Di zaman modern saat ini menulis sastra tidak hanya terbatas pada buku. Penulisan sastra dan lainnya mulai berkembang di dunia maya. Sosial media yang kita miliki dapat dimanfaatkan untuk menulis sastra. Sastra sendiri merupakan karya yang bebas sesuai dengan imajinasi penulisnya. Jadi, tak heran banyak yang menuliskan karyanya di sosial medianya.

Salah satu sosial media yang masih banyak penggunanya yaitu Twitter. Twitter sendiri merupakan media sosial yang didirikan oleh Jack Dorsey pada bulan Maret 2006. Twitter merupakan salah satu layanan jejaring sosial, di mana fungsi awalnya adalah sebagai layanan internal yang digunakan karyawan Odeo. 

Odeo merupakan perusahaan podcast besutan Noah Glass dan Evan Williams. Di Indonesia sendiri pengguna twitter mencapai 15,7 juta (Statista) hal ini menjadikan Indonesia menjadi urutan ke-6 pengguna terbanyak di dunia.

Twitter memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan menerima pesan melalui kicauan atau sebutan lebih akrabnya adalah tweet. Selain itu, fitur trending topik merupakan hal yang spesial dari twitter karena kita dapat melihat apa yang sedang trending di Indonesia bahkan di Dunia. 

Pada bulan April Twitter meluncurkan fitur baru yaitu space.  Pada awalnya Space  hanya bisa digunakan di pengguna iOS dan hanya golongan tertentu saja. Namun, pada saat ini space sudah bisa digunakan di iOS maupun Android, dan juga semua orang sudah bisa menggunakannya.

Pengguna-pengguna twitter juga banyak dari kalangan orang terkenal dan pengaruh di Indonesia misalnya @susipudjiastuti, dll. Sedangkan orang yang terkenal di bidang sastra dan kata-katanya yaitu @wiranagara, @dayatpiliang, serta masih banyak lagi pengguna twitter yang menuangkan imajinasinya dalam tweetnya.

Akun @wiranagara dengan jumlah pengikut sebanyak 2 juta pengikut ini merupakan seorang stand up comedy-an yang menggunakan kata-katanya dalam setiap shownya. Hal tersebut juga diterapkan pada Twitternya. Wira nagara kerap menuliskan karyanya dalam tweetnya.  Beberapa tweet dari @wiranagara yang ramai antara lain :

“Bermain jeda, membuat perasaan tetap ada. Deru tunggu tak kunjung reda, deras debar langsung melanda. Senang dan takut bercampur di dada, apa benar sudah dianggap ada?”

25 Oktober 2021 (https://twitter.com/wiranagara/status/1468849753869881345?s=20)

“Tak apa, pergilah. Sejak awal juga tidal ada yang memaksamu bertahan. Biarkan kemarin menjadi kisah yang tinggal dari hari yang menolak tinggal”

4November 2021 (https://twitter.com/wiranagara/status/1456227368872210434?s=20)

“Ada yang akhirnya pergi karena tak dihargai, ada yang tetap bertahan meski sakit tak tertahan. Maka biarkan hati memilih, adakalanya semua akan beralih..”

9 Desember 2021 (https://twitter.com/wiranagara/status/1468849753869881345?s=20)

Tweet tersebut cukup ramai disukai banyak orang karena dianggap related dengan keadaan dan perasaan orang tersebut.

Ada pula tweet dari akun @dayatpilang yang merupakan penulis dengan pengikut 472, 2 ribu. Tweet yang ramai antara lain

“Bahagiamu tidak selamanya semoga. Jika kau bahagia dengan hal-hal sederhana, tentu setiap hari bahkan setiap waktu kau akan selalu bisa merasakan yang namanya bahagia”

15 Desember 2021 (https://twitter.com/dayatpiliang/status/1471122436498210818?s=20)

“kalau baik- baik saja, kenapa harus pisah? 

Tidak semua yang baik-baik saja tetap jalan bersama. Ada kalanya perbedaan satu atau dua hal menyebabkan tidak lancarnya hubungan ke depannya. Dari pada terjadi kekacauan besar nantinya, mending diakhiri sampai di sini saja hubungannya.”

28November2021 (https://twitter.com/dayatpiliang/status/1464978607076376577?s=20)

Tidak hanya akun-akun yang memiliki banyak pengikut saja yang biasa yang rajin menuliskan karyanya, bahkan akun dengan pengikut yang hanya memiliki pengikut berjumlah ratusan-pun banyak yang mengabadikan tulisannya di twitter. Contohnya mutualan atau followers penulis sendiri, yaitu Dam (@jualanlagu) yang membuat sebuah puisi. Beginilah puisinya:

Sajak Gagal

Karya Dam

Ketika pikiran berjalan pelan, 

Otak bergerak tak berkotak-kotak.

Ketika hati mari dikuliti belati,

Rasa senantiasa disiksa asa.

 

Sajak sajak beranjak pekak,

Dijegal ugal tinggal gagal.

Saat sehat bertabiat cacat,

Dikerumuni nurani berwarna-warni.

 

Sajak gagal telah lahir,

Dari kecacatan yang berwarna-warni.

Biar surga jadi temaram yang tak berakhir,

Sebab hidup yang rumpang sejak pagi.

 

Sajak ini berkaki, 

Berjalan menuju tempat bersemayam,

Panjang usia malam yang dibaluti wangi-wangi,

Menemani aksara dan diksi yang beruam.

 

Ini adalah sajak yang gagal,

Dituliskan dengan telunjuk menekuk ke dada.

Ini adalah sajak gagal,

Dibicarakan dengan telunjuk menunjuk ke kepala.

 

Pikiran dan hati tak bisa berdusta:

Bahwa aku adalah sajak.

 

Yogyakarta,21-12-2021

 (https://twitter.com/Jualanlagu/status/1473036335686422528?s=20)

Selain tweet yang indah tadi, pengguna Twitter juga bisa menggunakan fitur space untuk mengapresiasikan karyanya sendiri maupun karya orang lain. Space merupakan fitur diskusi melalui suara kepada orang lain yang bergabung. Biasanya space dimanfaatkan orang-orang yang menyukai sastra untuk ngobrol atau membawakan sebuah karya. Penulis sendiri sudah beberapa kali membuat space yang diikuti oleh penyuka sastra lainnya. Di space tersebut kami banyak membawakan puisi, sajak, dan karya lainnya yang ditulis sendiri maupun karya lain yang dibawakannya.

Memang tidak semua pengguna twitter menyukai bidang sastra, namun dilihat dari beberapa cuitan dan kegiatan space di Twitter tersebut terlihat jelas bahwa sastra bisa dituangkan di mana saja termasuk media sosial. Sastra juga masih diminati anak-anak muda jaman sekarang.