Kita memasuki zaman teknologi audiovisual yang mana semua aktivitas manusia memerlukan teknologi IT. Aktivitas manusia sehari-hari di zaman sekarang ini tidak pernah terlepas dari yang namanya Smartphone. 

Di zaman sekarang anak-anak yang masih di bawah umur saja sudah bisa dengan bebas menggunakan telepon genggam yang berteknologi canggih. Padahal jika kita mengkilas balik masa lalu, saat kita SD, belum mengenal yang namanya internet.

 Zaman sekarang orang menempatkan internet sebagai kebutuhan primer mereka. Karena tanpa internet orang akan kesulitan dalam mengetahui infomasi terkini. Ada juga beberapa alasan lain orang yang menjadikan internet sebagai kebutuhan pokok mereka.

Misalnya seseorang tidak bisa terlepas dari gadgetnya karena dia adalah seorang pebisnis dan selalu menjadikan internet sebagai sarananya, bisa juga seseorang tidak bisa terlepas dari internet karena kecanduan media sosial, alasan yang lain adalah kecanduan game.

Berbicara soal game, mungkin bagi kebanyakan orang merupakan suatu hal yang menyenangkan karena bisa menghibur dan bisa juga menjadi suatu tantangan. Di luar itu, game bisa juga berpengaruh negatif terhadap seseorang.

Saya yakin dan percaya 7 dari 10 orang yang membaca tulisan ini pasti tahu ataupun pernah mendengar tentang apa itu mobile legend. Mobile Legend adalah sebuah permainan di android yang diluncurkan oleh perusahaan Riot Games yang dirancang untuk pengguna smartphone.

Game ini populer di Indonesia sejak awal 2017 dan diminati berbagai kalangan umur, tak terkecuali orang dewasa. Bahkan orang yang sudah menikah pun banyak yang memainkan game ini.

Seseorang yang telah merasa asik dengan game ini akan lebih memprioritaskan gamenya dari pada hal hal yang bisa menguntungkan dirinya seperti contoh dalam hal belajar. Adapula dampak lain, seseorang akan lebih individualis atau sibuk dengan dirinya sendiri.    

Adapun dampak yang paling merusak seperti yang telah dihimpun oleh Business Insider, bahwa ada beberapa hal yang terjadi jika terkena radiasi sinar biru ini antara lain yaitu kerusakan pada retina.

American Macular Degeneration Foundation telah memperingatkan bahwa kerusakan pada retina yang disebabkan radiasi sinar biru menyebabkan degenerasi macula. Hal ini menyebabkan hilangnya penglihatan sentral  dan dapat menyebabkan katarak.

GigaOM mengutip sebuah pernyataan dari salah satu dokter mata yang menyebutkan bahwa dia mulai melihat orang berusia 35 tahun memiliki mata berawan dengan katarak sama seperti orang berusia 75 tahun. Sungguh mengerikan dampak sinar biru terhadap mata manusia..

Adapun dampak buruk lain yang diakibatkan antara lain merusak siklus tidur dikarenakan sinar biru mengganggu produksi melatonin (hormon yg membantu proses tidur). Dampak lainnya dari game ini adalah rentan terhadap depresi.

Penelitian juga menunjukkan bahwa orang-orang yang tingkat melatoninnya ditekan dan jam tubuhnya dikacaukan oleh paparan sinar biru lebih rentan terhadap depresi. Ada juga pengaruh game ini terhadap keuangan yaitu bisa membuat orang menjadi lebih boros karena harus selalu membeli kuota data internet.

Menurut penelitian, seorang pemain game mobile legend itu lebih agresif dibandingkan orang orang pada umumnya. Agresif yang dimaksud di sini adalah perasaan mudah terpancing emosi.

Sungguh memprihatinkan jika hari ini manusia telah diperbudak oleh teknologi yang ada. Bangsa kita akan kehilangan orang-orang cerdas karena generasi yang ada sudah tidak mempunyai semangat belajar lagi, hanyut dibawa oleh pengaruh dari teknologi khususnya game.

Namun semua dampak seperti itu bisa diatasi oleh batasan dalam penggunaan game yang bisa membuat seseorang lupa akan segala hal. Namun saya yakin semua hal ini pasti ada masanya.