I am a woman, hear me roar!”, demikian sedikit kutipan kata-kata Cruella, seorang gadis pemberani berjiwa pemberontak yang tak pernah ragu dengan apa yang dilakukannya.

Semula saya agak ragu untuk menonton film ini melihat durasinya yang cukup fantastis. Sekitar 2 jam 14 menit yang berart harusi skip jadwal tidur siang saya. Namun apadaya saya memang gampang tergoda dengan film-film baru yang terus bermunculan. Apalagi melihat casting yang cukup menjanjikan, semakin mantaplah saya untuk menontonnya. Film ini dibintangi oleh Emma Stone (sebagai Cruella dewasa tentu saja) dan Emma Thompson (sebagai Baroness) sebagai pemeran utamanya.

Film ini diawali dengan adegan lahirnya bayi Cruella di sebuah kamar yang terlihat mewah lengkap dengan pelayan-pelayan yang siap sedia menunggu perintah majikannya. Dilanjutkan dengan penggambaran masa kecil Cruella yang sebenarnya bernama Estella. Cerita Estella kecil sejatinya pernah kita jumpai di beberapa cerita lain bahkan di kehidupan nyata. Seorang anak spesial yang sering disalahpahami oleh sekitarnya

Estella memiliki dua kepribadian sekaligus; sosok yang tenang (Estella) dan sosok lain yang pemberontak, berani, dan agresif (Cruella). Warna rambutnya yang separuh hitam separuh putih seolah menegaskan kepribadiannya. Sedari kecil sudah penampilan Estella sangat menunjukkan tampak bakat alaminya yaitu merancang busana. Setiap busana yang dikenakannya menonjolkan jiwa pemberontaknya. Adalah seorang anak perempuan bernama Anita Darling dan seekor anjing bernama Buddy yang setia menjadi sahabatnya dan akan terus menemani Cruella sampai akhir cerita.

Beruntung Cruella kecil diasuh oleh ibu yang begitu menyayangi dan mengerti bakatnya. Ibunya selalu mengingatkan bahwa Cruella pantas diterima di sekolahnya sebagaimana anak-anak yang lainnya. Di mata ibunya Cruella adalah seorang anak genius penuh bakat yang harus didukung meraih impiannya. Sampai di suatu titik ketika Cruella dikeluarkan dari sekolah pun sang Ibu menghadapi dengan luar biasa. Selanjutnya mereka bergegas menuju London agar Cruella tetap bisa melanjutkan mimpinya.

Namun selanjutnya yang terjadi adalah kekacauan yang membuat Cruella berpisah dengan ibunya. Cruella kecil terpaksa harus bertahan hidup sendiri. Di sinilah petualangannya dimulai. Pertemuannya dengan dua pencopet kecil Horace dan Jasper mengubah ketiganya menjadi satu grup yang solid dalam menjalankan profesinya sebagai pencopet, sampai mereka dewasa. Mereka didukung dua ekor anjing yang setia; Buddy dan Wink yang memiliki peran penting dalam setiap aksi mereka.

Selanjutnya film ini banyak menceritakan tentang perjalanan Cruella hingga menjadi perancang mode kesayangan Baroness, seorang tokoh antagonis kaya raya yang merupakan perancang mode nomor satu di London. Cerita berlanjut sampai akhirnya Cruela mengetahui jati dirinya.

Cerita film ini didominasi perjalanan Cruella dalam mencapai impiannya menjadi seorang perancang mode dengan bumbu balas dendam. Salah satu yang membuat film ini special adalah banyaknya adegan yang melibatkan beberapa ekor anjing, yang tampak sangat alami dalam menjalankan peran mereka. Bukan hanya dua, setidaknya ada lima ekor anjing yang ikut meramaikan film ini. 

Belum lagi di sepanjang film mata kita akan dimanjakan dengan penampilan-penampilan eksentrik sekaligus spektakuler Cruella. Bisa dipastikan film ini pastinya memakan budget yang fantastis demi menampilkan banyak karya adibusana di sepanjang ceritanya. Busana glamour dari Baroness juga punya daya tarik tersendiri. 

Dari segi cerita film Cruella bisa dibilang cukup sederhana dengan sedikit plot twist menjelang akhir cerita. Namun demikian anda tidak akan rugi melihat akting duet Emma Stone dan Emma Thompson yang sukses menghidupkan film ini. Film yang terbilang cukup panjang ini tidak akan begitu terasa lama karena dikemas dengan apik dan pengambilan gambar yang cukup menarik. Setting film yang mengambil beberapa event pagelaran busana dan juga beberapa sudut kota London tempo dulu dipersiapkan dengan begitu cermat dan apik.

Bagian yang paling saya sukai adalah rangkaian aksi balas dendam Cruella. Aksi seru Cruella disusul dengan aksi-aksi yang lainnya cukup mengejutkan dan membelalakkan mata. Saya membayangkan jika menikmati film ini di layar lebar tentu sensasinya akan lebih “wow “lagi. Namun seperti apa aksi itu lebih baik anda menyaksikannya sendiri.

Kalau ada yang sedikit saya sayangkan adalah bahwa film ini sedikit terlalu ‘dark’ untuk dinikmati oleh anak-anak jika dibandingkan versi sebelumnya yaitu 101 Dalmatians yang release tahun 1996. Memang tidak ditemukan adegan dewasa, namun beberapa adegan yang mengandung kekerasan harus kita sikapi dengan baik jika kita mengajak anak-anak kita menonton film ini. Selebihnya, film ini cukup menghibur dan sangat layak untuk dinikmati.

Cruella juga disebut-sebut sebagai salah satu film remake Disney yang terbaik. Terbukti baru-baru ini saya membaca bahwa film Cruella ini masuk ke dalam tiga besar film yang dinikmati secara online. 

Jadi apakah anda tertarik? Tunggu apalagi, saatnya menyiapkan cukup cemilan sambil menikmati Cruella beraksi.