisasi diajarkan teknik bersosialisasi antar kelompok atau masyarakat luas. Karena biasa sering mengikuti sosialisasi, bertemu dengan banyak orang. Jadi ada perbedaan yang signifikan dalam pola pikir. Mahasiswa yang berorganisasi biasa cenderung lebih matang dan kritis dibandingkan mahasiswa kupu-kupu. Tak Cuma itu, kita akan diajarkan cara menghargai pendapat orang lain yang berbeda dengan pola pikir kita.

Kedua, mengasah keahlian atau soft skill. Organisasi merupakan suatu wadah yang berfungsi untuk mengasah kemampuan mahasiswa, khususnya soft skill. Dalam bangku kuliah biasanya jarang sekali diajarkan tentang leadership, personal branding, tanggungjawab, public speaking, dan lainnya. Tapi di organisasi, kalian mampu mendapatkan itu semua.

Ketiga, menjalin relasi. Mengikuti organisasi, entah itu di tingkat fakultas atau universitas akan lebih mengenal banyak orang. Maka dari itu, akses kita ke ranah dalam atau luar kampus semakin luas, teman semakin banyak, dan tentunya banyak kenalan dimana-dimana.

Lalu, Bagaimana jika Kuliah sembari Berorganisasi?

Bagi beberapa mahasiswa, memilih keduanya. Karena menurut mereka, selama masih bisa kuliah. Maka manfaatkan untuk kegiatan akademik dan non akademik (organisasi). Walaupun sering terkendala dalam manajemen waktu antara kuliah dan organisasi, alhasil salah satunya harus ditinggalkan.

Entah yang dikorbankan kuliahnya atau organisasinya. Jika memprioritaskan kuliah, maka organisasi akan tertinggal dan berujung bubar. Sedangkan jika memprioritaskan organisasi, maka perkuliahan akan menurun nilai akademiknya dan prestasi menurun drastis. Sebenarnya kuliah sembari berorganisasi itu bisa, asalkan mampu membagi waktu. Kuncinya hanya di manajemen waktu, maka semua akan lancar dengan sesuai harapan.

Sebetulnya, dari Kuliah dan Organisasi, Manakah yang Lebih Prioritas?

Kuliah dan organisasi itu sama-sama pentingnya. Bangku perkuliahan telah mengajarkan disiplin ilmu yang kelak akan berguna di masa depan. Selain itu, keahlian (soft kill) yang didapat dari berorganisasi akan lebih berguna bagi mahasiswa, jikalau mahasiswa ditepatkan untuk mengabdi kepada masyarakat.

Oleh karena itu, disamping nilai akademik yang tinggi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi mahasiswa pemburu beasiswa. Syarat yang dimaksud, yakni keaktifan selama di kampus dalam mengikuti organisasi dan ikut serta dalam melakukan pengabdian pada masyarakat. Hal ini menjadi salah satu yang ditentukan oleh pihak beasiswa, karena mereka tidak mau memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang tidak memiliki keahlian, tidak berkompeten, atau bahkan tidak aktif berorganisasi.

Gimana kawan mahasiswa? Apakah kalian sudah menemukan jawaban, antara kuliah dan organisasi? Tentunya sudah, dong.