Mahasiswa
1 tahun lalu · 94 view · 1 menit baca · Puisi 45577_98620.jpg
Devian Art

Dentingan Jemu

Jam dinding berdentang lebih lamban

Terpaku memandangku semu dengan tatapan naifnya

Pikiranku menjerembabkan haluan angan tak terarah

Mengisi kenangan yang baru saja pupus


Sudahlah, aku bahkan tak tahu denyut frekuensiku berusik

Harapan itu telah usang diterpa getirnya egois

Sedihmu tertakdir dalam setiap jengkal ciptamu

Meratapinya sungguh menjemukan akalmu saja


Kalau aku mampu berkata

Sedihmu itu sungguh mudah usang

Biar birunya langit dan tebalnya awan terbitkan khayalmu

Aku bahkan ingin memutar balik jarumku, tapi kau tak perlu itu


Dentinganku hari ini mungkin dipandang bertuan

Yang menemani desiran panjangmu di kala menggigilnya malam

Aku harap aku tak pernah ada

Agar engkau tak cemas datangnya sedih di masa yang akan datang


Tak ayalkah kerinduan hampiri setiap insan

Terselimuti hati yang terbungkus halus oleh waktu

Ditemani kebahagiaan juga tawa kelakar

Obatnya akan tertelan pada insan yang tepat


Aku mungkin tidak mampu berjanji pati

Sebab hati idaman itu akan kau temui nanti

Aku hanya berdoa derap langkahmu berjalan elok dan rapi

Agar dentingku menatapmu riang kembali


Langkat, 28 September 2017