Berucap "Al-hamdu lillahi rabbil 'alamin" adalah pujian kepada Sang Maha Pencipta, wujud kebersyukuran atas karunia yang dilimpahkanNya.

"Praise be to God, Lord of the worlds."

Rabbil 'alamin yang bermakna Lord of the worlds pun menyuratkan Sang Penguasa di banyak alam semesta, dunia yang jamak (worlds).

Sebagaimana Dia pernah memberi kesempatan kepada seorang manusia pilihanNya untuk berpindah dari satu semesta ke semesta lain, menggunakan wahana yang bisa melesat hingga berkali-kali melebihi kecepatan cahaya, bernama Bouraq.

Hingga sang manusia pilihan mencapai semesta ketujuh dari sekian banyak semesta milikNya yang belum, bahkan tak bakal diketahui jumlah sebenarnya oleh manusia.

Peristiwa fenomenal seorang manusia pilihanNya yang mendapat anugerah bisa berpindah antar semesta dalam keadaan hidup-hidup ini dikenal sebagai perjalanan Isra' Mi'raj, yang terjadi pada lebih dari seribu tahun lampau.



“ … sesuai namanya, LHC, menjadi mesin penumbuk partikel sub atomik yang terbesar dan terkuat di dunia.”

Large Hadron Collider

Syahdan, Peter Ware Higgs, fisikawan Inggris peraih nobel atas pembuktian massa partikel sub atomik, pada tahun 1960-an mengajukan gagasan untuk membuat mekanika kuantum sub atomik dapat membentuk Boson, suatu komposisi kuantum partikel dasar yang total simetris.

Ide tersebut, 30-an tahun kemudian, dikembangkan menjadi awal pembangunan sarana riset sub atomik bernama Large Hadron Collider (LHC) yang berlokasi berlokasi di Jenewa, perbatasan Prancis-Swiss seluas 27 km persegi di kedalaman 175 meter bawah tanah, dibawah pengelolaan Organisasi Riset Nuklir Eropa, CERN.

Nama CERN sendiri adalah singkatan dari bahasa Perancis, Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire.

 Logo CERN. Sumber: CERN.home

Sejak bangunan mega proyek riset sub atomik tersebut rampung pada tahun 2008, maka sesuai namanya, LHC, menjadi mesin penumbuk partikel sub atomik yang terbesar dan terkuat di dunia, yang mempekerjakan lebih dari 10.000 ilmuwan dan melibatkan ratusan perguruan tinggi serta laboratorium fisika modern yang mewakili penjuru dunia.



“ … agar lebih menuai sensasi dunia, maka suku kata ‘-damn’ dihilangkan dari ‘Goddamn’ …”

Super Simetris

Menjadi fasilitas raksasa berupa mesin penumbuk partikel sub atomik, LHC bertujuan untuk membuktikan teori Higgs, bahwa bakal muncul Boson-Boson setelah tumbukan dua partikel sub atomik dari arah berlawanan.

Tahun 2010, tujuan tersebut diwujudkan dalam bentuk riset mikro kosmis berupa tumbukan dua partikel tunggal, yakni Proton-Proton, yang dipicu dari satu sumber. Lalu kedua Proton itu menghempas ke dua arah yang berbeda melalui satu tabung lingkaran raksasa, dalam LHC.

Kemudian kedua Proton itu saling bertumbukan pada satu titik temu dalam lingkaran raksasa itu, yang diperhitungkan memiliki momen terbesar. Hasilnya adalah reaksi berantai dampak dari tumbukan kedua Proton tersebut, menjadi 'serpihan' energi yang menyebar menjadi materi dan anti materi, lalu mengembang secara konstan.

Tak pernah disangka, kemunculan materi dan anti materi yang mengembang konstan itu, berwujud menjadi partikel-partikel yang memiliki kondisi Super Simetris.

‘Goddamn Particle!’ Begitu gumam para ilmuwan LHC yang baru pertama kali melihat pemandangan berupa wujud yang luar biasa dalam bentuk sekumpulan partikel yang mengembang Super Simetris.

Data Simulasi dari Detektor LHC Menunjukkan Boson Higgs yang dihasilkan Pasca Tumbukan Dua Proton. Sumber: livescience.

Istilah ‘Goddamn’ sendiri, sebenarnya adalah ungkapan sangat terkesima, demi melihat kemunculan partikel Super Simetris hasil tumbukan dua partikel sub atomik dalam mesin LHC.

Mungkin dalam istilah Jakarta-an, ‘Goddamn’ itu setara dengan ‘Buset dah!’ atau kalo di Jawa Timur ‘Mateng koen!’.

