Al-Azhar Cairo PLG
1 bulan lalu · 52 view · 3 menit baca · Hiburan 51688_89138.jpg
Jin Kiss Lets Go Photo

Demam Kpop Menyeret Remaja

K-Pop sekarang sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Negeri gingseng ini telah sukses menguasai pasar dunia dengan ciri khas yang dimilikinya. 

Sebut saja demam K-Pop, yang sudah berhasil menguasai remaja Indonesia terkhususnya untuk para kaum hawa. Industri musik satu ini juga sudah menjadi salah satu makanan sehari hari bagi tidak sedikitnya kalangan remaja. 

Pergaulan, globalisasi, dan kemajuan negara membuat kemungkinan remaja Indonesia untuk menjadi K-Popers mejadi jauh lebih tinggi dan juga mengingat Korea masih termasuk dalam kawasan Asia; maka tidak bisa dimungkiri lagi jika beberapa budayanya pun memiliki persamaan dengan budaya Indonesia.

Remaja Indonesia cenderung lebih menyukai K-Pop idol dari pada idol luar yang cenderung lebih vulgar dan tidak terlalu cocok untuk remaja Indonesia. Hal ini membawa banyak pengaruh bagi remaja Indonesia.

Masuknya budaya Korea ini sudah terjadi sejak lama tepatnya pada pengenalan drama winter sonta, Full House, Jewel of the palace, endless love dan lain lain yang di tanyangkan di salah satu stasiun TV Indonesia. Setelah itu, lebih dari 50 judul K-Drama memenuhi industri hiburan tanah air. Drama drama inilah yang membawa Korean wave atau gelombang hallyu melanda Indonesia. Karena itu bermulailah remaja Indonesia menyukai industri film Korea. 

Pada awal tahun 2000-an penggemar K-pop di Indonesia masih terhitung belum banyak meski sudah terkena invasi. Baru sekitar tahun 2011, industri K-Pop mulai melirik potensi pasar di Indonesia dan gelombang hallyu pun kian terasa.

 Sampailah pada awal 2005 tahun di mana Super Junior memulai debutnya. Dan hal itu membuat remaja Indonesia menyukai industri musik Korea hingga kini.

konser grup K-pop Super Junior yang bertajuk Super Show 4 pada April 2012 menjadi momentum hebat yang menandai ledakan demam K-Pop di Indonesia dan sebut saja nama-nama seperti 2PM, BIGBANG, 2NE1, hingga BTS dan teman-temannya ikut menggelar di kalangan remaja Indonesia.

Hal ini juga bisa memengaruhi remaja mejadi lebih semangat belajar salah satu alasannya karena idolanya sangatlah pintar dan mempunyai IQ yang tinggi dan dia akan menjadikan idola nya itu sebagai motivasi untuk semangat belajar. Selain menambah semangat remaja dalam hal belajar hal ini juga bisa di jadikan sampingan atau mata pencaharian sehari hari.

Seperti yang dilakukan oleh seorang Muhammad Rachmaditiya Alphiandi dan Tiffani Afifah  yang menjuarai K-Pop World Festival 2017 di Changwon, Korea Selatan. Mencuri perhatian melalui lagu Inferiority Complex yang dipopulerkan oleh Park Kyung dan Eunha 'GFRIEND', keduanya berhak atas hadiah sebesar 12 juta Won atau setara dengan Rp 141 juta.

Pernah ada seorang psikolog membedah hal ini dan menyimpulkan fakta bahwa kita tidak boleh meremehkan anak-anak yang mengejar selebriti Korea, karena hati mereka lebih murni daripada orang lain, mereka mencintai dengan tulus, mereka akan melakukan yang terbaik untuk mengatasi rintangan yang sulit, baik dalam bentuk bahasa dan budaya.

Baca Juga: Virus K-Pop

 Mereka melambangkan perdamaian, mereka tidak pernah mendiskriminasi berdasarkan SARA, mereka berteman dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama dari berbagai negara sehingga pergaulan mereka sangat lah luas, mereka lebih bergairah dan hangat dibandingkan dengan orang lain.

Mereka tidak mengkhianati orang yang mereka sukai dengan mudah, mereka gigih dan tidak mudah menyerah. Mereka lebih kuat daripada orang lain di dalam, karena ketika mereka mencintai idol idol Korea, mereka mengalami sesuatu yang tidak pernah dialami orang lain selama hidupnya. 

Mereka semua anak-anak yang sensitif, mudah tersentuh, dan mudah menangis untuk waktu yang lama karena satu insiden. Melalui investigasi, sebagian besar dari mereka memahami makna dari kata bersyukur. 

Cara berpikir mereka berbeda dari orang lain, mereka tidak mudah terbawa oleh cinta, mereka tidak pernah berpikir untuk melakukan hal-hal buruk, dan kriteria mereka saat mencari pasangan sangat tinggi, selain penampilan, kepribadian lebih penting, jadi tingkat perkawinan tidaklah tinggi, begitu juga dengan tingkat perceraian.

Memori mereka sangat baik, mereka dapat dengan mudah mengingat lirik korea dan hal hal yang tidak mereka mengerti, dan kemampuan koordinasi mereka juga sangat kuat. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak ceria, bukan tipe yang mengurung dirinya sendiri dan antisosial.

Ketekadan mereka juga sangat kuat, mereka mampu bertahan dan melakukan berbagai upaya dan rintangan untuk membeli sesuatu yang berhubungan dengan selebriti yang mereka sukai. 

Singkatnya, cara berpikir anak-anak ini sangat berbeda dari orang lain, dan pikiran mereka tidak mudah untuk dipahami. Umumnya, hanya mereka yang memiliki ketertarikan yang sama yang mampu memasuki dunia mereka.

Sebaiknya kita mengembangkan, mengkreasikan, dan memperbaiki dunia entertain Indonesia sebelum terlambat agar remaja Indonesia menaruh ketertarikan kepada industri musik dan perfilman di Indonesia.

Ideal nya K-Pop membuat kecintaan masyarakat pada musik dan seni menjadi semakin tinggi namun mengurangi rasa cinta terhadap dangdut dan musik musik Melayu Indonesia.

Seharusnya kita tidak memandang sebelah mata dunia industri korea karena hal itu tidak selamanya negatif seperti yang di katakan oleh orang awam.