1 tahun lalu · 71 view · 8 menit baca · Budaya 75040_61403.jpg

Debat Kertas dan Gadget

Peran Kertas dalam Peradaban Modern

Selembar kertas hvs terdiam di ujung meja belajar si Dita anak SMA Negeri ternama di Ungaran. Si Kertas memperhatikan tingkah laku Dita yang asyik dengan gadget.

Entah apa yang dilakukannya? Dari pulang sekolah hingga masuk malam masih asyik masyuk seperti itu. Si kertas berusaha mengintip apa yang dilakukan Dita, karena posisinya sangat sulit sehingga tidak tau apa yang dilakukan Dita. Si kertas hanya  bisa menduga-duga. Apakah Dita lagi belajar? Apa Dita lagi main video game? Apa ya yang dilakukan nya?

Si kertas penasaran , karena hamper sebulan ini dia diacuhkan Dita. Biasanya dia dan teman-teman kertas lainnya sering digunakan untuk menulis catatan, mengerjakan PR, untuk coret-coret perhitungan dan tugas sekolah lainnya. Tapi sekarang kok aku tidak digunakan ya? Ada apa denganku?

Si kertaspun memberanikan dirinya untuk bertanya kepada gadget tentang apa yang dilakukan Dita sehingga sekian lama mengacuhkannya. Dia melihat si gadget sudah diletakkan diatas meja belajar.Sementara si Dita sudah beranjak ke ruang makan untuk makan malam.

Si kertas : Sttttt hai gadget!, apa sih yang dilakukan Dita padamu? Dari pulang sekolah sampai sekarang dia bersamamu terus. apa yang dilakukannya? Kenapa dia begitu betah bersamamu?

Si gadget : ” Hahaha..Apa kamu tidak tau hai kertas? Ketinggalan jaman kamu, ini sudah “ kids jaman now lho? , masak kamu tidak paham juga? Jaman sekarang kalau tidak megang gadget pasti akan ketinggalan jaman.

Si kertas :Kenapa begitu? Apakah penentu tertinggal jaman atau tidak, ada pada dirimu.hai gadget?

Si gadget : ya iyalah, kalau anak sekarang tidak memiliki gadget, pastilah dia anak yang ketinggalan jaman. Dijamin akan KUPER ( kurang pergaulan ), temannya akan sedikit dan ilmunya terbatas dan sempit.

Si kertas : oh, kenapa bisa begitu? Setauku, dari dulu hingga sekarang banyak dari manusia gunakan aku untuk menulis surat , mempererat silaturahim dari saudara-saudara di tempat yang jauh. Dan sampai sekarangpun aku masih digunakan untuk tempat ditulisnya semua ilmu manusia, Semua ilmu tertulis disana, semua huruf  dicantumkan di lembar-lembar diriku.

Aku telah berjasa  memintarkan manusia dari bayi sampai tua di dunia ini. Semua ilmu ada di tiap lembarku. Lalu mengapa kau katakan bahwa orang yang tidak miliki kamu itu ketinggalan jaman ,ilmunya sedikit dan sempit, memangnya kamu siapa sih?

Si gadget : Hahaha,.jelaslah, menggunakan gadget itu lebih modern , lebih berkelas, disana segala ilmu tercantum , tinggal klik, maka dijawablah semua pertanyaan manusia dengan cepat. Tanpa harus repot ke perputakaan , ke toko buku atau membuka-buka catatan darimu.

Si kertas : begitukah? Lalu dari mana kamu dapat semua data itu, adakah kamu sedemikian pandainya ,bisa mengetahui semua ilmu? Kan semua ilmu tercatat di lembaran-lembaranku?

Si gadget : hmmmm.. sebetulnya ilmu itu tetap dari catatan yang tertulis dilembaran-lembaran ker-tasmu yang dinamakan buku. Manusia memasukkan  catatan-catatan dari buku ini ke gadget, kemudian disimpan dalam memori raksasa di ”Google”.

Nah catatan-catatan tersebut jika dibutuhkan siapapun akan bisa keluar dengan sendirinya. Memberikan informasi yang sama seperti yang ter-tulis darimu hai kertas Perekaman memori atas catatan dan informasi sekarang bisa dilakukan secara modern tanpa gunakan kamu hai kertas sehingga lebih sederhana, dan praktis. Tinggal klik, maka tersimpanlah data tersebut.

Si kertas  diam termenung, benar juga apa yang dikatakan si gadget itu. Aku harus sadari keadaan diriku.”

