Saat ini kita berada pada era digital atau era revolusi indusri 4.0. Hal ini ditandai dengan makin majunya ilmu pengetahuan dan canggihnya teknologi. Kemajuan teknologi saat ini telah mampu mengintegrasikan antara dunia fisik, biologis dan digital.

Pada era ini, seseorang harus siap untuk mengikuti segala perkembangan yang ada di dunia maya atau cyberspace. Perkembangan saat ini terjadi dengan begitu cepat karena tidak terbatas oleh adanya ruang dan waktu.

Era digital telah menciptakan terjadinya perubahan atau pergeseran gaya hidup masyarakat. Perubahan tersebut terjadi begitu alami, sehingga tanpa disadari masyarakat telah mengikuti terjadinya perubahan trend atau gaya hidup tersebut.  

Banyak kebutuhan-kebutuhan baru yang lahir pada era ini. Kebutuhan akan gadget misalnya yang saat ini seolah telah menjadi kebutuhan vital yang wajib dimiliki oleh setiap orang jika tidak ingin ketinggalan arus globalisasi

Bagaimana tidak, lewat gadget kita dapat melakukan aktivitas apa pun, mulai dari belanja, belajar, melakukan jejaring sosial, mengakses berbagai macam informasi dan seterusnya.

Cyberspace: Dampak dan Manfaat

William Gibson merupakan ilmuwan yang peratam kali memperkenalkan istilah cyberspace dalam bukunya yang berjudul Neuromancer (1984). Gibson menyatakan bahwa cyberspace merupakan suatu bentuk kesadaran tanpa tubuh yang mampu masuk ke dalam sebuah jaringan.

Di Indonesia, istilah cyberspace lebih dikenal dengan sebutan dunia maya. Cyberspace dapat menjadi ruang baru bagi para pengguna dunia maya dan pada ruang tersebut mereka dapat bergerak sebebas-bebasnya tanpa dibatasi oleh adanya ruang dan waktu.

Merujuk pada prediksi terbaru yang dipaparkan oleh firma global asal Amerika Serikat, We Are Social, menyebutkan bahwa pada akhir Februari 2020, pengguna internet atau cyberspace di Indonesia tembus pada angka 175,4 juta atau mengalami peningkatan sebesar 17% dari tahun sebelumnya.

Jadi terdapat 64% penduduk Indonesia yang telah mengakses cyberspace, hal ini berarti bahwa lebih dari separuh penduduk Indonesia telah menggunakan cyberspace dalam kehidupan sehari-harinya.

Namun terkadang informasi yang digambarkan dalam cyberspace tidak sesuai dengan realitas yang sebenarnya atau disebut sebagai realitas semu. Sehingga banyak pelaku kejahatan yang merasa diuntungkan dengan kemunculan cyberspace ini, mereka biasanya melakukan penipuan saat melakukan jual beli online, penipuan identitas saat melakukan perkenalan di media sosial, dan seterusnya.

Menurut Ketua Komite I DPD RI Ahkhmad Muqowam, Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia terkait tingkat kejahatan yang dilakukan melalui cyberspace.  

Namun cyberspace juga dapat membawa manfaat yang luar biasa bagi kehidupan terhadap mereka yang mampu menggunakannya secara bijak. Salah satunya adalah menggunakan cyberspace sebagai wadah atau ruang untuk melakukan kampaye terkait isu-isu lingkungan hidup.  

Peran Cyberspace dalam Menyuarakan Isu Lingkungan Hidup

Cyberspace membuat kampanye lingkungan hidup yang dulu hanya bersifat terbatas pada tempat dan waktu tertentu kini menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Karena semua orang dapat dengan mudah mengakses media sosial mereka masing-masing.

Terlebih sejak terjadinya pandemi COVID-19 aktivitas manusia memang benar-benar dibatasi. Sebisa mungkin kita harus dapat meminimalisasi aktivitas di luar untuk mencengah terjadinya penularan penyakit COVID-19 ini.

Cyberspace merupakan wadah baru yang dapat dimaksimalkan untuk tetap membumikan aksi-aksi tentang pencegahan terhadap kerusakan lingkungan. Dengan adanya cyberspace tentu dengan tetap berada di rumah kita dapat terus melakukan aksi peduli lingkungan.

Teknologi yang makin maju akan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk dapat berperan aktif dan melakukan aksi nyata mengaja lingkungan hidup. Baik secara tidak langsung melalui media sosial, maupun secara langsung yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan masifnya kampanye lingkungan yang dilakukan lewat cyberspace secara tidak langsung akan memberikan dukungan moral dan membuat masyarakat sadar bahwa mereka tidak sedang berjuang sendirian.

Banyak masyarakat di luar sana yang ikut serta membela hak mereka untuk terus memperjuangkan kelangsungan alam sekitar mereka yang saat ini sedang terancam.

Perlu dilakukan kampanye penyadaran terkait isu-isu lingkungan hidup lewat cyberspace dengan cara-cara yang inovatif dan kreatif, misalnya pembuatan ilustrasi gambar yang menarik dan mudah dimengerti, seruan untuk menjaga lingkungan dengan menggunakan bahasa lokal daerah masing-masing dan seterusnya.

Menggunakan cyberspace dengan strategi yang tepat akan mampu mengetuk hati siapa pun untuk dapat ikut serta menjaga keberlangsungan alam.

Kita sebagai manusia modern harus bisa memanfaatkan kemunculan cyberspace sebagai angin segar untuk terus mengampanyekan keberlangsungan alam. Dengan menciptakan realitas yang sesungguhnya untuk melakukan aksi nyata keperdulian terhadap alam.

Karena masa depan kita sejatinya sangat bergantung dengan masa depan keberlanjutan alam. Ketika alam tidak lagi menjadi rumah yang ramah bagi manusia dan ketika alam tidak lagi dapat menopang segala kebutuhan yang ada, apakah kita dapat terus hidup dengan layak?

Segala kemajuan ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi tak akan berarti apa-apa jika kita tak lagi punya rumah untuk kita singgahi.

Menjadi manusia modern yang memiliki kesadaran akan keberlangsungan alam, dengan memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk mengampanyekan isu-isu terkait lingkungan hidup. Sehingga cyberspace bukan hanya berperan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, namun juga meningkatkan kualitas lingkungan hidup.