Ternostalgia dengan lagu Avenged Sevenfold, Dear God, khusus di saat reff-nya Dear God the only thing I ask of you is to hold her when I’m not around, when I’m much too far away…” seolah menjawab suka-duka kejombloan saya. 

Di saat saya diam-diam mencintainya, saya harap Tuhan memeluk-Nya dengan kasih sayang-Nya. Meskipun yang saya cintai memiliki pasangan, saya harap yang mencintai dia tidak segera dicabut nyawanya.

Doa jomblo yang mungkin bisa dikatakan “ngenes” ini bisa jadi terkabul lo, hati-hati. Bagi saya, ini salah satu keasyikannya penjomblo, namun terkadang, di saat tertentu, mereka meradang kesepian. Nggak enak banget kalau pikiran udah ngelantur ke mana-mana gegara terlalu lama jomblo.

Sesuatu hal yang menurut saya asyik adalah mereka memiliki harapan yang bisa mereka tempuh demi kelayakan masa depannya. Punya rumah sendiri, motor, mobil, dan istri tercinta merupakan harapan yang melambung tinggi di pikiran para jomblo.

Mereka rela bekerja keras tanpa lelah mengejar harapan yang diidam-idamkannya. Tanpa ini, para jomblo kurang bergairah dalam menikmati hidup. Namun, entah sampai kapan si jodoh yang diharapkannya bisa mendarat di depan mata.

Nggak enaknya, terkadang merasa kesepian dan butuh teman yang dipercayai sekaligus dicintainya. Menjelang tahun baru, misalnya, betapa indahnya menikmati momen bersama dengan gebetan.

Bakar-bakar ubi di musim hujan seperti ini, aduhai rasanya. Kalau udah selesai acaranya, ngantar gebetan pulang ke kosnya pakai motor. Dan selama perjalanan, kode nggak ingin lepas sama doi terverifikasi dengan pelukan manisnya melalui pintu belakang.

Berbicara tentang jodoh memang merupakan isu yang misterius, yang hanya diketahui oleh pemegang takhta terbesar se-alam raya ini. Sudah berpacaran bertahun-tahun, eh, nikahnya sama orang lain. Sontak lagu “Pamer Bojo” Didi Kempot menjadi soundtrack teratas di list musiknya. 

Sudah nikah dan punya anak, eh, akhirnya putus tengah jalan, jadilah duda-janda. Lagu “Cidro” pun menjadi list musik favoritnya setiap hari. Ambyar.

Meski banyak yang memberikan tips-tips agar jodoh cepat nyosor dan enak disosor, tetap saja nggak ada yang bisa nyaingin kehendak Tuhan. Dari sini terkadang para jomblo merasa putus asa untuk mendapatkan jodohnya itu. 

Kata “Love” yang sering didengungkan oleh orang yang berpasangan betapa murah harganya diobral. Mungkin ini bisa menjadi salah satu alasan maraknya prostitusi, karena fake love yang murahan. 

Adakalanya seseorang itu bertahan karena cinta, dan berpisah karena cinta. Sayangnya, keduanya sama-sama nggak enak, karena memikul beban. Mending jomblo, bebas. Nah, tuh. Tapi meradang kalau lagi nafsu lihat orang berpasangan.

Sekadar saran saja sih, ini saya dapatkan di salah satu hadis Nabi Muhammad. Obat mujarab agar nafsu seks berkurang adalah berpuasa. Cobalah bila tidak ingin nafsumu seperti hewan, yang seenaknya aja nyosor sana-sini.

Berbicara tentang percintaan, saya rasa menarik bila mengutip kisah Jon Snow di serial Game of Thrones yang menyatakan Love is the death of duty kepada Tyrion Lannister di saat ia dikurung di istana kerajaan akibat membunuh kekasihnya, Daenarys Targaryan. 

Menurutnya, cinta itu bisa dibayar dengan kematian. Penyebab Jon Snow membunuh Dany bisa jadi karena kematiannya bisa meminimalisasi nafsu hegemoni kekuasaannya.

Hal itu terlihat jelas saat Dany dan naganya menghancurkan wilayah sekitar istana kerajaan tanpa pandang bulu. Padahal, pihak istana sudah memberikan kode menyerah.

Berbeda dengan kisah cintanya Jaimie Lannister kepada adiknya, Cersei. Mereka tetap bertahan sampai maut menjemput keduanya. Lika-liku kelanggengan kisah cinta gelapnya bisa dibilang menyayat jiwa, meski agak jorok sedikit karena hubungan incest.

Mulai dari kematian satu per satu dari anak haramnya, dipermalukan oleh Menteri Agama dalam naungan istana kerajaan hingga keduanya mati tertimbun batu istana yang mendekap dalam pelukan.

Pernah suatu cerita di sesi pertama, mereka ketahuan oleh Bran, seorang bocil dari putra Need Stark bermain kuda-kudaan di sebuah ruang kosong atas tebing. Jaimie pun dengan tanpa basa-basi menjatuhkannya dari jendela tebing, dan mengatakan, The things I do for love.

Pernyataan Jaimie tersebut diperkuat oleh kekasihnya, Cersei, yang pernah mengatakan: Love is poision. A sweet poison, yes, but it will kill you all the same.

Kira-kira pilih kisah percintaannya Jon Snow atau Jaimie? Kalau saya sendiri lebih suka kisahnya Jon Snow. Meski dia bisa dibilang gagal dalam hubungan percintaannya, ketulusan cintanya itu yang menurut saya perlu diapresiasi.

Beda cerita kalau yang mengalami kojombloan melalui jalan sufi. Terlepas apa pun agama dan keyakinannya, mereka rela mempertaruhkan seluruh hidupnya kepada Tuhannya tanpa perlu memiliki kekasih di dunia. 

Hal yang mereka yakini adalah Tuhan yang telah menciptakan makhluk hidup di seluruh alam ini, sudah tentu atas dasar cinta dan kasih sayang. Tidak akan merugi seorang manusia yang mabuk cinta terhadap Tuhannya.

Kisah kasak-kusuk percintaan memang tidak pernah selesai. Bahkan sampai di akhirat nanti, modal cinta yang tulus terhadap seluruh makhluk hidup di dunia ini bisa menjadi jaminan dapat kenikmatan dalam surga.

Meskipun di sana nanti kamu bercumbu secara bergantian sama bidadari, tak dipermasalahkan. Mungkin ada plat yang terpampang besar di surga, there is no such as singles.

Kembali ke jodoh. Apabila kalian termasuk orang yang kebelet ingin segera ketemu jodoh, sama seperti saya, bersabarlah. Tanam harapan-harapan terindahmu buat masa depan kelak. Minimal buatlah pesan, Dear God: kapan jodohku mendarat?

Semoga apa yang saya inginkan lebih indah daripada yang saya bayangkan. Begitu pun dengan Anda.