Ditinjau dari keberadaan dan penggunaannya, maka kertas adalah benda yang tidak asing bagi kita, bahkan di sebagian orang kertas memiliki andil yang cukup signifikan atas keberadaannya. Ini terjadi karena di beberapa pekerjaan, kertas merupakan bahan dasar untuk menunjang produktivitas dari pekerjaan yang dilakukan. 

Intensitas yang cukup tinggi dalam penggunaan kertas dapat dilihat dari beberapa bidang, dimulai dari penerbitan, akademisi, administrasi, dan bidang lainnya. Di samping itu sesungguhnya penggunaan kertas begitu variatif dari yang sifatnya substantif sampai ke hal yang paling sederhana sekalipun.  

Penerbitan merupakan salah satu bidang yang memosisikan kertas sebagai bahan utama dalam kegiatan produksinya. Produk yang dihasilkan seperti buku, majalah, koran, dan buletin, memiliki peran penting dalam masyarakat, khususnya sebagai media penyebaran informasi dan sekaligus menjadi sumber pengetahuan dari berbagai macam ilmu pengetahuan. 

Begitu pun dengan dunia akademisi, baik ditingkat sekolah maupun perguruan tinggi, semua elemen yang terdapat di dalamnya pasti menggunakan kertas sebagai bagian dari aktivitas mereka. 

Berbagai kondisi tersebut menggambarkan bahwa saat ini, kita seolah tidak akan bisa lepas dari dari keberadaan kertas. Besarnya peran kertas tersebut, maka tidak heran kertas memiliki industri yang cukup besar terlebih untuk produk kertas dan bubur kertas atau pulp.

Sejarah

Sejak pertama kali ditemukan oleh bangsa Cina melalui tokoh Cai Lun pada jaman kekaisaran Dinasti Han di tahun 105 M, kertas memiliki progresifitas peran yang teramat penting, bahkan dalam proses pembangunan peradaban sampai saat ini. Peran kertas sebagai media komunikasi, informasi, edukasi, publikasi, dokumentasi dan masih banyak lagi. 

Tak pelak ini mengantarkan kertas sebagai salah satu benda yang teramat penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan di seluruh dunia sejak saat itu bahkan sampai saat ini. Sehingga dapat dikatakan penemuan kertas merupakan percepatan arus perkembangan peradaban dunia yang tentu disebabkan oleh mudahnya penyebaran serta pemerataan ilmu pengetahuan dari satu tempat ke tempat yang lainnya. 

Kondisi ini tentu menyebabkan adanya transfer informasi dan budaya sekaligus mengakibatkan terjadinya kompetisi pengetahuan, kreativitas dan inovasi masyarakat di seluruh dunia, sehingga berhasil mengantarkan masyarakat kearah tatanan peradaban yang lebih akseleratif. 

Bahkan atas penemuan kertas Cai Lun masuk sebagai tokoh berpengaruh dunia dalam buku yang berjudul "The 100 a Ranking of The Most Influential Persons in History" dengan penulis Michael H. Hart yang diterbitkan pada tahun 1978. Di buku tersebut nama Cai Lun disejajarkan dengan nama tokoh besar lainnya seperti; Nabi Muhammad SAW, Isaac Newton, Nabi Isa As, Budha, Kong Hu Cu,  dan St. Paul serta nama-nama lainnya.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Perkembangan ilmu pengetahuan tidak lepas dari persaingan yang sengit antara bangsa Arab, Eropa dan tentunya Cina. Ketiganya seolah begitu dominan dalam perkembangan ilmu pengetahuan saat itu. Bahkan pemikiran serta penemuan dari ketiga bangsa tersebut seolah menjadi dasar pemikiran atas berkembangnya ilmu pengetahuan pada saat ini. 

Namun pengaruh kertas dalam persaingan ini cukup signifikan, ini dapat dilihat dari perbedaan kondisi sebelum ditemukannya kertas. Terlebih peran kertas sebagai media penyebaran informasi sementara ilmu pengetahuan akan semakin besar dengan meluaskan informasi tentang ilmu pengetahuan tersebut. 

Begitu pun yang terjadi dalam perkembangan ilmu pengetahuan di tiga bangsa tersebut. Awalnya perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa relatif lebih maju jika dibandingkan dengan Cina dan Arab. Akan tetapi kondisi ini kemudian berbalik dengan munculnya penemuan kertas dan memberikan dampak yang begitu signifikan atas perkembangan ilmu pengetahuan di Cina sekaligus pengaruhnya terhadap dunia. 

Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya para ahli-ahli dari Cina yang diundang maupun menjadi guru dan mengabdikan diri ke beberapa negara, kesultanan bahkan kerajaan yang tersebar di seluruh dunia. 

Kondisi ini disadari betul oleh bangsa lain sehingga bangsa lain tertarik untuk mempelajari cara pembuatan kertas dan akhirnya kertas menjadi primadona dan berkembang sekaligus menjadi wadah dominan dari penyebaran ilmu pengetahuan. 

