Sebagai makhluk hidup tentunya hal yang lumrah untuk memiliki masalah. Entah masalah dengan keluarga, dengan teman, masalah finansial, percintaan atau masalah lainnya. Sebagai manusia, tentunya kita terkadang merasa lelah dengan masalah-masalah yang ada dan buntu untuk mencari solusi permasalahan ini. 

Biasanya saat kita ada di fase ini, kebanyakan orang memilih untuk bercerita kepada orang terdekat misalnya, saja teman atau pacar dan biasa disebut curhat. Dalam sebuah hubungan entah pertemanan ataupun hubungan yang lain pasti pernah menceritakan masalah kita.

Tak jarang hanya dengan bercerita  dapat merasa lega karena beban dibagi dan tidak merasa sendiri lagi. Dengan bercerita pula setidaknya kita merasa ada seseorang yang menjadi sandaran ketika sedang rapuh. 

Ketika mencurahkan isi hati kepada orang lain, akan ada berbagai kemungkinan tanggapan atau reaksi yang muncul dari orang tersebut. Bisa memberikan masukan atau solusi serta jika memungkinkan membantu menyelesaikan masalah. Kita tidak boleh berharap terlalu tinggi kepada orang lain. 

Menceritakan permasalahan kepada orang lain, tentunya memiliki konsekuensi baik dan buruk. Konsekuensi baik itu misalnya, meringankan beban dan dapat membantu memberi saran atau solusi untuk menyelesaikan masalah. 

Disisi lain, dengan menceritakan permasalahan bisa jadi mereka tidak peduli bahkan bisa mencerca permasalahan yang kita hadapi.  Terkadang dengan bercerita kita malah merasa tersakiti, padahal niat kita ingin mengurangi beban ketika dihadapkan masalah ini. 

Saat mengungkapkan masalah kepada orang lain, yang dibutuhkan seseorang adalah dukungan moral. Bisa berupa ungkapan untuk menyemangati atau memotivasi. Sekecil apapun dukungan itu akan membawa pengaruh yang besar. 

Lalu, apakah bisa menceritakan semua permasalahan ke sembarang orang? Tentu saja tidak. Terkadang bercerita bukan pada tempatnya adalah sebuah kesalahan bagi diri sendiri dan kerap sulit untuk memaafkannya. 

Sebelum memutuskan untuk mencurahkan isi hati, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

1. Pilih orang yang dapat dipercaya, karena orang terdekat belum tentu dapat dipercaya. Orang yang amanah sudah pasti dapat menjaga rahasia kita. Bahkan, random people bisa menjadi tempat ternyaman untuk bercerita. 

2. Selektif dalam memilih saran. Kadang kala, orang akan memberi saran yang tampak seperti solusi padahal bisa menjerumuskan kita. Alih-alih menyelesaikan masalah, justru permasalahan menjadi lebih kompleks.

3. Toxic positivity, salah satu hal yang patut diwaspadai. Dimana seseorang didorong untuk selalu memberikan respon positif yang terkadang tidak rasional. Toxic positivity memang terdengar seperti kata penyemangat, di mana kita diminta untuk santai dan tidak terlalu memikirkan suatu masalah. Namun, jika masalah diabaikan begitu saja, bisa jadi permasalahan tersebut justru malah bertambah banyak dan semakin sulit diselesaikan.

4. Jangan terlalu oversharing. Karena tidak semua hal dapat diceritakan kepada orang lain. Sebab ini bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri. Bisa saja orang tersebut malah menceritakannya dengan orang lain bahkan dibumbui.

Tentunya kita harus selalu berhati-hati dalam bertindak. Jangan sampai kita bercerita malah membuat rumit suatu masalah. Mencurahkan isi hati dan berbagi cerita boleh saja, bukan sebuah hal  yang dilarang. Namun, kita harus bisa mengendalikan diri untuk tidak bercerita ke sembarang orang. Karena tidak semua orang bisa menjaga rahasia dan tidak semua orang yang kita percaya benar-benar peduli kepada kita. 

Saat meluapkan isi hati, kita tidak boleh kebablasan. Kita tetap harus mempunyai privasi dalam hidup kita. Karena tidak semua masalah bisa kita bagi dengan orang lain. Dan tidak semua orang bisa memaklumi masalah dalam hidup kita. 

Dalam hidup kita akan bertemu berbagai jenis orang. Akan ada orang yang hanya mengatakan kalimat klasik. “Sudahlah, tidak perlu terlalu dipikirkan.” memang terdengar seperti kalimat penenang, namun kita wajib waspadai hal ini. Karena tidak baik untuk menunda mencari solusi masalah.

Selain itu, saat berbagi masalah biasanya akan ada saran atau masukan yang diberikan, kita tidak wajib untuk menerima semua saran dan masukan tersebut. Karena belum tentu cocok dan bisa menyelesaikan masalah yang kita alami. Bisa saja saran yang didapatkan adalah subyektif, di mana setiap orang mempunyai pola pikir yang berbeda.

Karena pendapat ini yang bersifat subjektif, kita harus pandai dalam memilih solusi yang dapat memecahkan masalah kita. Tidak semua solusi akan membantu, ada solusi yang tidak berpengaruh apapun dan ada juga solusi yang malah menjerumuskan.

Permasalahan hidup setiap orang berbeda begitu juga dengan cara menyikapi permasalahan tersebut. Beberapa orang dapat menyelesaikan masalah atau menemukan solusi permasalahannya dengan mendengarkan saran dan nasihat dari orang lain. Karena terkadang pendapat orang lain ada benarnya dan pendapat ini tidak terpikirkan oleh kita.

Namun, ada juga orang yang menyelesaikan masalah mereka melalui pemikirannya sendiri, tanpa campur tangan orang lain. Ini tergantung pada bagaimana seseorang tersebut berpikir dan bertindak.

Saat dihadapkan dengan suatu permasalahan, sebaiknya masalah sesegera mungkin untuk diselesaikan. Dapat meminta pendapat orang lain atau pun jika dirasa mampu maka tidak perlu. 

Meskipun begitu, perlu diingat bahwa kita tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan. Tetap tenang agar bisa berpikir dengan jernih. Karena jika saat diliputi amarah atau keraguan, sebagian besar bukannya memperbaiki masalah malah menimbulkan masalah yang baru.

Boleh saja kita bersikap santai dan tidak terlalu memikirkan suatu masalah, namun jangan sampai mengabaikan masalah tersebut. Sebuah pepatah lama mengatakan, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”. Suatu masalah yang diabaikan akan menimbulkan masalah baru yang semakin sulit diselesaikan.

Permasalahan akan menemukan solusi, jika kita yakin bisa menyelesaikannya dan untuk berbagi atau tidaknya permasalahan ini kepada orang lain bukanlah sebuah keharusan. 

Maka buat senyaman mungkin dalam menghadapi masalah, karena keputusan yang diambil akan mempengaruhi bagaimana langkah kita ke depannya, jangan sampai menyesal atas keputusan yang diambil.