81794_93184.jpg
Saintek · 5 menit baca

Di Balik Canggihnya Teknologi, Ada Kertas yang Selalu Menemani

Bicara soal peradaban zaman yang semakin modern, manusia penghuni bumi ini memang kerap dimudahkan dalam segala urusannya. Ekonomis dan efisiens menjadi hal utama yang dikedepankan sekarang ini. Namun yang jadi pertanyaan besar adalah, apakah canggihnya teknologi di berbagai hal muncul begitu saja? Tentu saja tidak, sebelum zaman modern di elu-elukan ada zaman konvensional di baliknya.

Begitu juga dengan zaman yang serba digital ini, apakah semuanya langsung terjadi seperti ini? Pastinya tidak. Sebelum hadirnya segenggam ponsel yang menyimpan jutaan data dan ilmu, lebih dulu hadir lembaran kertas yang sangat berharga bagi setiap orang. Meski hanya lembaran tipis yang mudah tertiup angin dan melebur di tanah, namun sejatinya kertas tak akan hilang dimakan zaman.

Percaya atau tidak, sampai saat ini kertas masih selalu menemani dan perannya masih sangat penting. Meskipun sudah banyak pihak yang secara perlahan ingin menghilangkan kertas dari kehidupan ini dengan alasan demi kelestarian alam karena semakin banyaknya pohon yang ditebang untuk menghasilkan jutaan lembar kertas. Setuju?

Peran Kertas Sebelum  Zaman Modern

Sebelum ada tablet dan sejumlah ponsel pintar lainnya, segudang ilmu pengetahuan di simpan dalam kumpulan kertas yang dibentuk menjadi buku. Para ilmuwan yang menemukan kecanggihan di masa kini selalu melakukan penelitian dan menggali ilmu-ilmu yang ada di tumpukan kertas-kertas tersebut. Berhari-hari, bahkan bertahun-tahun mereka rela membaca kata per kata untuk mencari temuan-temuan baru. Contohnya, Antonio Meucci dalam menemukan telepon tidak menemukannya begitu saja, namun melalui proses dengan pengkajian, uji coba dan lain hal. Masih banyak ilmuwan lainnya yang menggunakan proses sama untuk mencapai perubahan-perubahan dengan berbagai temuannya.

Lahirnya orang-orang hebat masa kini berawal dari mereka yang pergi ke sekolah dengan membawa beban berat di punggung lantaran menggemblok tas yanag berisi buku-buku tebal. Halaman demi halaman mereka telaah setiap harinya untuk menjawab sederet pertanyaan yang diajukan oleh para pendidik. Segudang ilmu yang mereka serap dari lembaran kertas itu pun yang secara perlahan mereka kembangkan dan terapkan di kehidupan nyata.

Bukan hanya soal materi pelajaran yang ada di dalam tumpukan kertas itu sendiri, namun juga kertas yang digunakan dalam bentuk lain, uang contohnya. Memang ada istilah yang mengatakan bahwa janganlah hidup kita ini diperbudak oleh uang. Namun dalam kenyataannya, untuk mencapai sesuatu, uang sangat lah berbicara dan menjadi pemeran utamanya. Ingin makan, butuh uang untuk belanja ke pasar atau membeli makanan di para pedagang. Tak seperti sekarang yang buku bisa didapatkan secara gratis dengan unduh di internet, zaman dahulu untuk mendapatkan buku kita harus membelinya, dan lagi-lagi membutuhkan uang, yang pastinya terbuat dari kertas bukan?

Selain itu, ada lagi peran kertaas dalam bentuk uang untuk mencapai kehidupan serba canggih ini. Yakni ketika kita hendak sampai di tempat menuntut ilmu, uang selalu digunakan untuk melakukan transaksi seperti membayar angkutan umum atau membeli bensin jika kita membawa kendaraan pribadi.

Peran Kertas di Masa Kekinian

Bicara soal masa kini, ramai dengan istilah masyarakat tanpa kertas (paperless society). Melansir dari laman qureta.com, istilah tersebut pertama kali diproklamirkan oleh ilmuwan dari Inggris bernama Frederick Wilfrid Lancester di tahun 1978.  Maksud dari masyarakat tanpa kertas itu sendiri adalah sekolompok manusia yang tidak memerlukan kertas lagi dalam bidang apapun. Hal tersebut telah diramalkan sejak tahun 1978, jauh sebelum hadirnya internet.

