Pembangunan yang telah berlangsung selama tiga dasawarsa yang lalu lebih berorientasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi dengan mengekploitasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. Sumber daya alam merupakan penunjang kelangsungan hidup manusia di muka bumi ini, semakin gencar pembangunan suatu negara, maka akan semakin besar sumber daya alam yang dibutuhkan terutama dalam proses produksi.

Pembangunan ekonomi berbanding terbalik dengan sumber daya alam, karena semakin meningkat pertumbuhan ekonomi akan mengurangi sumber daya alam yang tersedia dan sebaliknya semakin besar jumlah sumber daya alam akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi cenderung bersifat ekploitasi dan mengabaikan kaidah-kaidah kelestarian, konservasi dan berkelanjutan. Konsekuensi yang ditimbulkan adalah timbulnya dampak negatif yang berupa degradasi lingkungan yang terjadi di berbagai kawasan di dunia.

Degradasi lingkungan dapat diartikan sebagai penurunan kualitas lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan pembangunan dan dapat diciri-cirikan dengan tidak berfungsi secara baik komponen-komponen lingkungan sebagaimana mestinya. Pada dasarnya degradasi lingkungan terjadi akibat intervesi tangan-tangan manusia yang berlebihan dan bersifat ekploitatif dalam mengambil sumber daya alam.

Dengan adanya sifat ekploitatif pada masing-masing individu, maka manusia tersebut hanya mementingkan sifat egois atau bisa dikatakan lebih mementingkan kepentingan pribadi dalam mengambil sumber daya alam tersebut. Ekploitasi ini lah yang digadang-gadangkan menjadi daya dorong yang menyebabkan terjadinya degradasi sumber daya alam. Sebagai contohnya Papua yang memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah, dengan melihat potensi sumber daya alam yang sangat besar banyak pihak yang tertarik untuk melakukan ekploitasi di Papua. Di mulai tahun 2001 pasca otonomi khusus hingga kini tindakan eploitasi ini terus dilakukan, sebagai akibatnya banyak bekas-bekas lobang hasil ekploitasi tersebut.

Dengan semakin gencarnya ekploitasi ini, mengakibatkan semakin cepatnya terjadi degradasi lingkungan. Padahal diketahui bahwa alam terutama hutan memiliki sangat banyak manfaat bagi kelangsungan hidup makhluk hidup, misalnya dengan adanya hutan dapat menetralisirkan emisi karbon yang dihasilkan baik oleh kendaraan maupun pabrik-pabrik besar. 

Hutan juga dapat dijadikan wadah dalam menyimpan cadangan air di bumi ini, dan peran hutan yang tidak dapat tergantikan adalah sebagai paru-parunya dunia. Akan tetapi dengan adanya sifat ekploitasi dalam memanfaatkan sumber daya alam ini, maka akan banyak permasalahan yang akan timbul baik sosial, budaya, ekonomi bahkan sampai permasalahan politik. Oleh karena itu, muncul pertanyaan apa yang akan terjadi jika degradasi lingkungan ini dibiarkan terjadi terus-menerus?

Dengan gencarnya ekploitasi alam yang mengakibatkan degradasi lingkungan ini, banyak sekali dampak buruk yang akan dirasakan oleh makhluk hidup bahkan hal ini dapat mengancam kelangsungan hidup makhluk hidup. Ada beberapa alasan mengapa degradasi lingkungan dapat menghancurkan kehidupan makhluk hidup.

Alasan pertama adalah degradasi lingkungan dapat menyebabkan perubahan iklim global. Hutan merupakan produsen terbesar yang menghasilkan gas oksigen (O2), selain itu hutan juga dapat menyerap gas rumah kaca yang menjadi penyebab pemanasan global. Dengan adanya degradasi lingkungan maka jumlah oksigen (O2) akan berkurang dan jumlah gas karbondioksida (CO2) di udara akan bertambah, dan hal ini akan menyebabkan perubahan iklim global. 

Dengan adanya perubahan iklim global, alam telah dianggap tidak bersahabat lagi dengan makhkluk hidup. Iklim yang semestinya dapat membantu keberlangsungan hidup makhluk hidup, namun dengan perubahan iklim global dapat menjadi malapetaka untuk kehidupan. Bagaimana tidak! Sebagai akibat perubahan iklim adalah pemanasan global, pemanasan global inilah yang akan menyebabkan kekeringan, wabah penyakit, dan bahkan melelehkan bongkahan-bongkahan es yang terdapat di kedua kutub bumi ini. Jika semua es di kutub tersebut mencair, jangankan hewan, manusia pun akan kehilangan habitat dan akhirnya punah karena daratan tertutupi oleh lautan.

Alasan kedua adalah degradasi lingkungan dapat mempunahkan berbagai jenis spesies flora dan fauna. Lingkungan terutama hutan merupakan habitat lebih dari setengah jumlah flora dan fauna dari seluruh flora dan fauna yang ada di bumi, dengan menurunnya kualitas lingkungan tersebut akan mematikan banyak macam spesies yang bergantung dari lingkungan tersebut (hutan), maka tidak akan tidak mungkin kejadian punahnya dinosaurus akan terulang kembali pada masa depan. Dengan punahnya flora dan fauna tersebut maka akan berakibat hilangnya berbagai jenis obat yang berasal dari berbagai jenis spesies hutan, hal ini juga akan berdampak pada kelangsungan hidup manusia.

Alasan ketiga adalah degradasi lingkungan dapat mengakibatkan terganggunya siklus air. Pohon memiliki peranan yang sangat penting dalam siklus air, yaitu menyerap curah hujan. Makhluk hidup sangat bergantung kepada ketersediaan air, namun dengan semakin gencarnya pembangunan terutama di perkotaan dan penebangan pohon berlebihan dapat dijadikan indikator utama mengakibatkan terganggunya siklus air. Terganggunya siklus air ini akan berakibat fatal pada kelangsungan hidup makhluk hidup, karena hal ini akan mengakibatkan menipisnya air bersih, terjadinya longsor, tanah menjadi tandus dan terjadi kekeringan di mana-mana sehingga akan mematikan banyak makhluk hidup.

Alasan yang terakhir adalah degradasi lingkungan akan meningkatkan kemiskinan. Hutan merupakan salah satu sumber kekayaan alam, sebagian masyarakat menggantungkan hidup mereka dari hasil hutan. Jika hutan rusak, maka sumber pencaharian mereka pun akan berkurang dan menghilang. Dengan rusaknya hutan tersebut, maka akan menyebabkan bencana di masa yang akan datang yang tentunya akan menimbulkan kerugian, baik kerugian material maupun kerugian non material. Hal ini juga yang akan memperburuk dan meningkatkan jumlah kemiskinan.

Oleh karena itu, degradasi lingkungan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia. Hal ini dikarenakan degradasi lingkungan dapat menghancurkan keberlangsungan hutan. Dengan rusak dan hancurnya hutan, dapat menyebabkan berbagai bencana yang besar dan berakibat fatal untuk kelangsungan hidup manusia di muka bumi ini. Maka dari itu boleh saja memanfaatkan hutan, tetapi dengan tetap mengutamakan kaidah-kaidah konservasi hutan bukan hanya melalui ekploitasi hutan. Hutan terlindungi maka kehidupan pun akan terlindungi, karena hutan merupakan kunci keberlangsungan makhluk hidup.