Pelajar
3 bulan lalu · 50 view · 5 min baca · Ekonomi 44807_98629.jpg

Dampak Kegiatan Kreasi Limbah Kertas

Sejak manusia mengenal peradaban, ribuan tahun yang lalu, manusia selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya untuk kenyamanan hidupnya. Kenyamanan hidup selain untuk dinikmati oleh dirinya sendiri pada saat masih hidup serta diharapkan dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. 

Daya  dukung  alam  dapat  berkurang dengan  berputarnya waktu   dan   pesatnya   perkembangan   ilmu   pengetahuan,   teknologi   serta kemajuan  industri.  Seiring  dengan berjalannya  waktu  sampai  sekarang  ini manusia  untuk  memenuhi kebutuhan berupa sandang,  pangan  dan papan, cenderung  memanfaatkan  penemuan-penemuan  baru  ilmu  pengetahuan  dan teknologi   untuk   mengambil hasil   kekayaan   alam   yang  tersedia   dengan sebanyak-banyaknya dan secepatnya. 

Perkembangan  teknologi  dan  industri  yang  pesat  ini ternyata  membawa dampak  bagi  kehidupan  manusia,  dampak terhadap lingkungan yaitu dapat mengurangi daya dukung alam yang akan mengurangi kemampuan alam untuk mendukung kelangsungan hidupnya manusia serta akan menimbulkan pencemaran daratan.

Pencemaran  daratan  relatif  lebih  banyak  terjadi  karena  faktor  eksternal yaitu pencemaran  yang  diakibatkan  daratan  karena  perbuatan  dan aktivitas manusia. Pencemaran daratan pada umumnya berasal dari limbah.  


Limbah merupakan  buangan  yang  dihasilkan dari  proses  produksi baik  industri  maupun domestik  yang  akan menimbulkan penumpukan pada limbah terutama pada limbah padat. Limbah padat itu terdiri dari berbagai  macam  komponen  baik yang bersifat  organik  maupun  non-organik. 

Salah satu limbah organik yang dihasilkan oleh pencemaran daratan adalah kertas. Kertas merupakan salah  satu kebutuhan manusia  yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari manusia membutuhkan kertas untuk menulis, mencetak maupun untuk membungkus sesuatu. 

Kertas telah menjadi kebutuhan   pokok   dalam   berbagai   bidang. Dalam bidang pendidikan kertas mutlak diperlukan untuk  para  pelajar  dalam  berbagai keperluan. Konsumsi  kertas  bagi  para mahasiswa merupakan hal yang tidak banyak diperhatikan.

Berdasarkan  hasil  wawancara  dengan  staff  bidang  kebersihan  di  Dinas Kebersihan Pertamanan dan  Pemakaman  Tangerang  Selatan  bahwa jumlah timbunan  sampah yang dihasilkan  di  daerah  Tangerang  Selatan tahun 2015 adalah 808 ton/per hari. Sedangkan sampah yang ditangani  oleh DKPP  Tangerang  Selatan  sebanyak±200  Ton/hari,  750  m3/hari.  

Jumlah konsumsi kertas Indonesia di tahun 2006 adalah 5,96 juta ton. Konsumsi kertas di Indonesia terus meningkat satu kilogram perkapita tahun atau sekitar 220.000 ton. Dalam sebuah program Cleaning Day yang  diadakan  oleh  sebuah  perusahaan  sumber energi  di  daerah bisnis Kuningan, Jakarta,  terkumpul  sampah  kertas  tak  terpakai sebanyak  2  ton kertas,  selama  kurun  waktu  lima  tahun  menghuni  gedung tersebut. 

Jumlah sampah   yang   dihasilkan   30-40%   merupakan   sampah   kertas. Maka  dari  itu  perlu  adanya  inovasi  baru  untuk  menyelesaikan masalah limbah  kertas  tersebut  dengan  memanfaatkannya.  

Pemanfaatan limbah  dapat dilakukan  dengan resue (penggunaan kembali) serta recycle (daur ulang). Resue adalah  penggunaan  kembali  sampah-sampah  yang  masih  dan dapat  dimanfaatkan  tanpa  dilakukan  pengelolaan khusus.  Sedangkan recycle adalah  daur  ulang   atau  penggunaan kembali  limbah  yang  masih  dapat dimanfaatkan,  tetapi  harus  diberikan pengolahan  tertentu  sehingga  hasil akhirnya  menjadi  barang  yang berbeda  dan  fungsi  yang  sama  atau  berbeda seperti limbah kertas. 

Di Indonesia, pemanfaatan limbah kertas lebih banyak dilakukan dengan cara  didaur ulang agar  jumlah  sampah dapat dikurangi   dan   sumber   daya   pohon-pohonan   (bahan   baku   kertas)   dapat terselamatkan   serta   memiliki   nilai   ekonomis   sehingga   dapat   membantu memberikan nilai tambah. 

Dengan  kebutuhan  seperti  sandang,  pandang,  dan  papan  manusia  yang secara  terus-menerus  meningkat  sehingga  manusia  berusaha untuk  dapat memenuhi  kebutuhannya  demi  keberlangsungan  hidup.  

