"Pertemuan yang ku impikan,,, kini jadi kenyataan...Pertemuan yang ku dambakan, ternyata bukan khayalan....
Sakit karena perpisahan, Kini telah terobati. Kebahagiaan yang hilang
Kini kembali lagi". Kata Roma Irama dalam dendangkan syairnya setiap pagi menemani sang mentari datang.

Antara pertemuan dengan perpisahan adalah dua hal yang saling melengkapi adanya, bila ada pertemuan pasti selanjutnya akan ada perpisahan dan setiap perpisahan pasti mengantar kepada pertemuan yang selanjutnya. Sebuah senyuman yang hilang terkadang dapat kembali dengan pertemuan.

Coba cari seorang pecinta di dunia ini, siapa yang tidak menantikan yang namanya pertemuan? "Pastilah pertemuan adalah sebuah anugerah tertinggi yang dinanti" ungkap mereka.

Bagi para perindu " sakitnya rindu hanya diobati dengan sebuah pertemuan dengan kekasih".  Rindu-lah yang menyiksa para pecinta, sedangkan perjumpaan-lah penawar terindah bagi mereka. Perjumpaan merupakan sebuah anugerah untuk mereka. Sebuah kata yang tertulis dari anchakata " pertemuan yang terjadi bukan untuk saling mengerti akan tetapi untuk saling melengkapi". 

Layaknya kata dari sang penyair Boy Chandra dalam syairnya, dia pernah berkata "Tuhan tidak akan menciptakan rindu jika Ia tidak akan pernah menghadirkan pertemuan". Sungguh semangat yang optimis terhadap sebuah pertemuan.

Seorang pecinta di kesunyian malam dia menangis, bersujud lalu dia berkata "kapan engkau cabut jiwa ini sehingga aku berjumpa dengan mu.
Aku telah lelah dengan penantian ini, lelah dengan rindu.
Kasih akan kah engkau sudi berjumpa dengan abdi yang hina ini". Kata-kata yang setiap saat menemani mereka.

Aku pernah berjalan jauh di tengah hujan deras sedangkan langit gelap tanpa taburan bintang-bintang apalagi rembulan demi sebuah pertemuan, aku berceloteh dalam hati " terkadang demi sebuah pertemuan perlu sebuah pengorbanan". Sebab pertemuan menyimpan banyak kemungkinan besar.

Hal ini pernah di ungkapkan oleh seorang penulis darbumi Nusantara dalam tulisannya "Sebuah pertemuan, walaupun hanya sementara, adalah awal dari berbagai kemungkinan". Celoteh Herjuno Thisneoji. 

Sebuah prasangka atau ke salah pahaman, dan pertengkaran tidak akan terjadi bila pertemuan selalu ada, sebab kecurigaan, ke salah pahaman dan pertengkaran banyak terjadi karena tidak adanya pertemuan. Apalagi dunia hari ini, kebencian seriing terjadi hanya dengan sebuah kabar dari media sosial, padahal mereka tidak pernah sekalipun berjumpa ataupun bertutur kata dengan yang dibencinya.

Peradaban hari ini, bukan saja membuat manusia lebih mudah berkomunikasi, mudah dapat informasi, bukan saja membuat jarak jauh menjadi sekian menit ditempuh, namun juga membuat manusia lebih mudah saling mencaci-maki, lebih cepat saling membenci walaupun tidak kenal siapa yang mereka caci maki. Sungguh peradaban yang mencengangkan, membuat takjub para bangsawan jin.

Dalam perjalanan kehidupan antara pertemuan dan perpisahan adalah dua hal yang menjadi irama yang didendangkan sang pencipta.  Perpisahan merupakan konsekuensi wajib dalam setiap pertemuan. Banyak orang yang tidak suka dengan perpisahan karena dia selalu menggoreskan luka. Walaupun ada kemungkinan perpisahan itu adalah awal dari pertemuan yang besar adanya.
kalau kata seorang penyanyi di negeri Indonesia " perpisahan bukanlah duka meski harus menyisakan luka" . Di lantunkan oleh Drive. 

Walaupun dunia ini, kata orang adalah hanya sebuah persinggahan akan tetapi dia diapit oleh dua hal yang pasti adanya; pertemuan dengan perpisahan. Dua hal inilah yang sering menciptakan kesedihan dan kebahagiaan, pertemuan membawa kebahagiaan dilain sisi perpisahan membawa kesedihan.

Pernah dalam suatu ketika aku tersenyum dengan sebuah perkataan seorang bijak "Pada akhirnya, setiap orang adalah perjalanan bagi manusia lainnya, dan setiap perjalanan terbuat dari dua hal, pertemuan dan perpisahan" dari ungkapan Sungging Raga. 

Seorang tua bercerita kepada ku ketika mudanya dia pernah berjalan jauh dari satu kabupaten ke kabupaten lain, dia berjalan berhari-hari  hujan panas dia lalui tidak lain tiada bukan di dalam hatinya untuk sebuah pertemuan. Demi sebuah pertemuan dia rela menempuh perjalanan jauh.

Pertemuan adalah sebuah takdir, kita tidak pernah tahu orang yang akan kita temui waktu ini, hari ini, besok pagi maupun  lusa. Ada kalanya orang yang paling ingin kita temui malah waktu tidak pernah mengizinkan, malah bertemu dengan orang yang tidak kita ketahui atau bertemu dengan orang yang tidak kita mau berjumpa dengannya.  


Ada juga pertemuan kita dengan seorang hanya sekali adanya, walaupun kita berharap ada pertemuan kedua, ketiga dan seterusnya, Namun apalah daya takdir menulisnya satu kali.


Di sisi lain mungkin kita hanya berharap bertemu dengan seorang cukup hanya sekali saja tidak mau ada pertemuan selanjutnya, namun ternyata ada banyak pertemuan dengan dia sehingga kita menjadi karib atau kerabat dekat. Begitulah takdir merangkai  pertemuan dan perpisahan.

Satu yang terpenting bila penulis renungkan dari nyanyian pertemuan dan perpisahan yaitu "jangan takut dengan perpisahan karena perpisahan akan mengantarkan kita kepada pertemuan dengan kekasih yang sejati. Kendatipun itu, adalah sebuah kematian adanya".