Si gadget : Dulu, di sekolah ,di kampus sibuk dengan buku-bukunya yang tebal. Mulai dari buku  materi pelajaran, buku sastra, novel, buku materi kuliah, hingga buku-buku filsafat yang “berat”. Berbeda dengan mahasiswa jaman sekarang. Dimana buku ensiklopedia fungsinya hampir tergantikan oleh “google” yang ada disakunya.

Jadi yang terlihat sekarang ini, mahasiswa lebih si- buk dengan gadgetnya sehingga aku sekarang telah menjadi sarana pengganti para pelajar/ maha- siswa untuk mencari informasi.Untuk memilikiku sudah bukan lagi kebutuhan sekunder namun ke-butuhan primer.

Mahasiswa dan pelajar yang tidak bisa memanfaatkan gadget akan dianggap ku- no, ketinggalan zaman, kurang gaul serta gagap teknologi. Terlepas dari itu semua, aku memang me miliki banyak manfaat sebagai media komunikasi dan informasi.

Dengan kehebatanku, seakan-akan manusia mudah untuk menggenggam dunia. Bila surat kabar ibu kota baru menerbitkan berita gem pa bumi di Tasikmalaya malam hari, maka dengan menggunakan aku,gadget yang tampan ini, manusia dapat mengetahui kejadian itu 10 menit setelah kejadian.

Tidak hanya dari media massa online, bahkan dari status FB atau twitter instagram ataupun WA. Membaca dari gadget sangat me-nyenangkan. Banyak ilustrasi menarik berformat audio, visual, maupun audio visual. Ilustrasi se- perti itu tidak banyak kita dapatkan melalui buku.                                                       .

Si kertaspun mendengarkan dengan seksama jawaban dari si gadget, Dia merasa kecil tak berarti lagi dan dia merasa secepatnya akan tersingkirkan ? apa sudah saatnya aku diasingkan? batin nya.

Si gadget : Ketahuilah hai kertas, aku memang alat komunikasi dan sumber ilmu yang sangat praktis dan efektif. Selain itu, hargaku sekarang juga bervariasi. Sudah banyak produsen alat komunikasi yang berkompetisi di pasaran untuk membuat gadget seefisien mungkin dengan harga terjangkau. Kamar Dita pun tidak akan berantakan dengan tumpukan buku yang malas dibereskan.

Pada saat kita membutuhkan informasi dengan sangat cepat, maka kita langsung dapat browsing melalui gadget. Tinggal buka Google atau Yahoo, masukan kata kunci, maka ribuan artikel mengenai informasi yang dibutuhkan akan segera muncul. Tanpa harus berlama-lama di toko buku, atau bosan karena harus membaca lembar perlembar. Selain itu,informasi yang didapatkan melalui dunia internet juga sangat murah. Tinggal beli paket prabayar, dan browsing sepuasnya di gadget kamu. Praktis, murah dan mudah lagi.

Si kertas : Memang aku akui bahwa perubahan jaman pasti akan terjadi ,hai gadget. Perkembangan teknologi dan sains pasti akan meningkat seiring majunya pengetahuan manusia. Akan tetapi patut kamu ingat bahwa akupun ada kelebihan yang kamu tidak punya. Mungkin buku memang terkesan ketinggalan jaman, dan tidak praktis untuk mendapatkan informasi. Belum lagi dengan harga yang relatif mahal, membuat enggan membeli buku.

Untuk membaca dan memahami sebuah buku juga terkadang sangat sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Apalagi pembahasannya yang sangat banyak, membuat kita harus pelan-pelan mengulik kerangka pikir sang penulis. Kita harus membu- ka lembar demi lembar untuk mendapatkan informasi yang sesuai. Padahal membaca buku akan melatih logika berfikir manusia.

Manusia tidak langsung disuapi oleh opini dari penulis, namun ada banyak penjabaran yang dikemukakan penulis dalam kerangka pikirnya untuk memahami sebuah masalah. Jadi jngan salah, membuat sebuah buku itu membutuhkan riset yang sangat lama. Para penulis mengolah data-data sedemikian rupa, ditambah fakta-fakta pendukung ditambah pemikiran penulis sehingga membuat buku itu tidaklah mudah.

Tugas penulis mengolah semua informasi itu menjadi tulisan yang mudah dimengerti pembaca. Dan akupun tidak berkecil hati karena minimnya ilustrasi pendukung di buku. Justru hal tersebut akan membuat imajinasi dan kreativitas manusia lebih berkembang.Secara tak langsung, akan semakin menjadikan manusia lebih kreatif dalam menginterpretasikan isi buku di akal pikiran manusia.