Salah  satu  cara  yang dilakukan  agar  kebutuhan  manusia  terpenuhi  untuk  kehidupannya  yakni menciptakan  penghasilan  sendiri  melalui menciptakan  usaha  sendiri  yaitu dengan berwirausaha. Proses   kewirausahaan   diawali   dengan   adanya tantangan.  


Dari  tantangan  tersebut timbul  gagasan untuk berinisiatif, sehingga  tantangan  awal tadi  dapat  terpecahkan. Tahap proses  penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda itulah disebut tahap kewirausahaan. Dan kunci dari  kewirausahaan  adalah  melakukan  inovasi-inovasi  baru.  

Inovasi-inovasi baru bisa diciptakan melalui perubahan bentuk, yaitu mengubah bentuk benda yang  tidak  berguna  atau  kurang berguna  menjadi  bentuk benda  yang  lebih berguna, hal  ini  akan  memberikan  hasil  dari  benda  tersebut. Salah  satunya dengan mengubah limbah kertas menjadi sesuatu yang baru dan berbeda dari yang lain yaitu dengan membuat kreasi enigami. 

Kreasi  enigami  merupakan  kreasi yang  berasal  dari  limbah  kertas  yang sudah  tidak  terpakai yang  dapat  dijadikan sebuah  karya  seni  berupa boneka, tempat pensil, lampu tidur dan lain-lainnya dengan berbagai banyak karakter yang dikolaborasikan dengan imajinasi dan kombinasi berbagai teknik kertas. 

Kreasi enigami ini diciptakan pada tahun 2010 oleh dua orang mahasiswa UINSyarif   Hidayatullah   Jakarta   yang   keduanya mempunyai   tujuan untuk melakukan  pengolahan  limbah  terutama  limbah  kertas  dengan cara  mendaurulang   kertas   bekas   dan   menjadikannya   barang   yang   bernilai   jual   serta bermanfaat  yang kemudian  menjadikan  kreasi enigami  sebagai  suatu  usaha bagi  kedua mahasiswa tersebut  untuk  menambah  penghasilan  bagi  mereka pribadi. 

Komunitas  Enigami  tergerak untuk  mengumpulkan  kertas-kertas  bekas pembuatan skripsi  lebih  berdaya  guna.  Muhammad  Sarudi mengatakan  dirinya  dan  seorang  teman tergerak  mengolah kertas bekas setelah mengikuti program sosial enterprise yang diadakan salah satu lembaga dakwah pada 2013.

Alasan  awal  menciptakan  kreasi  limbah  kertas  melalui  enigami  adalah alasan keuangan  bagi  pendiri  komunitas  enigami, seiring berjalannya waktu komunitas enigami  mengembangkan  kreasi  enigami  untuk  alasan pelayanan. Komunitas  enigami memfokuskan  pada  GAS(Green ArtSocial) yaitu   menciptakan   karya   seni   yang   dihasilkan   dari   kepedulian lingkungan  yang  bernilai  bisnis  sehingga  dapat  membantu perekonomian masyarakat. 

Awalnya  komunitas  ini  hanya  bertujuan  untuk  memberdayakan  kertas bekas. Tetapi setelah  mengikuti  ajang  Bank Indonesia Entrepreneur (BIPreneur) dan Greenpreneurship Challenge tahun 2012,   kedua mahasiswa (FEB) ini membulatkan tekad terjun ke masyarakat. Mereka  memberikan pelatihan soft  skill  dalam mengelola   kertas.  

“Kami juga mengajak mereka bekerjasama guna mengangkat perekonomian mereka,” jelas Rofiq. Pemberdayaan    yang    dilakukan    oleh    komunitas    enigami    melalui peningkatan kemauan  dan kemampuan  dalam  bentuk  melakukan  pelatihan melalui  kreasi  limbah kertas  yang  diberikan  pada  anggota  sanggar  yang dinamakan  kegiatan sanggar  dan pemberdayaan  dalam  bentuk  pelatihan, pendampingan   serta   peningkatan   akses   pada ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Jombang, Ciputat. 

Berdasarkan  hasil  wawancara  dengan  salah  satu  tim  inti  komunita senigami banyak dampak yang diterima ketika bergabung menjadi komunitasenigami tersebut terutama dampak dari pemberdayaan yang dilakukan kepada ibu-ibu  rumah  tangga  di  wilayah Jombang. 


Dengan adanya  pemberdayaan yang  dilakukan  mereka  mendapatkan keuntungan  dari  hasil  produksi  kreasi limbah  kertas  enigami  yang mereka  buat sendiri.  Berdasarkan  pernyataan salah   satu   tim   inti   komunitas   enigami   dalam   sebulan   mereka   bisa memproduksi 20-30 kreasi enigami dalam bentuk boneka dengan harga jual Rp 75.000 satu boneka. 

Pemberdayaan  yang dilakukan oleh komunitas enigami ini bukan hanya memberikan  dampak  yang  nyata  berupa  keuntungan  yang  dapat  digunakan untuk  memenuhi  kebutuhan  pokok  saja  tetapi memberikan  dampak  lainnya bagi  kehidupan  anggota  komunitas  setelah  mendapatkan  pemberdayaan dalam bentuk pelatihan tersebut.

Artikel Terkait