Di masa kini ternyata ramalan itu benar terjadi, sudah mulai ada sekelompok orang yang menganggap kertas sudah tak berperan lagi dan menggantinya dengan berbagai alat teknologi yang canggih. Contohnya seperti uang elektronik (e-money), buku elektronik (e-book), surat elektronik (e-mail), dan lain sebagainya. Dengan alasan ingin menyelamatkan alam dan mengurangi penebangan pohon lantaran konsumsi kertas yang tinggi, muncul lah stigma barang-barang digital dapat menjadi solusinya untuk mengurangi pemakaian kertas. Pertanyaannya adalah apakah benar kertas sudah tidak menemani lagi di zaman yang canggih ini?

Bicara soal ilmu pengetahuan di zaman sekarang ini memang lebih mudah dan banyak ditemukan dalam dunia digital. Dengan kata kunci yang spesifik, internet secara mudah mengabulkan permintaan. Namun sampai saat ini juga instansi-instansi pendidikan masih menggunakan kertas sebagai media anak didik mereka membuat laporan seperti tugas akhir, skripsi, disertasi, dll.

Hidup di dunia ini tak melulu soal pendidikan dan ilmu pengetahuan. Begitu juga dengan kertas yang nyatanya tak Cuma berperan di bidang itu saja. Dalam kehidupan sehari-hari berbagai kalangan masih menjadikan kertas sebagai benda yang sangat penting. Contohnya diterapkan dalam kalangan masyarakat menengah ke bawah, sampai sekarang ini penggunaan bungkus cabai, bawang dan sayur lainnya masih menggunakan kertas. Begitu juga dengan para pedagang nasi uduk di pagi hari yang membungkus nasi untuk pembeli dengan kertas cokelat.

Seperti yang disebutkan di atas, masyarakat tanpa kertas berpendapat dengan mengurangi penggunaan kertas dapat menjadi salah satu penyelamat alam, karena berkurangnya penebangan pohon di hutan. Namun di sisi lain, sejumlah ilmuwan justru belakangan ini mengganti penggunaan plastik dengan kertas karena sifat kertas yang ramah lingkungan dan mudah melebur dalam tanah.

Bersinggungan dengan peradaban manusia sekarang ini ada kaitannya terhadap peran kertas yang tak akan hilang dimakan zaman. Baik itu zaman dahulu kala, zaman kekinian dan masa yang akan datang, kertas tetap aka nada nilainya. Bahkan, jika para manusia itu memang beradab, mereka akan semakin meihat peran kertas yang akan semakin penting di masa yang akan datang.

Bukan hanya untuk bidang pendidikan, namun juga bicara kehidupan sehari-hari. Contohnya, peran kertas menjadi kantong belanjaan sebagai pengganti plastik, bungkus kado, tisu, dan yang lainnya.

Kesimpulan

Di zaman yang serba modern ini banyak orang yang sudah mulai mengurangi penggunaan kertas dan perlahan menghilangkan keberadaannya. Mereka belum menyadari kalau kertas lah yang punya peran penting hingga adanya zaman canggih seperti sekarang ini. Mereka lupa, kalau para ilmuwan yang menemukan segala barang canggih pernah melalui proses menuntut ilmu, meneliti dan mengkaji. Sudah pasti jika mereka menggunakan kertas untuk mencari ilmu yang mendukung serta membuat laporang-laporan.

Selalu beralasan ingin menyelamatkan bumi karena semakin menjadinya penebangan pohon di hutan dan menyebabkan kurangnya resapan air bumi sehingga membuat lingkungan semakin rusak. Namun sepertinya dengan mengurangi penggunaan kertas bukan lah hal yang tepat untuk menyelamatkan bumi.

Masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan bumi. Jika khawatir hutan akan gundul karena pohonnya yang sering ditebang, maka bisa dilakukan cara melakukan penghijauan kembali. Penebangan dan penghijauan dilakukan secara seimbang, sepertinya menjadi cara yang baik.

Di akhir tulisan ini dapat disimpulkan bahwa keberadaan dan peran kertas akan selalu diakui di kehidupan ini. Semakin beradabnya seseorang, maka ia akan sekain menyadari bahwa di baliknya zaman yang serba digital dan modern ini akan ada kertas yang terus hadir dan menemani perkembangan zaman.