Perkembangan pribadi anak sangat dipengaruhi oleh peran keluarga. Terdapat beberapa orang tua yang lebih sibuk bekerja dan ibu sibuk mengurusi pekerjaan rumah tangga sehingga kurang memperhatikan dalam belajar anak.

Selain itu faktor yang mempengaruhi prestasi anak adalah rendahnya pendidikan dan pengetahuan orang tua. Dari hasil penelitian terhadap beberapa siswa yang membolos sekolah terlihat karena kurangnya kedisiplinan dan perhatian untuk belajar dari orang tuanya. 

Keterbatasan ekonomi keluarga juga dapat mempengaruhi proses belajar siswa, di mana siswa terkadang harus membantu orang tua bekerja. 

Hal ini menjadi pengaruh dalam kehidupan mereka ketika mengasuh anak dengan perbedaan pola asuh yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dimana pengasuhan itu dilakukan hanya berdasarkan keinginannya, bukan pada pengetahuan yang semestinya. Sehingga pola asuh orang tua terhadap belajar anak berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar siswa di sekolah.

Pola asuh yang tidak membuat anak tertekan, orang tua tidak memaksa anak dengan kekerasan, anak masih diberi kebebasan untuk bermain dalam belajar tetapi masih dalam pengawasan orang tua. 

Sehingga kegiatan belajarnya tidak terganggu dan anak menjadi punya prestasi yang baik di sekolah.

Namun jika pola asuh yang diterapkan cenderung membiarkan anak seperti orang tua kurang memberikan perhatian terhadap belajar anak, terlalu membebaskan anak dalam bermain tanpa ada pengawasan orang tua, tidak membatasi waktu kegiatan anak dalam kesehariannya dan tidak memperhatikan waktu tidur anak sehingga anak terkadang terlambat tidur dimalam hari. 

Hal ini membuat anak lupa tanggung jawabnya untuk belajar di rumah dan pengaruh anak terlambat tidur dimalam hari membuat anak tidak fokus belajar saat di sekolah atau bisa saja tertidur saat kegiatan belajar dilaksanakan. 

Serta orang tua membiarkan anak membolos sekolah bahkan meminta anak untuk membantu bekerja. Sehingga prestasi belajar anak rendah tidak mengalami peningkatan yang lebih baik. 

Pola asuh yang terlalu memaksa anak untuk belajar dengan cara kekerasan. Hal ini membuat anak semakin tertekan dan malas untuk belajar.

Kekerasan terhadap anak membawa kesan buruk terhadap orang tuanya dan anak tidak fokus untuk belajar jika terlalu ditekan, hal ini membuat anak jadi bingung saat belajar dan sulit untuk mengerti, bisa membuat prestasi anak menurun.

Jika orang tua tidak mendisiplinkan anaknya, maka kepribadian seorang anak akan cenderung tidak baik, seperti tidak punya rasa hormat sesama teman maupun orang yang lebih tua. 

Karena sifat atau kepribadian anak tumbuh mulai dari bagaimana cara orang tua memperlakukannya di rumah, apa yang mereka lihat dari orang tuanya maka itulah yang akan diikutinya. 

Jadi orang tua harus sangat memperhatikan dan mendidik anak dengan baik, karena begitu banyak dampak terhadap kepribadian maupun prestasi yang diperoleh anak dari bagaimana cara orang tua memperlakukan atau mendidik mereka.

Jadi saran dari saya, siswa sangat memerlukan perhatian yang lebih dari orang tuanya, karena mereka sangat membutuhkan perhatian orang tua dalam bentuk kedisiplinan dalam aktivitas keseharian mereka terutama dalam hal belajar. 

Dan orang tua penting berusaha meluangkan waktu bersama anak. Karena kebersamaan orang tua dengan anak merupakan faktor penting untuk menjalin kedekatan antara orang tua dan anak.

Serta selalu memberikan motivasi dalam belajar anak agar anak selalu bersemangat untuk belajar di sekolah maupun di rumah. 

Orang tua juga harus memilih sistem pola asuh yang tepat untuk anaknya sehingga anak bisa memiliki prestasi yang baik. Juga selalu memberikan pengertian pada anak bahwa pendidikan sangat penting untuk masa depannya, agar anak bisa semangat untuk belajar dan tidak ingin membolos sekolah atau tidak malas belajar. 

Yang terutama orang tua harus bisa mengenali pribadi anak sendiri, sehingga memudahkan untuk mengetahui bagaimana cara mendidik atau mengasuh anak dengan tepat dan benar untuk menjadikan seorang anak yang berprestasi baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Jika seorang anak mempunyai prestasi yang baik, akan lebih mudah untuk mengembangkan dirinya dalam kegiatan bersaing dibidang apapun baik tingkat nasional maupun internasional.

Hal ini bisa membuat kebanggaan tersendiri untuk diri anak sendiri, keluarga, masyarakat, maupun negara.

Orang tua sesekali membawa anak jalan-jalan keluar untuk menyegarkan diri, agar anak tidak terlalu stres memikirkan kondisi belajar, anak menjadi bisa fokus kembali.

Setelah diajak jalan-jalan sehingga anak mudah untuk mengerti pelajarannya kembali, dan anak bisa mendapatkan ilmu dari alam di luar atau belajar melalui melihat alam di luar.

Seperti jalan-jalan di kebun binatang, orang tua bisa mengenalkan berbagai macam-macam binatang dan kelompok-kelompoknya, bisa mengajarkan apa makanannya, bagaimana cara hewan-hewan tersebut berkembang biak, dan lain sebagainya.

Namun jika terlalu sering membawa anak jalan-jalan, hal itu tidak terlalu baik untuk anak, ia akan menjadi malas untuk belajar karena terlalu senang melihat alam luar, secukupnya saja untuk mendapatkan konsentrasi anak kembali.