Si gadget : Ya. Memang begitulah adanya. Kebenaran yang ada padaku bersifat opini dan wawasan dari penulisnya saja, jarang yang dipaparkan berdasar analisa dan pembahasan berupa penelitian  lengkap dengan pakem penulisan dan telaah pustakanya. Kuakui juga di diriku masih banyak berita hoax, dibanding berita dan informasi bermutu bagi kehidupan.

Si kertas : Dan ketahuilah hai gadget,.membaca buku membuat konsentrasi manusia tertuju pada hal yang sedang dibaca.Sementara membaca dari gadget benar-benar dapat terusik oleh banyak gang- guan. Masih ingat bagaimana pop up iklan,telpon masuk, chat dari teman, atau notifikasi media sosial mengganggu aktivitas membaca di gadget?

Si gadget ; Ya, memang begitu adanya. Akan ada banyak gangguan yang akan datang pada manu- sia yang menggunakanku karena tercampurnya kegiatan membaca dengan kegiatan jejaring sosial yang diikutinya. Memang itu bisa mengganggu konsentrasi pada apa yang dibaca. Katanya sambil mengangguk-angguk membenarkan.

Si kertas : Perlu kamu perhatikan, membaca buku jelas jauh berbeda dengan membaca dari gadget. Sewaktu membaca buku, sumber penerangan hanya berasal dari lampu ruangan atau mungkin se- dikit tambahan lampu belajar.

Sedangkan jika membaca dari gadget, matamu juga harus menye-suaikan daya akomodasi lensa dengan sumber cahaya dari layar gadget. Hal ini bisa menyebabkan membaca dari gadget membuat mata manusia mudah lelah dan rentan mengalami kerusakan mata dibandingkan dengan membaca buku.

Si  gadget : ya, benar hai kertas, Aku akui itulah kelemahanku, dan ketika manusia terlalu sering menggunakan aku, matanya pasti akan alami gangguan penglihatan.

Si gadgetpun mengangguk-angguk pasrah.

Si kertas : Beberapa penelitian yang dilakukan manusia sudah membuktikan kalau membaca buku membuat konsentrasi dan daya ingat semakin meningkat. Silakan dibuktikan orang yang diajak membaca novel dari buku saku mampu mengingat alur cerita secara lebih baik dan lengkap dari-  pada orang yang membaca novel dari gadget, Nah sensasi mendapatkan dan membuka buku baru tidak bisa digantikan oleh apapun.

Seseorang akan merasakan kepuasan tersendiri ketika membuka kemasan plastik pembungkus buku, menyentuh halaman demi halaman yang masih rapi, serta men- cium aroma khas kertas pada buku baru. Kepuasan sederhana ini mampu meningkatkan minat dan membuat semakin tertarik membaca buku.

Kalau mau membaca dari gadget, pastilah butuh ruangan yang terang, Koneksi internet untuk mengunduh bahan bacaan, serta baterai gadget yang mencu- kupi. Tetapi kalau membaca buku, yang dibutuhkan hanyalah penerangan yang memadai serta buku kesukaan. Sewaktu internet sedang bermasalah tetap bisa terus melanjutkan kegemaran membaca buku. Tentu saja tanpa marah-marah dan mengumpat karena koneksi internet yang tidak bisa diandalkan.

Si gadget tersenyum membenarkan semua yang dikatakan si kertas.

Si kertas : Banyak manusia mengalami insomnia karena keasyikam gadget, Waktunya banyak ter- buang dan waktu istirahatnya kurang sehingga jelas bisa mengganggu produktifitas mereka. Ha- rusnya kebiasaan membaca buku bisa sebagai rutinitas sebelum tidur. Setelah membersihkan wajah dan tubuh, Kemudian mulai membaca buku yang  disukai. Dalam kurun waktu tak sampai 30 me- nit, biasanya manusia akan merasa lebih rileks dan akhirnya mengantuk.

Si gadget : ya kertas , masing-masing dari kita ada kelebihan dan kekurangan, dan masing-masing dari kita juga mewarnai perkembangan jaman.  Kita berdua ikut andil dalam meluaskan pengetahu- an serta mendatangkan manfaat dan kebaikan bagi manusia.

Si kertas ;  ya gadget, kita harusnya bergandengan tangan ikut membantu manusia meluaskan wawasan pengetahuan manusia. Mari kita kompak membantu manusia menjadi khalifah dimuka bumi ini, dengan lebih bertanggung jawab , baik untuk dirinya maupun alamnya.

Si gadget : Ya, kita harus bersama-sama cerdaskan manusia , kita harus kompak dan bisa saling mengisi demi kesejahteraan manusia.

Si kertas : mari !!

Artikel Terkait