Pernahkah kita mengatakan 'iya' terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak ingin kita lakukan? Padahal jika kita melakukannya, kita juga yang akan merasa lelah dan menderita. Orang-orang seperti ini biasa disebut dengan people pleaser.

People pleaser merupakan julukan untuk seseorang yang selalu berusaha untuk membuat orang lain merasa senang. Biasanya, seorang people pleaser akan melakukan apapun untuk membuat orang lain tidak merasa kecewa. Hal yang paling terlihat dari seorang people pleaser adalah sulit untuk berkata 'tidak' atau menolak permintaan bantuan seseorang akan membuat people pleaser berpikir bahwa Ia tidak peduli tentang mereka.

Memang sih kalau kita ditolak itu rasanya sakit dan rasa sakit ini yang akhirnya membuat kita merasa gak enak untuk menolak orang lain. Padahal, bisa saja rasa takut mengecewakan hanya ada di dalam pikiran kita dan orang yang kita tolak tidak merasa sakit hati. Sekilas menjadi people pleaser memang terlihat positif, tapi hal ini bisa menimbulkan efek negatif.

People pleaser kerap kali merasa takut terhadap penolakan, terkadang people pleaser tetap memaksakan untuk menjalani keadaan dengan alasan takut tidak diterima atau mungkin di cap tidak asik. Ketakutan terhadap penolakan juga memberikan dampak pada kebiasaan people pleaser yang cenderung menghindari konflik dan lebih sering untuk berkata 'maaf'.

Yuk, kita lihat kedalam diri kita apakah kita adalah seorang people pleaser? Jika iya, mari kita coba mengatasi hal ini dengan belajar untuk menjadi people person.

People person adalah seseorang yang bisa menghargai pendapat orang lain. Seseorang yang bisa berani untuk menyampaikan opininya dan ramah. Fokuslah menjadi orang yang lebih baik dan pada akhirnya kita bisa lepas dari label people pleaser.

Yang bisa dilakukan people pleaser untuk menjadi people person adalah dengan cara berikut:

1. Self Love

Self love merupakan hal yang penting. Kita harus menyadari bahwa diri kita juga sama dengan orang lain. Kita harus peka terhadap diri kita bahwa kita juga membutuhkan me time untuk tetap menjaga kesehatan jiwa dan raga.

Self love tidak selalu membuat seseorang menjadi egois. Justru self love dapat membuat kita lebih memahami kapasitas diri kita.

2. Komunikasi yang Baik

Beranilah untuk berkata 'tidak' ketika kita merasa lelah atau tidak nyaman di dalam hati kita. Tidak ada yang memahami kondisi kita selain diri kita sendiri, kita harus jujur apakah kita benar ingin melakukan hal tersebut?

Kemudian, sebelum kita mengatakan 'tidak' kepada orang yang terdekat seperti orang tua, saudara, atau teman harus menggunakan kata-kata yang baik. Apalagi dengan orang tua, jelas kita harus menyampaikan dengan baik dan sopan. Mereka yang mencintai dan menyayangi kita, tentu dapat memahami keinginan kita.

3. Memahami Batasan Diri

Memahami kapasitas dan batasan diri menjadi bukti bahwa kita menghargai diri kita dan menjadikan kita seorang people person. Dengan menghargai diri kita, kita jadi bisa menghargai orang lain. Dan dengan mengetahui batasan diri kita, kita juga bisa memahami batasan diri orang lain. Kita tidak akan merasa sakit hati apabila seseorang menolak permintaan kita.

Kapasitas diri dan komunikasi saling berkaitan. Orang lain tidak akan mengetahui bagaimana perasaan dan kondisi kita sebagai seorang people pleaser karena sulit untuk berkata 'tidak'. Kitalah yang bertanggung jawab atas batasan diri yang kita buat meski kita tidak bisa memaksakan batasan diri kita kepada orang lain ataupun sebaliknya.

4. Jangan Pedulikan Perkataan Orang Lain

Pada dasar nya, people pleaser adalah sosok yang membutuhkan validasi dari orang lain. Dengan kata lain, apa yang orang lain katakan tentang kita lebih bernilai daripada apa yang kita katakan kepada diri kita sendiri dengan alasan kita takut tidak diterima oleh suatu golongan atau kelompok.

***

Kemudian, bagaimana jika kita sudah memahami batas diri dan juga cara untuk menjadi people person tetapi masih menemui orang-orang yang tidak bisa menghargai hal tersebut?

Jelas yang harus kita lakukan adalah menyampaikan kepadanya mengenai batasan atau kapasitas yang kita miliki dengan sopan. Kita harus selalu ingat bahwa ketika seseorang meminta pertolongan, kita juga punya hak untuk menerima atau menolak dan kita juga harus tegas agar kita juga tidak menyusahkan diri kita sendiri. Hal ini bukan untuk pembenaran terhadap sifat egois, melainkan upaya agar kita tidak mengalami kewalahan atau bahkan merasa anxiety dan burn out terhadap sesuatu yang sebenarnya juga tidak ingin kita lakukan.

Hiduplah tanpa perlu rasa sungkan selama kita tidak menyakiti atau merugikan orang lain. Jangan khawatir dengan penilaian orang lain dan jangan sampai untuk menjaga perasaan orang lain membuat kita tidak menjadi diri kita yang sesungguhnya.

Dan jika kamu menemukan temanmu adalah seorang people pleaser, jangan segan untuk sampaikan kepadanya agar ia bisa lebih memperhatikan dirinya.