Sering kali orang mengira kafein adalah hal yang paling identik dengan kopi. Atau, kafein adalah senyawa yang terkandung di dalam kopi. Sebenarnya, pernyataan itu tidaklah salah, tetapi tidak sepenuhnya benar.

Definisi kafein yang tidak semua orang mengetahuinya adalah sebuah senyawa alkaloid xatinayang memiliki rasa pahit, di mana zat tersebut bekerja sebagai obat psikoaktif dan diuretik ringan. Selain terdapat pada kopi, zat yang mampu mengobati rasa kantuk ini dapat ditemui di beberapa jenis minuman lain, seperti teh, cokelat, minuman bersoda, dan minuman berenergi.

Mengonsumsi kafein bagi beberapa orang sudah menjadi sebuah kewajiban. Pasalnya, kafein mampu mereda rasa kantuk dan menambah jumlah energi pada tubuh. Bagi sebagian orang, minuman berkafein seperti kopi sangat dianjurkan dikonsumsi setiap hari demi menjamin kelancaran aktivitas.

Apalagi dengan berkembangnya teknologi, tuntutan pekerjaan yang semakin berat mengharuskan para pekerja mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak. Namun, bahayanya bagi tubuh tidak bisa dikesampingkan dengan beragam alasan.

Kafein memang berfungsi sebagai obat peredam rasa kantuk. Namun, konsumsi kafein yang berlebihan justru berdampak bagi kesehatan tubuh, loh! Kafein yang dikonsumsi dalam jumlah banyak menyebabkan kualitas tidur menjadi semakin tidak efektif dan dapat menyebabkan insomnia tingkat lanjut.

Selain itu, dalam dosis tertentu, kelebihan kafein dapat membuat penderitanya mengalami sakit kepala, kelelahan, meningkatkan tekanan darah tinggi secara tajam hanya dalam jangka waktu yang singkat, dan membuat detak jantung menjadi tidak beraturan sehingga kinerjanya menjadi lebih berat. Bagi penderita aritmia tidak dianjurkan untuk mengonsumsi kafein terlalu banyak, ya!

Namun di sisi lain, kafein juga mengandung banyak sekali khasiat untuk tubuh. Selain dapat menahan rasa kantuk, ternyata zat yang luar biasa nikmat ini dapat menurunkan berat badan kita, loh! Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kafein tanpa glukosa dapat membakar kalori dan lemak tubuh. Cocok nih bagi pejuang diet alami!

Kafein juga dapat meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan kita. Tak heran jika minuman berkafein seperti kopi banyak dikonsumsi oleh para pekerja yang membutuhkan kewaspadaan tinggi dalam jangka waktu yang lama, seperti pekerja kantoran, buruh, bahkan para pelajar sekalipun.

Sebuah studi menunjukkan bahwa pelajar yang mengonsumsi kafein memiliki ketelitian tinggi dalam mengerjakan ujian. Artinya, kafein juga mampu meningkatkan daya ingat kita serta kemampuan kognitif, yakni kemampuan manusia yang berbasis pada otak untuk melakukan segala sesuatu.

Manfaat kafein yang terakhir adalah dapat menambah performa olahraga dan mengatasi keluhan rambut rontok, terutama pada perempuan. Bahkan, kafein sudah banyak dijadikan sebagai bahan dasar kosmetik seperti lotion dan masker wajah untuk mendetoks minyak berlebih.

Terlepas dari banyaknya fungsi kafein dalam berbagai bidang, tentu saja jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dapat menimbulkan efek samping bagi tubuh. Meski setiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap kafein, tentu saja dosis yang dikonsumsi harus tepat. Lantas, bagaimana cara agar kita dapat tetap menikmati semua manfaat kafein tanpa mendapat efek negatifnya?

Konsumsi kafein yang aman adalah 200-400mg per hari, setara dengan 2-4 cangkir kopi atau 4-8 cangkir teh. Sedangkan untuk anak-anak direkomendasikan mengonsumsi kafein tidak lebih dari 50mg per harinya.

Namun, bagi beberapa kalangan seperti penderita penyakit jantung, dosisnya harus lebih rendah dari dosis normal. Sementara itu, ibu hamil dan menyusui juga dianjurkan mengonsumsi kafein tidak lebih dari 300mg per harinya.

Selain menyesuaikan dosis dengan kebutuhan dan usia, cara ampuh mengatasi kelebihan kafein adalah dengan mengimbanginya dengan asupan air mineral yang banyak. Hal ini membantu mengurangi jumlah energi serta glukosa yang masuk ke dalam tubuh.

Memang, mengonsumsi kafein secara rutin dapat membuat tubuh menjadi bugar, namun di sisi lain ia menyebabkan kelelahan berarti. Oleh karena itu, berolahraga menjadi suatu hal yang wajib dilakukan, minimal 30menit sehari untuk mengimbangi jumlah energi yang masuk dan keluar dalam tubuh kita.

Memperbaiki kualitas tidur juga menjadi kunci yang baik untuk tetap dapat menikmati kafein. Jangan jadikan kafein sebagai perusak kualitas tidur kita. Tetap jaga durasi tidur minimal 5jam sehari agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari segala jenis penyakit.

Tak lupa, rajinlah mengecek tekanan darah di klinik, apotek, atau rumah sakit terdekat. Hal ini banyak dilakukan oleh pengkonsumsi kafein usia renta, dengan tujuan agar tekanan darah tidak melambung tinggi hingga menyebabkan hipertensi.

Ternyata, banyak sekali ya, cara yang dapat kita lakukan agar kafein dapat kita konsumsi secara rutin tanpa menimbulkan efek tertentu. Bagi kalian penikmat secangkir kafein, yuk sama-sama kenali terlebih dahulu dampak negatifnya bila dikonsumsi dengan cara yang tidak tepat.

Karena sebenarnya, “Harta sejati adalah kesehatan, bukan emas bahkan berlian.” –Mahatma Gandhi.