Student
1 tahun lalu · 84 view · 1 menit baca · Puisi 85829_88559.jpg
Striker.id

Dialog Paman dan Ponakan Lugu Bangsa

Paman :

Apa polemik di Zamrud Khatulistiwa ini hanya sesederhana permainan kartu bagi mu wahai anak muda?

Apa pernah, kamu berpikir bahwa sepelangi antariksa pun aksi dengan kartu itu tidak akan mengubah segalanya?

Wahai jiwa-jiwa segar yang menyandang predikat kaum intelektualitas! Urusan negara ini tidak seringan kamu melayangkan kartu dengan lengan kanan yang kerap merasa tidak berdosa itu!

Hentikanlah wahai Ponakan lugu bangsaku.. Kalian hanyalah para pengraba nestapa yang kerap terbakar dibalik almamater tak bernyawa..


Ponakan :

Tidak paman!

Atas nama Mahasiswa, jiwa yang segar ini aku abadikan untuk rakyat Indonesia..

Atas nama Mahasiswa, jiwa yang terbakar ini aku abadikan untuk sangsaka negara..

Dan atas nama Mahasiswa, cukup ajarkan saja kepada jiwa yang lugu ini, bagaimana cara mengurus negri, tanpa harus AKU melayangkan KARTU..


[Soundtrack]

Ku pertahankan kau, demi kehormatan bangsa..

Ku pertahankan kau, demi tumpah darah, semua pahlawan-pahlawanku..

(Merah Putih By:  Utopia)