Hanya saja waktu itu, agar lebih menuai sensasi dunia, maka suku kata ‘-damn’ dihilangkan dari ‘Goddamn’ oleh beberapa awak media massa global. Sehingga terjadi perubahan istilah dari ‘Goddamn Particle’ menjadi ‘God Particle’.

Sontak dalam kurun tahun 2009 hingga 2011-an, kontroversi istilah ‘God Particle’ pun bermunculan, sebagai reaksi publik atas sikap ilmuwan yang seringkali berperilaku unik, aneh, nyentrik dan skeptis.



“… dalam perjalanan waktu pasca Big Bang, anti materi dikalahkan oleh materi…”

Menguak Misteri Waktu

Sebenarnya, selain menguji coba mekanika kuantum Boson Higgs agar muncul partikel Super Simetri yang menggambarkan alam semesta ini berkondisi seimbang, maka riset ini juga diharapkan bisa menjadi penuntun jejak sejarah terciptanya alam semesta.

Uji coba tersebut juga menjadi bagian dari pembuktian proses Big Bang dan perjalanan waktu setelahnya. Termasuk pergulatan kompetitif antara materi dan anti materi, yang terjadi beberapa seper sekian detik setelah Big Bang terjadi.

Memang terbukti, bahwa dalam perjalanan waktu pasca Big Bang, anti materi dikalahkan oleh materi, yang kemudian memunculkan zarah-zarah kosmos di alam semesta ini yang kemudian berkembang pesat menjadi planet, bintang, komet, galaksi dan segalanya yang anorganik. Termasuk pula zarah organik, yang nantinya berevolusi menjadi berwujud makhluk hidup, termasuk manusia.



“… menjadi senjata pemusnah massal, yang dalam sekejap bisa menghilangkan jutaan manusia, tanpa jejak.”

Jangan Pernah Menyalahgunakan LHC

Dalam berkompetisi, ternyata anti materi tak sepenuhnya kalah.

Namun tetap ada di beberapa sudut pojok alam semesta dalam bentuk lubang hitam (Black Hole) atau disebut pula sebagai bintang setan, yang karena kedahsyatan daya gravitasinya, bahkan mampu menghisap cahaya dan melumat segala benda yang berada di dekatnya, dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Gawat !

Percobaan Boson Higgs yang merupakan miniatur sejarah awal terciptanya alam semesta, ternyata berpotensi ditelikung!

Bukan sekedar untuk membuktikan munculnya partikel Super Simetri. Melainkan terdapat kemungkinan untuk direkayasa, agar dalam kompetisi mini kosmos, materi menjadi kalah oleh anti materi.

Detektor LHC Berupa Susunan Rapi Solenoid Muon Padat. Sumber: CERN.

Kemudian, anti materi yang dihasilkan oleh rekayasa LHC, bakal dikembangkan dan digunakan untuk kepentingan tertentu.

Bisa bermanfaat seperti menghilangkan tumpukan sekian juta metrik ton limbah di bumi.

Tapi paling mengkhawatirkan adalah penyalahgunaan menjadi senjata pemusnah massal, yang dalam sekejap bisa menghilangkan jutaan manusia, tanpa jejak.

Mewakili kalangan sains, bahkan fisikawan Stephen Hawking menjelang uji coba LHC pada pertengahan Nopember 2009 pernah mewanti-wanti, agar hasil riset LHC tak disalahgunakan dan sepenuhnya digunakan untuk memenuhi tujuan eksak, yakni upaya menjawab beberapa pertanyaan fisika modern yang belum terungkap.

Aktor Eddie Redmayne Memerankan Stephen Hawking dalam Biopik 'Theory of Everything'. Sosok Nyata Stephen Hawking Pernah Bilang 'God Particle' Bisa Menyapu Bersih Alam Semesta. Sumber: livescience.

Termasuk, mewakili kalangan seniman musisi, Dave Mustaine pentolan grup band trash metal Megadeth, pernah menyuarakan petaka yang bakal terjadi jika ada niatan menyalahgunakan hasil riset LHC, dalam penggalan lirik lagu dalam album Super Collider tahun 2013; “Generation of the dark watch their lives decay… ‘till the world explodes, just like Super Collider.”

Potret Dave Mustaine Pentolan Megadeth. Sumber: IMDb.



“Mereka menjalani setiap jalan hidupnya yang tak sama persis diantara mereka sendiri, dalam setiap semesta paralel.”

Makna Religius dalam Kisah Animasi Spider-Man

Lalu, apa hubungan cerita panjang, kali lebar, kali dalam, terus dihitung kalkulus integral parsial tersebut di atas, dengan tuturan kisah film berjudul Spider-Man: Into the Spider-Verse ini?

