Science Communicator
2 bulan lalu · 55 view · 3 menit baca · Ekonomi 28966_40990.jpg
aliexpress.com

Demi Lingkungan, Gunakan Kemasan Kertas

Salah satu isu global yang hari ini menjadi perbincangan adalah terkait kerusakan lingkungan. Penyebab utamanya adalah sampah plastik. Kerusakan ekosistem, bencana alam seperti banjir, adalah efek samping dari penggunaan plastik yang berlebihan. 

Bahkan pada bulan November 2018, seekor paus ditemukan di perairan Wakatobi dalam keadaan menjadi bangkai dengan perus berisi lebih dari 5 kg sampah plastik. Tidak hanya itu, pada bulan Maret 2019 lalu, seekor paus juga ditemukan mati dengan perut berisi lebih dari 40 kg sampah plastik.

Kerusakan lingkungan mulai tampak akibat penggunaan plastik yang berlebihan. 

Di satu sisi, dalam perspektif ekonomi dan pelaku bisnis, kemasan berbahan plastik merupakan bahan murah yang dapat menekan biaya produksi dan menambah margin keuntungan perusahaan. Ini pula sebabnya banyak perusahaan yang belum ingin beralih menggunakan kemasan lain yang lebih ramah lingkungan untuk mengganti kemasan plastik yang lebih berbahaya bagi ekosistem.

Indonesia sendiri merupakan penghasil sampah plastik terbanyak kedua di dunia sesudah Cina, dengan sampah plastik kemasan supermarket dan kemasan minuman menjadi sumber terbesar utama dari pencemaran lingkungan di Indonesia. 

Baca Juga: Monster Plastik

Berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/ tahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Menurut sumber yang sama, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 milar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik.

Kantong plastik belanja memang merupakan salah satu bagian terpenting dari kehidupan kita sehari-hari. Baik itu ketika berada di pusat perbelanjaan atau di toko kelontong, kita semua membutuhkan kantong plastik untuk membawa kebutuhan sehari-hari kita ke sana kemari. Tetapi kita sering tidak menyadari bahwa kemasan plastik memiliki dampak kerusakan lingkungan dan ekosistem yang luas.

Menggunakan kantong kertas daripada kantong plastik memang merupakan hal yang paling optimal dan penting, tetapi masih ada banyak kebingungan bagi masyarakat secara umum mengenai hal yang tersebut. 

Membawa kantong atau kemasan plastik memang merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari dan sebagian besar perusahaan dan bisnis di sekitar kita. Kita selalu siap untuk mengemas barang-barang kita ke dalam kantong plastik, terlepas dari persoalan sampah dan kerusakan lingkungan yang diakibatkannya.

Untuk itulah Indonesia, sebagai salah satu negara kelautan terbesar dengan kekayaan ekosistem yang melimpah, harus memiliki komitmen dan kebijakan terkait isu lingkungan. 

Di satu sisi, kebijakan lingkungan tersebut juga harus memperhatikan aspek ekonomi. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah dengan beralih menggunakan kertas sebagai kemasan, baik untuk mengganti plastik supermarket maupun sebagai pembungkus makanan dan barang-barang lainnya. 

Baca Juga: Monster Plastik

Kebijakan ini, selain turut berkontribusi bagi kelestarian lingkungan, juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita. Apalagi industri kertas merupakan salah satu industri unggulan di Indonesia, mengingat ketersediaan bahan baku yang melimpah.

Industri pulp dan kertas nasional memberikan kontribusi terhadap devisa negara masing-masing sebesar USD1,73 miliar dan USD3,57 miliar serta menyerap tenaga kerja langsung sekitar 260 ribu orang dan sebanyak 1,1 juta untuk tenaga kerja tidak langsung. 

Selain itu, terjadi tren kenaikan untuk permintaan terhadap kertas untuk kemasan, terutama karton. Sebanyak 40 persen kemasan yang dipergunakan di Indonesia merupakan kemasan kertas dan karton. Ini merupakan potensi ekonomi yang dapat memberikan kontribusi siginifikan, baik partumbuhan ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja.

Mungkin ada jutaan alasan mengapa penggunaan kantong kertas terbukti jauh lebih baik daripada penggunaan kantong dan kemasan plastik. Sebagai contoh, karena sifatnya, kantong kemasan yang terbuat dari kertas sangat bagus untuk lingkungan karena mereka cenderung mudah hancur melalui proses degradasi kimia. Di sisi lain, sebagian besar kantong plastik mungkin membutuhkan beberapa tahun untuk terdegradasi dan rusak.

Kantong atau kemasan yang terbuat dari kertas memiliki kemampuan untuk didaur ulang dengan mudah dan dengan biaya yang lebih murah. Oleh karenanya dianggap sebagai opsi yang tersedia tanpa ragu lagi sebagai opsi paling menguntungkan secara ekonomi maupun secara ekologis. 

Ketika berbicara tentang kantong plastik, kita perlu biaya yang sangat mahal untuk mendaur ulangnya; karena mereka akan memerlukan waktu ribuan tahun untuk dapat terurai dan hancur, sehingga membuat segalanya menjadi lebih buruk bagi lingkungan maupun bagi ekonomi.

Untuk itulah pemerintah perlu mendorong upaya menjadikan kemasan kertas sebagai keperluan utama dalam kehidupan sehari-hari menggantikan kemasan plastik. Alasan-alasan yang saya kemukakan di atas cukup jelas; menguntungkan secara ekonomi maupun ekologis. 


Hal ini dapat dilakukan salah satunya dengan membua aturan penggunaan kemasan kertas, terutama untuk kemasan kantong bagi pasar swalayan dan kemasan makanan. Dengan upaya tersebut, kita dapat terus menjaga lingkungan dari kerusakan yang terjadi lebih cepat, dan di satu sisi kita juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dari industri unggulan ini. 

Oleh karena itu, ayo kita gunakan kemasan kertas mulai sekarang, demi lingkungan yang berkelanjutan.

Artikel Terkait