Ini tidak berlebihan karena hakekatnya perkembangan dan juga besar kecilnya dampak dari ilmu pengetahuan salah satunya tergantung dari publikasi yang pada saat itu wadahnya masih sangat sulit karena belum adanya teknologi yang begitu berkembang seperti saat ini, maka kehadiran kertas seolah menjadi upaya akselerasi perkembangan ilmu pengetahuan di dunia.

Industrialisasi Kertas

Peran yang besar tentu akan diikuti dengan permintaan yang tinggi. Inipun terjadi pada kertas. Tingginya permintaan pada pasar kertas menyebabkan banyaknya negara di dunia berlomba-lomba untuk membangun industri kertas di negara mereka dan salah satunya adalah Indonesia. 

Menurut Kementerian Perindustrian Republik Indonesia tercatat sampai tahun 2017 terdapat 84 perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan kertas dan pulp. Selain itu penyerapan pekerja pada bidang ini terbilang cukup tinggi karena pada tahun 2017 industri kertas dan pulpmampu menyerap sebanyak 260 ribu tenaga kerja langsung dan sekitar 1,1 juta tenaga kerja tidak langsung.

Di sisi lain menurut data yang di keluarkan oleh FAO (Food and Agriculture Organization) Indonesia merupakan produsen terbesar ke-6 di dunia dengan jumlah produksi kertas mencapai 16 juta ton dan pulp atau bubur kertas mencapai 11 juta ton. 

Selain itu juga nilai ekspor Indonesia atas kertas mencapai US$ 7.26 miliar atau kurang lebih Rp. 101,64 triliun (dengan estimasi harga dolar terhadap rupiah diangka Rp.14.000,-), angka tersebut tentu memberikan sedikit gambaran tentang besarnya industri kertas dan pulp di Indonesia. Lantas bagaimana dengan dunia?. Apabila dikoversi dari nilai ekspor Indonesia yang nilainya “hanya” mencapai 2,5% dari pasar dunia maka dapat di estimasikan bahwa nilai pasar kertas dan pulpdunia pada tahun 2017 mencapai angka US$ 290 miliar dolar.

Dampak Lingkungan

Besarnya keuntungan yang kita peroleh dari kertas atas perkembangan ilmu pengetahuan yang kemudian berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi dalam bentuk industri dengan memberikan pendapatan triliunan rupiah, baik dalam skala internasional, regional maupun nasional, ditambah lagi dengan kontribusi industri ini terhadap keterbukaan lapangan pekerjaan bagi 1,37 juta orang di Indonesia, tidak memberikan jaminan bahwa industri ini terlepas dari dampak negatif sebagai konsekuensi atas semua keuntungan tersebut. 

Berbagai dampak negatif atas perkembangan industri kertas seolah menjadi harga mahal yang harus dibayar oleh seluruh pihak. Timbulnya permasalahan seperti deforestifikasi, limbah pabrik, dan limbah dari penggunaan kertas seolah menjadi pekerjaan rumah yang paling berat dalam menatap industri kertas ini kedepannya.

Kegiatan industri kertas memang begitu tergantung dari pemanfaatan kayu sebagai bahan dasar utama pembuatan kertas. Hal inilah kemudian industri ini memiliki hubungan yang begitu erat terhadap keperluan lahan yang luas demi memproduksi kayu.

Sehingga tidak jarang lahan yang digunakan adalah lahan-lahan yang notabennya adalah hutan yang dirubah peruntukannya menjadi hutan industri khusus untuk penyokong bahan utama kertas itu sendiri yakni kayu yang tentu dihasilkan oleh pohon-pohon yang sengaja ditanam dan kemudian pada saatnya pohon tersebut segera ditebang demi memenuhi permintaan bahan dasar kertas itu sendiri. 

Bukan hanya terkait dengan hutan sebagai bentuk efek atas produksi kertas. Pada saat kertas menjadi sampah pun memberikan efek yang tidak baik kepada lingkungan, menurut lembaga Internasional Institute for Environment and Development (1971), pada saat kertas membusuk atau berubah menjadi kompos maka hal ini akan mampu menghasilkan gas metana yang nyatanya 25 kali lebih berbahaya dari CO2. 

Terlebih kondisi ini semakin diperparah dengan begitu konsumtifnya industri kertas dalam penggunaan energi sebagaimana yang dilaporkan oleh American Forest and Paper Association.

Kondisi inilah yang memberikan pekerjaan rumah yang cukup banyak, dimulai dari perizinan pembukaan lahan di atas hutan lindung, pembukaan lahan gambut dengan cara pembakaran lahan, tata cara tanam yang tidak ramah lingkungan, sampai dengan proses pengembalian fungsi lahan yang tidak dapat dieksekusi secara baik oleh perusahaan yang melakukan kegiatan bisnis tersebut. 