Oh, ada beberapa alasan, yaitu;

  1. Karena memilih untuk menyibukkan diri menulis tentang banyak hal, maka Penulis belum sempat menonton dan mengulas film serial Spider-Man terbaru, yang berjudul Spider-Man No Way Home, yang mulai tayang hari Rabu 15 Desember 2021 di bioskop-bioskop di Indonesia.
  2. Sebagai pemanasan awal untuk mengulas film terbaru Spider-Man tersebut pada kisi-kisi kisah yang tak populer dibahas, maka Penulis tertarik untuk mengulas kisah satu seri Spider-Man yang digambarkan dalam format gaya bertutur yang berbeda, yang mengakomodasi telaahan ilmu fisika modern sub atomik dan riset LHC.
  3. Spider-Man: Into the Spider-Verse adalah film dalam kemasan animasi buatan tahun 2019 ini, memang sejak awal didisain untuk menjadi kuda hitam. Agar calon pemirsanya bakal underestimates, meremehkan kedahsyatan cara bertutur kisahnya.

Meski selama masa penayangan pada 3 tahun lalu, film ini tanpa pernah melalui pesan trailer dan pemasaran khusus, ternyata tanpa terduga film ini mampu bersaing dengan film-film lain yang menjadi unggulan pada masanya.

Potret Satu Adegan Spider-Man: Into the Spider-Verse.

Sebagai film animasi,  Spider-Man: Into the Spider-Verse  memiliki daya pikat tersendiri karena memiliki plot tak terduga dan sarat penggambaran kondisi manusia beserta benda-benda di sekelilingnya, yang tengah berada dalam mekanika Boson Higgs.

Saling berinteraksi dalam semesta ruang dan waktu yang masih belum sepenuhnya mapan. Terjebak dalam proses persaingan antara materi dan anti materi.

Seru!

Selebihnya, sineas film ini juga mengakomodir saran-saran ilmuwan yang kebanyakan aneh, nyentrik dan skeptis itu tentang keberadaan semesta paralel, Parallel Universe. Yaitu, alam-alam semesta lain yang keberadaannya tanpa disadari pada posisi yang paralel, sejajar tepat di samping setiap manusia.

Dalam setiap semesta yang paralel itu, maka setiap manusia berwujud mirip. Juga, dengan kondisi juga benda-benda di sekitar manusia itu, yang tak sama persis dalam semesta-semesta yang saling berderet paralel. Mereka menjalani setiap jalan hidupnya yang tak sama persis diantara mereka sendiri, dalam setiap semesta paralel.

Tentu, piranti LHC dengan segala kontroversinya, digambarkan sebagai perantara. Agar setiap sosok dalam film ini mampu berada dalam suasana pergulatan anti materi dan materi, sambil memperjuangkan jalan hidup yang benar dalam setiap semesta.

Jadi, saat menikmati film ini, selain disuguhi kisah perjalan hidup seorang Spider-Man yang tak sama persis dalam setiap semesta paralelnya, juga bisa menyadarkan bahwa keberadaan setiap diri kita dalam semesta-semesta paralel, patut diperjuangkan. Agar semua terselamatkan dan sama-sama menuju jalan yang benar.



“… bertawakal dan tidak main-main dengan keEsaanNya, serta mengikuti segala perintahNya.”

Mengimani Hakikat Lord of the worlds

Fenomena sains berupa partikel Super Simetri (God Particle) yang dihasilkan oleh LHC, bisa menjadi pendekatan ilmiah atas kejadian lebih dari seribu tahun lampau yang pernah dialami seorang manusia pilihan, ketika Beliau bersinggah-singgah ke tujuh semestaNya.

Dan ketika kembali ke alam semesta yang berisikan manusia yang hendak dibimbingnya menuju kemuliaan akhlak, maka Beliau pun berpesan agar setiap manusia selalu berdoa terbaik, bertawakal dan tidak main-main dengan keEsaanNya serta mengikuti segala perintahNya.

Apabila direnungkan, maka sepenuhnya benar, bahwa pesan tersebut agar membuat setiap manusia yang sedang berada di dalam setiap semesta paralel yang manapun, akan terbimbing melalui jalan yang benar dan diselamatkan oleh Sang Penguasa banyak alam semesta (Lord of the worlds).

Al-hamdu lillahi rabbil 'alamin.


Perihal Penginspirasi Tulisan;

  • Dickerson, Kelly, Stephen Hawking Says 'God Particle' Could Wipe Out the Universe, 2014, livescience.com
  • Lewis, Tanya, Stephen Hawking Reflects on 'Theory of Everything', 'Interstellar', 2014, livescience.com
  • Film Spider-Man: Into the Spider-Verse, Djakarta Theater XXI, Pertengahan Desember 2018.