Tepat hari selasa, tanggal 6 September, aliansi buruh melakukan unjuk rasa di depan gedung DPR. 

Buntut dari rasa kekecewaan terhadap naiknya harga bbm yang menyebabkan beberapa harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

Sebelumnya, pemerintah menaikkan harga bbm dengan dalih "dipaksa oleh keadaan" yang mengharuskan melakukan itu. 

Sebab, selama ini, kata menteri keuangan, bu Sri Mulyani, subsidi bbm tidak tepat sasaran. 70% dinikmati oleh golongan kaya raya. 

Dari sini kita tau bahwa politik adu domba warisan Belanda itu masih ada heuheuheu. Sebaliknya, di tengah aksi yang melelahkan, panas, dan penuh sesak itu, yang dilakukan oleh aliansi buruh, di dalam gedung perwakilan rakyat, yang ber-ac, nyaman, dan bikin nyenyak tidur itu. 

Sedang berlangsung rapat Paripurna peringatan HUT RI yang ke 77, di tengah berlangsungnya sidang, ketua DPR RI sekaligus cucu Proklamator negara ini, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Puan Maharani.

Yang mendapatkan ucapan selamat ulang tahun yang ke 49 tahun dari para anggota DPR yang mengikuti rapat Paripurna itu.

Barangkali hanya di negara ini, negara yang katanya sumber daya alamnya melimpah, negara yang 350 tahun telah dijajah.

Tatkala ketika rakyatnya sedang protes di luar. Sebab, mereka kecewa akan naiknya bbm, yang berarti naiknya kebutuhan pokok.

Sedangkan di dalam, wakil rakyatnya malah sedang merayakan perayaan ulang tahun, bernyanyi dan tersenyum, dalam gedung perwakilan rakyat lagi, ketika berlangsung rapat paripurna lagi, pokoknya komplit dah. 

Kita harus bangga soal ini, prestasi wakil rakyat kita yang tidak mungkin dilakukan wakil rakyat di belahan dunia manapun.

Terus terang, saya jadi kepingin merayakan hari ulang tahun sama seperti yang bu Puan Maharani alami, gimana ya rasanya? 

Gimana gak berharap, saya membayangkan jadi ketua partai dan ketua DPR, terus diucapkan selamat ulang tahun oleh orang-orang hebat yang terpilih menjadi wakil rakyat.

 Saat sidang paripurna lagi, pas rakyat teriak-teriak gak jelas di luar sana. Barangkali, lagu "Ojo dibanding-bandingke" tidak berlaku bagi saya.

Sebab, merayakan hari ulang tahun di gedung senayan merupakan hal yang istimewa. Bagi rakyat biasa, berkunjung ke sana saja, jika tidak ada keperluan yang mendesak, mustahil untuk dilakukan.

Tentu saja Bu Puan Maharani tidak perlu membuat story whatsApp maupun story instagram dengan caption yang lebay.

Agar sekedar berharap cari perhatian agar teman-temannya mengucapkan selamat ulang tahun padanya. 

Beliau tak perlu melakukan itu, sebab jasa-jasa beliau terhadap negara ini sungguh besar, kita-nya aja yang gak peka, kita kurang membuka mata dalam melihat kebaikan-kebaikan yang beliau lakukan. 

Salah satu kebaikan yang beliau lakukan adalah baliho-baliho beliau yang ada dimana-mana, sangat memberikan sumbangsih dalam memberikan keindahan tata kota. Kita harus bersyukur akan hal itu.

Tapi menurut pandangan saya, ada yang kurang dalam perayaan ulang tahun beliau saat rapat paripurna itu. Terkesan seadanya. 

Seperti tak ada yang memberikan kue ulang tahun dan lilin angka umur ulang tahun yang beliau rayakan, yakni  yang ke 49 tahun. 

Padahal, seperti kebanyakan perempuan pada umumnya, beliau sangat menyukai surprise.

Apalagi, jika para anggota dewan lainnya memberikan kado kepada beliau, beliau pasti terharu. 

Toh kado itu sebagai bentuk hadiah ulang tahun, bukan untuk maksud gratifikasi. Apalagi kadonya kayak memberikan mic, pasti kado itu membuat beliau merasa berbunga-bunga.

Dan barangkali, perayaan ulang tahun beliau itu terkesan kaku, jika saja anggota dewan itu saling melemparkan tepung dan telur, seperti kebanyakan perayaan ulang tahun yang dilakukan oleh anak millenial. 

Pasti akan seru. Toh, beliau-beliau yang terhormat itu sering saling lempar kursi saat  rapat kan? Nah, daripada kursi, di samping berbahaya, dan berat. 

Mending diganti dengan telur dan tepung, lebih adaktif dengan perkembangan zaman saat ini.

Lebih dari itu, jika perlu hari ulang tahun beliau ini (Puan Maharani) ditetapkan sebagai hari merah, alias hari libur.

Sebab, tanggal tersebut merupakan hari lahir sosok yang penting bagi kemajuan bangsa ini. 

Maka, kita butuh sosok pemimpin seperti bu Puan ini, sosok perempuan hebat masa kini.

Buat perempuan-perempuan di luar sana, contoh dan tirulah bu Puan ini. Lebih-lebih dijadikan panutan bagi kalian. 

Karena, hanya beliau lah yang mampu membuat seisi kota-kota di Indonesia terlihat semakin indah dengan baliho-balihonya. 

Akan tetapi, di hari selasa itu, kita dapat melihat dua sisi demokrasi yang ada di negara ini.

Tatkala para rakyat yang resah, dan berdemonstrasi. Di lain sisi para wakil rakyat sedang merayakan ulang tahun saat rapat paripurna.

Bagaimanapun, hal itu merupakan realita yang terjadi. Bukan bermaksud untuk pemakluman. 

Namun, untuk sekedar refleksi, sebatas mana demokrasi di Indonesia mengalir? Atau jangan-jangan sekedar istilah kata saja?

Untuk Bu Puan, selamat ulang tahun yaa, moga panjang umur dan makin ho'oh tenan, hehehe.