Sering kali jika kita melihat ada orang yang berhasil jauh di atas kita di bidang mereka, muncul rasa iri. Bukan berarti selalu rasa iri yang berkonotasi buruk, tetapi iri dengan sisipan pertanyaan; “kok bisa ya?”; “hebat ya, padahal diakan sibuk” atau “ enak ya hidupnya bisa meraih sukses, ah seandainya saya masih muda, tentu saya punya banyak kesempatan seperti dia”, dan seterusnya.

Lalu, bagaimana kalau bentuk pertanyaannya saya rubah?, “kalau saya ingin sukses seperti dia, apa yang harus saya lakukan?”; atau “bagaimana ya caranya bisa seperti dia?”

Ada beberapa langkah yang menurut saya bisa kita lakukan untuk persiapan ( ingat ini merupakan persiapan) supaya kita bisa meraih apa yang ingin kita miliki, apakah itu pendidikan, karir dalam pekerjaan maupun kehidupan yang lebih baik. Ayuk kita mulai.

Pertama, tentukan tujuan atau target bersama tenggat waktunya. Apa yang ingin kita capai, ingin kita raih. Misal, saya sewaktu di tahun 2015 memiliki berat badan berlebihan. Tinggi badan saya tidak seberapa, 161cm pas-pasan untuk ukuran perempuan Indonesia. Tetapi badannya menggelembung dan pipinya seperti roti bulat berisi kacang merah kesukaan saya.

Badan terasa sesak dan saya seringkali mengalami sakit kepala. DIkarenakan rasa tidak nyaman yang saya miliki pada saat itu, maka saya menetapkan tujuan untuk sehat. Loh katanya beratnya kelebihan kok malah tujuannya mau sehat? Bagaimana sih?

Begini, kalau saya cuma mau kurus, maka saya hanya perlu kurangi asupan makanan, berolahraga cukup. Menurut saya kedua hal itu akan membuat lemak di badan menguap bersama tetesan keringat pada saat saya berolahraga. Akan tetapi apakah menyelesaikan masalah sakit kepala saya? Saya tidak tahu. Rasanya kok lebih menyiksa sakit kepala daripada berbadan gemuk. Kalau saya sehat seharusnya saya tidak akan gemuk. Begitu teori yang saya yakini.

Jadi target saya adalah hidup sehat supaya tidak sakit kepala lagi paling lambat di Januari 2016

Kedua buat rencana kerja. Langkah apa saja yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Tindakan kecil apa yang bisa dilakukan setiap hari dan kapan tenggat waktunya. Mengacu pada contoh di atas, maka saya mulai dengan rencana aksi mengeliminir makanan kesukaan saya yang menurut saya tidak sehat, seperti mengurangi minum teh kemasan dan ngemil. Kedua mulai membeli buku resep makanan sehat sebagai referensi makanan yang bisa diolah sendiri di rumah. Aksi ketiga adalah membuat rencana menu makanan selama seminggu dan menambahkan banyak sayur dan buah dalam menu tersebut.

Ketiga, dispilin pada rencana kerja yang telah ditetapkan. Setiap hari akan selalu ada godaan yang datang silih berganti. Jadi persiapakan diri Anda. Pada saat godaan tersebut datang, katakan pada diri sendiri, “coba dulu baru hari kedua masa sudah menyerah”, atau “ tanggung sudah seminggu, sayang perjuangan yang kemarin akan jadi sia-sia”. Ingatkan diri kita selalu akan tujuan dan target yang telah kita tentukan di awal.

Keempat, selalu berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa. Setiap langkah yang kita ambil sekecil apapun itu, selalu kita panjatkan syukur. Bersyukur bahwa bisa melewati satu hari tanpa gorengan, besyukur berhasil makan buah satu porsi pada hari ini. Terdengar sepele tapi manfaatnya besar dengan memberikan apresiasi akan keberhasilan diri dan mengucapkan syukur pada pencipta kita.

Bila ini kita lakukan setiap hari, maka secara tidak langsung ini juga bisa meningkatkan rasa percaya diri kita untuk terus maju dan tidak berhenti di tengah jalan.

Kelima atau yang terakhir adalah konsistensi pada semua rencana kerja yang telah kita tetapkan. Tanpa konsistensi maka artinya bubar jalan, kemudian tujuannya tidak akan tercapai.

Mudah bukan? Seharusnya begitu. Selama kita selalu mengisi pikiran kita dengan hal yang positif, ingin selalu  bergerak maju bukan untuk mengalahkan orang lain tetapi lebih kepada mengalahkan diri sendiri maka langkah kita akan terasa lebih ringan.

Apa yang saya paparkan di atas adalah awal dari menciptakan kebiasaan baik. Setelah itu kita harus terus bergerak untuk mencapai tujuan hidup kita yang lebih besar. Kita diciptakan sebagai mahluk yang sempurna oleh Tuhan, maka selayaknya kita juga memiliki cita-cita yang setinggi langit dan seluas Samudra dan percaya bahwa selama kita berusaha Tuhan akan membantu umatNya.

Kemudian, ngomong-ngomong apakah saya berhasil dengan tujuan pribadi saya di tahun 2015 – 2016? Ya pasti dong, tidak mungkin saya jadikan contoh kalau tidak ada hasilnya, Bolehlah sombong sedikit.

Hasil yang saya dapatkan dengan menerapkan kelima hal di atas adalah, saya berhasil menurunkan berat badan sebanyak 9 kg dalam kurun waktu satu tahun. Artinya sesuai target secara waktu, juga mendapatkan bonus badan kurus. Itu saja? Tentu tidak karena tujuan utama saya bukan itu. Saya sudah tidak lagi mengalami sakit kepala, bahkan perut yang biasanya sering kembung juga menghilang begitu saja.

Setelah target sehat dengan ukuran tidak sakit kepala dan perut kembung berhasil, saya mulai menerapkan target baru lagi, terus dan terus karena saya yakin kita tidak diberikan batasan untuk bermimpi dan meraih mimpi tersebut, selama kita percaya dan mau berusaha.

Jadi, selamat menciptakan kebiasaan baik di hidup kita masing-masing. Karena hidup begitu indah untuk dilewatkan begitu saja. Semangat!