Ini kemudian menyebabkan begitu banyaknya aksi yang menentang sikap yang dipertontonkan oleh perusahaan tersebut, dan ini semakin parah dengan sikap yang ditunjukkan oleh pemerintah yang seolah acuh tidak acuh terhadap semua kondisi dan dampak yang dirasakan oleh masyarakat atas sikap dan tindakan perusahaan tersebut. 

Solusi

Besarnya peran kertas dalam kehidupan kita, ternyata harus dibayar mahal dengan kerusakan lingkungan yang diperoleh dari produktivitas industri kertas dalam menghasilkan lembar demi lembar kertas. Lantas apakah industri ini harus ditutup dan kita segera beralih mencari pengganti kertas?

Jelas ini terlalu naif, karena sesungguhnya apabila dilakukan kajian lebih dalam maka kita akan memperoleh kebijakan yang bijak dalam menanggapi kontradiktif dari peran dan dampak atas kertas. Solusi atas kontradiktifnya peran dan dampak lingkungan yang ditimbulkan atas kertas, harus mampu disikapi secara komprehensif oleh masyarakat, industri kertas, dan pemerintah itu sendiri.

Pihak pertama yang memiliki peran penting untuk menanggulangi permasalahan ini adalah masyarakat karena sesungguhnya perubahan dapat dimulai dari masyarakat itu sendiri yang notabennya kunci dari pergerakan industri kertas dan juga segala proses ekonomi yang terjadi di dunia. 

Kita mengetahu bahwa dunia merupakan satu kesatuan dari miliaran individu, maka kekuatan paling utama untuk mengubah sebuah kondisi menjadi jauh lebih baik dari perubahan dari masyarakat tersebut dengan sistem paling kecil yakni individu. Menyadari semua konsekuensi atas tindakan dan juga bertanggungjawab atas perubahan yang lebih baik sangat diperlukan. 

Terkait dengan konteks kertas maka diperlukan sebuah kemauan masyarakat untuk belajar atas dampak produksi kerta yang kurang baik sehingga mampu untuk menyeleksi dan menggunakan kertas hasil dari dari produksi yang ramah terhadap lingkungan. Langkah ini akan terdengar begitu sederhana akan tetapi apabila ini dilakukan oleh 260 juta masyarakat Indonesia dan hampir 8 miliar orang dunia, tentu akan membuat para produsen kertas berlomba-lomba membuktikan bahwa produksi kertas mereka memiliki standar ramah lingkungan.

Selanjutnya solusi dapat dilakukan oleh industri kertas tersebut. Sebagai pihak yang sangat mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh produksi kertas, jelas industri kertas harus melakukan upaya ekstra dalam rangka meminimalkan efek tersebut. 

Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan reboisasi secara baik terhadap lahan bekas penanaman kayu, menjalankan program Corporate Social Responsibilitysecara profesional dengan menjunjung tinggi nilai kebutuhan masyarakat atas dampak yang mereka rasakan, serta tentunya dengan melakukan investasi besar-besaran terkait dengan research and development(RnD) khususnya tentang model produksi kertas yang inovatif dan minim dampak negatif terhadap lingkungan.  

Selanjutnya solusi yang dapat diupayakan untuk menanggulangi dampak yang muncul atas produktivitas industri kertas adalah dari pihak pemerintah. Perlunya regulasi yang mengatur batas minimum dan maksimum pencemaran dengan segala konsekuensinya, dan tentu diikuti juga oleh adanya peraturan yang tegas dengan menggunakan sistem reward dan punishmentterhadap siapapun pihak yang terlibat dalam industri ini khususnya tentang upaya menanggulangi dampak terhadap lingkungan tersebut. 

Seperti dengan memberikan insentif pajak bagi perusahaan yang mampu menerapkan teknologi yang ramah lingkungan dalam produktivitasnya, selain itu juga memberikan hukuman atau tindakan yang tegas terhadap perilaku para peralu industri kertas yang bertentangan dengan regulasi atau peraturan.

Industri kertas memberikan banyak manfaat, baik itu yang terlibat dalam industri ini maupun mayarakat umum. ditambah dengan banyaknya ketergantungan produktivitas industri lainnya terhadap keberadaan kertas, tentu memberikan gambaran konkret bahwa jalan terbaik untuk menanggulangi dampak lingkungan atas industri kertas bukanlah menutup industri ini, melainkan menemukan solusi yang bijak dan mampu memberikan keuntungan bagi seluruh pihak dan tentunya dengan tidak memojokkan pihak lain. 

Karena seyogyanya penyelesaian masalah ini harus didasari oleh pikiran dan tindakan yang bijak dari masyarakat dan perusahaan yang kemudian mampu diimplementasikan kedalam kebijakan yang disusun dan disahkan oleh pemerintah. Hal ini penting karena hakekatnya solusi adalah pilihan terbijak yang diambil dari serangkaian pilihan yang ada.