Kegiatan mengujungi tempat bersejarah, mengandung tragedi, atau bahkan tempat yang memiliki atmosfir horror dapat disebut juga dengan wisata dark tourism. Jenis wisata ini memang terdengar menyeramkan, namun hal yang mengejutkan adalah wisata dark tourism ini memiliki banyak penikmat, lho. Apa sih sebenarnya wisata dark tourism itu? apa saja yang sebenarnya menjadi daya tarik dari wisata ini? bagaimana bisa hal menyeramkan dapat menarik minat pengujung?

Dark Tourism dapat diartikan sebagai perjalanan mengunjungi tempat wisata yang mengerikan, menyedihkan, bahkan cukup tragis untuk dikunjungi. Kata “dark tourism” merupakan dua kata yang mulai sering terdengar di telinga para wisatawan, khususnya wisatawan yang suka melakukan perjalanan wisata yang cukup ekstrim atau pun bersejarah yang biasanya di minati oleh kalangan anak muda maupun dewasa yang ingin mencari sensasi liburan yang berbeda. Di Indonesia, jenis wisata dark tourism bukanlah suatu hal yang baru, karena sudah sejak lama jenis wisata ini ada di Indonesia. Belum lagi masyarakat Indonesia memang dekat dengan hal-hal yang berbau mistis, horor, dan religi. Sehingga wisata dark tourism di Indonesia memang memiliki peminat tersendiri.

Motivasi keinginan para wisatawan dark tourism untuk berwisata cenderung cukup berbeda daripada wisatawan biasanya. Pasalnya, para wisatawan dark tourism melakukan wisata tersebut untuk bernostalgia pada suatu kejadian, mempelajari sejarah, atau bahkan sengaja melakukan wisata untuk merasakan langsung atmosfir kengerian dari lokasi wisata tersebut.

Daya tarik wisata merupakan suatu hal yang menjadi alasan mengapa lokasi wisata tersebut memiliki ketertarikan tersendiri untuk dikunjungi. Pada dark tourism tentunya hal utama yang menjadi daya tariknya dapat berupa pemberian atmosfir yang mengerikan, mencekam, ataupun tragis ketika wisatawan datang mengunjungi lokasi wisata tersebut. Namun, dark tourism tidak melulu mengenai hal-hal yang berbau mistis saja. Karena, peristiwa seperti bencana alam yang memakan banyak korban, kematian, serta tragedi juga dapat termasuk sebagai suatu potensi tempat tersebut dijadikan sebagai lokasi dark tourism.

Di Indonesia sendiri, salah satu wisata Dark Tourism yang cukup populer adalah bangunan penginggalan zaman penjajahan di Semarang, Jawa Tengah yaitu Lawang Sewu yang merupakan bangunan bekas penjara pada masa penjajahan Belanda. Wisatawan yang datang mengunjungi tempat wisata ini cenderung akan mendapatkan pengalaman unik. Seperti rasa takut atau bahkan iba karena mengingat sejarah kelam yang dilakukan oleh tentara kolonial terhadap pribumi yang konon katanya kerap disiksa sampai mati.

Melihat fenomena ini, Direktur Eksekutif Institut Penelitian dark tourism di Universitas Central Lancashire di Inggris, Philip Stone, juga mengatakan adanya selera masyarakat yang membuat destinasi ini makin berkembang.

"Saya pikir 'wisata kelam' ini beralih dari alasan politik atau alasan budaya ke ekonomi pengunjung untuk mengingat kematian dan bencana," katanya.

"Ada semacam mania (kesukaan) pada hal yang bersifat memorial.”

Lalu, mengapa orang-orang bisa terpikat dengan 'wisata kelam'?.

Stone mengatakan, "Saya pikir ketika kita pergi ke suatu tempat ('wisata kelam'), kita melihatnya bukan sebagai sesuatu yang asing tapi kita seringkali melihat diri kita sendiri dan bila kita hidup di masa itu, kita mungkin akan melakukan dan merasakan hal yang sama."

Para wisatawan yang mengunjungi lokasi terjadinya suatu tragedi lebih tertarik untuk mencari makna dari kejadian yang pernah terjadi pada lokasi tersebut. Ikut berempati dengan mendoakan di lokasi tersebut juga menjadi alasan para wisatawan untuk berkunjung. Setelah selesai mendoakan, biasanya para wisatawan akan dapat mengambil manfaat yang bisa diperoleh pada kehidupan mereka.

Banyaknya pengakuan ataupun urban legend yang tersebar luas pada masyarakat juga dapat menjadi suatu daya tarik dari dark tourism. Tidak sedikit wisatawan yang berbondong-bondong datang hanya untuk membuktikan sendiri mengenai kengerian yang dimiliki oleh lokasi wisata tersebut.

Walaupun belum ada angka pasti mengenai berapa banyak rata-rata dari wisatawan dark tourism namun, tetap dapat dilihat keberadaan dark tourism mengalami peningkatan jumlah wisatawan. Terlebih jika lokasi wisata tersebut tiba-tiba menjadi viral karena terjadi suatu kejadian kembali pada lokasi wisata tersebut. Para wisatawan akan dengan sendirinya mendatangi lokasi wisata untuk mengetahui atau merasakan secara langsung.

Nyatanya, wisata dark tourism tidak kalah seru dan menantang dibandingkan dengan genre wisata lain. Dalam wisata dark tourism kita tidak hanya mendapatkan atmosfir kengerian yang dapat membuat bulu kuduk kita berdiri namun kita juga bisa mempelajari sejarah yang terjadi di dalamnya dan mengambil pelajaran dari tragedi yang terjadi di tempat tersebut. Dalam dark tourism juga kita tahu bahwa wisata tidak melulu soal kesenangan dan kegembiraan namun tragedi dan bencana juga bisa dijadikan wisata yang cukup menjanjikan untuk dijadikan tempat untuk melepas penat dari rutinitas.