Kita sudah tidak asing lagi dengan nama Mobile Legends, PUBG, CoC, Free Fire, Dota 2, Point Blank, Valorant dalam kehidupan kita. Ya benar, itu adalah contoh-contoh dari beberapa nama permainan atau game online yang sudah banyak orang memainkan game tersebut. Mulai dari umur anak-anak hingga umur orang dewasa sudah banyak yang mengenali dan memainkannya.

Game online sudah banyak keluar dan dapat dimainkan di PC maupun smartphone yang kita miliki. Permainan tersebut dapat dijalankan ketika kita memiliki jaringan internet, tanpa jaringan internet kita tidak bisa memainkan game tersebut.

Banyak anak-anak dan orang dewasa lebih memilih bermain game online daripada game tradisional yang sudah keluar terlebih dahulu daripada game online. Alasannya adalah dengan bermain game online mereka tidak perlu keluar rumah untuk bermain permainan. Mereka bisa bermain dengan berdiam di rumah.

Mereka tidak perlu waktu yang lama untuk menunggu teman lainnya datang berkumpul di lapangan lalu bermain bersama. Dengan bermodalkan smartphone dan internet mereka sudah dapat bermain bersama.

Tercatat pada tahun 2020 sebanyak 28,1 juta orang memainkan game online. China menjadi negara teratas dalam menyumbang pemain game online di dunia. Mengingat China memiliki kecepetan jaringat internet yang lebih cepat daripada negara lainnya.

Menurut beberapa orang, game online lebih seru daripada game tradisional karena melalui game online mereka sudah dapat berkenalan dengan teman dari negara lain.

Dulu jika kita ingin memainkan game online kita harus memakai komputer dan pergi ke warnet. Tetapi dengan berkembangnya zaman, game online sudah hadir dan dapat dimainkan di smartphone.

Sudah bisa kita rasakan game zaman sekarang sudah mengalami perubahan yang sangat luar biasa baik dari segi penampilan maupun segi keseruan yang dapat kita rasakan.

Game online memiliki tantangan tersendiri daripada permainan tradisional. Mereka harus bisa melewati tantangan tersebut dengan berbagai cara. Keseruan lainnya adalah pada game online terdapat level, pangkat, senjata, dan item-item yang lain.

Dengan level atau pangkat yang berbeda mereka memiliki tantangan yang berbeda dengan pemain yang lain. Sehingga mereka berloma-lomba untuk menaikkan level atau pangkat yang mereka miliki agar bisa melewati tantangan yang lebih seru.

Dengan banyaknya pemain game online, tidak sedikit developer game online tersebut mengadakan perlombaan yang memberi hadiah uang banyak. Tercatat game online yang mengadakan kompetisi game online terbesar dan pemberi hadiah terbanyak adalah game online Dota 2 dengan menghadiahkan uang total $ 47,760,560.77 atau sekitar Rp. 676.000.000.000.

Melihat banyaknya hadiah yang diterima, banyak orang yang ingin menjadi pro player. Dengan menjadi pro player, mereka bisa mengantongi uang banyak dan dapat merubah kehidupan mereka.

Tapi dengan seiring berkembangnya game online dan dampak positif yang bisa kita miliki, tidak bisa dipungkiri bahwa game online yang kita mainkan dapat membawa dampak buruk yang sangat besar terhadap gaya hidup kita.

Sudah bisa kita lihat bahwa dengan bermain game online kita menjadi lupa akan waktu. Banyak kegiatan-kegiatan penting yang terbuang demi bisa bermain game online, misalnya belajar, berkumpul dengan keluarga, bertemu dengan teman secara langsung, dan lain-lain.

Banyak orang tua yang mengeluh jika anak mereka sudah bermain game online. Tidak jarang para orang tua marah besar terhadap anaknya akibat dari kecanduan bermain game online. Anak dengan umur 15 tahun kebawah sangat rentan terhadap kecanduan bermain game online.

Di umur yang begitu sangat muda, para orang tua mengharapkan anaknya bisa mengisi waktu dengan kegiata-kegiatan positif. Dengan bermain game online, beberapa orang tua menganggap hal tersebut sebagai media hiburan dikala lelahnya pikiran saat belajar.

Namun, terkadang anak-anak lupa waktu hingga larut malam demi menyelesaikan misi game online yang mereka mainkan. Akibatnya mereka sering bangun terlambat, lupa melanjutkan kegiatan belajar.

Selain berdampak pada waktu, game online sering menjadi pengaruh buruk terhadap kesehatan anak-anak zaman sekarang. Mereka sangat fokus terhadap game online yang mereka mainkan, sehingga kadang tidak sadar mendekatkan kedua mata mereka pada layar smartphone.

Kesehatan mata, kedua tangan, tubuh menjadi terganggu akibat bermain game online. Kedua tangan dan jari-jari mereka harus selalu bergerak demi menjalankan karakter-karakter yang mereka pilih dan dengan skill-skill yang berbeda.

Pola makan dan minum mereka juga ikut terganggu karena terlalu asik bermain game online. Tidak jarang anak-anak melupakan waktu makan ketika sudah terlalu fokus bermain game. Hal tersebut disebabkan pada saat mereka sudah capek bermain game, biasanya mereka memilih tidur daripada makan terlebih dahulu.

Akibatnya kesehatan mereka menurun akibat pola makan dan minum yang tidak teratur. Bahkan orang dewasa sekalipun juga ikut terganggu dalam mengatur jadwal makan mereka. Telah kita ketahui, beberapa game online tidak bisa ditinggalkan ketika sudah memasuki arena.

Selain menghilangkan rasa peduli terhadap waktu dan kesehatan, game online juga secara tidak langsung menghilangkan rasa peduli terhadap sesama. Mereka tidak bisa melihat keadaan sekitar dan membuat mereka menjadi bodoamat terhadap lingkungan sekitar.

Tidak jarang para orang tua marah akibat anak mereka yang lupa menolong kedua orang tuanya yang disebabkan sedang asik bermain game.

Cara terbaik agar tidak ketergantungan bermain game adalah mengisi waktu kosong dengan mengerjakan kegiatan positif misalnya mengerjakan tugas sekolah, melihat tontonan yang menambah ilmu pengetahuan, dan lain-lain yang bersifat positif. Kita harus bisa menghargai waktu dan memiliki rasa peduli terhadap lingkungan kita agar kita tidak menumbuhkan rasa tidak peduli. Kita boleh saja bermain game tetapi kita juga harus mengenal waktu dan tempat.