Tahun 2021 sudah berjalan kurang lebih 4 bulan lamanya, tentunya sudah banyak sekali berbagai peristiwa yang mengisi sepanjang tahun ini, mulai dari wacana pendidikan tatap muka di awal tahun, berbagai bencana yang melanda di daerah nusantara, program vaksinasi dan teror bom hingga isu-isu sosial politik dan ekonomi yang terus mengisi timeline kehidupan kita sehari-hari.

Selain itu banyak juga hal-hal yang menarik yang bisa dijadikan pembelajaran dan pengalaman pada tahun sebelumnya, yaitu tahun 2020. Mulai dari sensus penduduk, pilkada serentak hingga munculnya kasus pertama covid-19 di Indonesia yang akhirnya menjadikan situasi darurat kesehatan dan mengharuskan melakukan 3M (menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker). Dan juga mengakibatkan banyak korban jiwa akibat covid-19 dan lemahnya perekonomian sehingga menyebabkan banyaknya pekerja/karyawan di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) secara massal ditengah situasi pandemi.

Namun, hal-hal tersebut memang sudah menjadi konsumsi masyarakat yang hidup disebuah negara, baik kejadian alam maupun buatan akan selalu kita rasakan kehadirannya baik disengaja maupun tidak disengaja.

Disisi lain, mari kita melihat dan mengambil pengetahuan dari berbagai kejadian yang disajikan dengan data dan fakta yang bisa menambah suatu pemahaman kita dalam menyikapi dan mengambil keputusan atau kebijakan yang terjadi belakangan ini.

Ada beberapa data dan fakta yang dirilis oleh Faktadata dari berbagai sumber yang kredibel dan aktual yang menjadi rujukan dari kalangan akademisi dan professional. Berikut daftarnya:

1. Kesediaan Warga Indonesia untuk Melakukan Vaksinasi Covid-19, Februari 2021
Dalam persen

Pemerintah Indonesia telah memulai program vaksinasi Covid-19. Namun, seberapa besar kesediaan warga untuk divaksinasi?

Untuk mengetahui hal tersebut, Indikator Politik Indonesia menggelar survei nasional pada 1-3 Februari 2021. Survei dilakukan dengan metode simple random sampling dengan sampel 1.200 responden dan memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen.

Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional yang diwawancarai melalui telepon.

Hasilnya, sebanyak 15,8 persen responden mengatakan sangat bersedia untuk divaksin. Sedangkan 39,1 persen menyatakan cukup bersedia.

Responden yang menyatakan kurang bersedia dan sangat tidak bersedia untuk melakukan vaksinasi mencapai masing-masing 32,1 persen dan 8,9 persen.

Sumber:

Indikator Politik Indonesia, Siapa Enggan Divaksin? Tantangan dan Problem Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

2. Kepuasan Anak Muda (17-21 tahun) terhadap Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia, Maret 2021
Dalam persen


Mayoritas anak muda (52,1 persen) merasa cukup puas terhadap pelaksanaan atau praktik demokrasi di Indonesia. Sedangkan 0,7 persen lainnya merasa sangat puas.

Sementara sebanyak 36,7 persen menyatakan kurang puas, dan 3,6 persen merasa tidak puas sama sekali.

Hal tersebut terungkap dalam survei nasional yang diadakan Indikator Politik Indonesia pada 4-10 Maret 2021. Sebanyak 1.200 responden berusia 17-21 tahun diwawancarai melalui telepon.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional.

Sumber:

Indikator Politik Indonesia, Survei Nasional Suara Anak Muda tentang Isu-Isu Sosial Politik Bangsa

3. Indeks Keparahan Kemiskinan di Provinsi DKI Jakarta, Maret 2019-September 2020

Indeks keparahan kemiskinan (poverty severity index) di Provinsi DKI Jakarta meningkat dari 0,072 pada September 2019 menjadi 0,152 pada September 2020.

Indeks keparahan kemiskinan mengindikasikan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

Sebagai informasi, garis kemiskinan di Jakarta pada September 2020 adalah Rp683.339 perkapita perbulan. Garis kemiskinan ditentukan dengan menjumlahkan garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan non makanan (GKNM).

GKM adalah nilai pengeluaran untuk kebutuhan minimum makanan (setara 2100 kilo kalori perkapita perhari). Sedangkan GKNM adalah nilai minimum pengeluaran untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan pokok bukan makanan lainnya.

Sumber:

Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, Kemiskinan DKI Jakarta Kembali Meningkat

4. Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia, Januari-Desember 2020

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terpukul akibat pandemi Covid-19. Itu terlihat dari penurunan tajam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang 2020.

Meskipun terjadi beberapa kali kenaikan tipis jumlah kunjungan wisman secara bulan-ke-bulan (month-to-month) pada 2020, tetapi secara umum trennya menurun. Jumlah kunjungan wisman sepanjang 2020 tercatat sebanyak 4.022.505. Angka tersebut turun 75,03% jika dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada 2019 yang mencapai 16.106.954.

Jumlah kunjungan wisman pada Januari 2020 tampak menjanjikan dengan torehan angka 1.272.083 kunjungan. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada 2019 di periode yang sama yaitu sebanyak 1.201.735.

Sayangnya, di bulan-bulan berikutnya sepanjang 2020 jumlah kunjungan wisman tidak mampu lagi menyentuh angka 1 juta. Hal ini berbeda dengan jumlah kunjungan wisman selama 2019 yang secara konsisten mencatat angka di atas 1 juta setiap bulannya.

Sumber:

Badan Pusat Statistik, Berita Resmi Statistik, 1 Februari 2021

5. 10 Layanan Streaming dengan Jumlah pelanggan Terbanyak di Dunia, Kuartal ke-IV 2020
Dalam juta

Netflix memuncaki daftar layanan streaming dengan jumlah pelanggan (subscriber) terbanyak pada kuartal ke-IV tahun 2020. Netflix kokoh di puncak dengan 203,7 juta pelanggan.

Urutan kedua ditempati Amazon Prime Video dengan 150 juta pelanggan. Sedangkan layanan streaming audio, Spotify, mengekor di urutan ketiga dengan 144 juta pelanggan. Adapun pesaing terdekat Spotify dalam layanan streaming audio, Apple Music, berada di posisi kedelapan dengan 68 juta pelanggan.

Tiga layanan streaming video yang berbasis di Tiongkok yaitu Tencent Video (dikenal juga dengan nama WeTV), iQIYI, dan Youku, masing-masing berada di urutan keempat, kelima dan ketujuh.

Sementara Disney+ yang diluncurkan pada akhir 2019 lalu, melejit dengan raihan hampir 95 juta pelanggan hanya dalam waktu setahun dan berada di posisi keenam.

Amazon Prime Music dan Tencent Music yang masing-masing membukukan 55 juta dan 51,7 juta pelanggan berada di posisi kesembilan dan kesepuluh.

Sumber:

Visual Capitalist, Which Streaming Service Has the Most Subscriptions?


Itulah beberapa daftar data dan fakta terkini yang bisa kita lihat dan jadikan sebagai wawasan baru dalam melihat berbagai peristiwa, yang disajikan dalam bentuk statistik untuk menentukan arah keputusan dan kebijakan yang kita ambil.

Kedepan, kita akan melihat banyak lagi data dan fakta yang dapat dijadikan wawasan baru dalam melihat peristiwa berbentuk statistik serta ulasannya.

Tunggu data dan fakta selanjutnya.