Jakarta - Sudah puluhan artikel yang saya tulis terutama tentang "Covid-19 atau Virus Corona" ya sekitar 35-an artikel selama musim Covid-19. Di mulai dari PSSB, PPKM Mikro, PPKM Darurat, Vaksinasi, Swab antigen dan PCR, Transisi new normal, Wisata ditengah pendemi, Bisnis ditengah pandemi, Belajar online ditengah pandemi, Work Form Home (WFH), dan lain sebagainya. 

Namun berbeda dengan tulisan kali ini, yang berhubungan dengan "varian Covid-19 yaitu Covid-19 varian Delta". Dengan Covid-19 varian Delta ini, situasi semakin mencengkam dan banyak menelan korban khususnya yang dihadapi masyarakat Indonesia. Hal ini bisa kita rasakan kejadian setiap hari baik dari informasi melalui media sosial maupun informasi lainnya.

"Sejak tanggal 26 Juni 2021 sampai dengan bulan Juli, semakin bertambah yang meninggal akibat dampak Covid-19" hal ini saya menyaksikan sendiri berdasarkan "pengamatan dan pemantauan" dari status whatsapp teman, informasi group whatsapp, facebook, dan media sosial lainnya. Intinya setiap hari pasti ada yang meninggal baik itu karena kondisi sakit atau terpapar Covid-19. 

"Selain pantauan dari media sosial", saya melihat secara langsung juga 'bendera kuning' hampir di setiap gang perumahan komplek atau perumahan warga kampung, "dekat tempat tinggal rumah saya". Bendera kuning berarti ada warga yang meninggal dunia "Innalilhai wainnalilahi Rojiun" yang mana kematian karena Covid-19 tidak pandang bulu, siapapun bisa mengalami terpaparnya Covid-19 terutama masyarakat tidak mengikuti "protokol kesehatan dan tidak menerapkan '5M' serta memang rentan dengan penyakit bawaaan".

Jauh sebelum saya mengetahui informasi yang beredar tentang "Covid-19 varian Delta" memang sudah banyak korban yang meninggal dunia "akibat Covid-19 varian Alpha dan varian lainnya". Namun bedanya sekarang, justru korban yang meninggal hampir setiap hari. Hal ini saya merasa kenal dekat seperti yang di update media sosial baik "Facebook, Whatsapp Group, dan Status Whasapp" seperti rekan kerja, rekan dosen, tetangga, keluarga sahabat, kedua orang tua sahabat, kerabat dan keluarga sahabat di kampung dan lain sebagainya.

Penyebaran Covid-19 varian Delta jauh lebih "cepat dan mudah menular" dibandingkan dengan Covid-19 varian Alpa dan varian lainnya. Potensi ancaman penularan diperkirakan sekitar 6 -7 kali lipat lebih cepat, yang mempunyai gejala dengan ciri-ciri seperti demam, sakit kepala, batuk, filek, sakit tenggorokan, gangguan perasa, penciuman dan ganguan pernapasan. Informasi ini berdasarkan hasil wawancara dengan sahabat atau teman yang sedang menjalankan "Isolasi Mandiri - ISOMAN".

"Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)" memberikan peringatan terkait varian Delta (B1617.2) yang pertama kali diidentifikasi di India. WHO menyebut bahwa varian ini sangat menular, termasuk jenis varian yang tercepat, dan terkuat yang pernah ada. Penularan bisa melalui batuk dan bersin, kerumunan, tidak menggunakan masker berhadap-hadapan, dan lain sebagainya.
*** 
"(Varian Delta) menjadi lebih mematikan karena lebih efisien dalam cara penularan antar manusia". Dan pada akhirnya akan menemukan individu-individu yang rentan yang akan menjadi sakit parah, harus dirawat di rumah sakit dan berpotensi meninggal," kata Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr Mike Ryan, dikutip dari CNBC, Selasa (22/6/2021). "Mengutip laman 'detikhealth' artikel dari 'Sarah Oktaviani Alam' Rabu (23/6/2021)".

Namun untuk menghadapi Covid-19 varian Delta, tentunya peran pemerintah menjadi lebih "intens dan kerja keras" dalam menyediakan vitamin dan obat-obatan agar tidak sulit dicari atau kehabisan stock, mempersiapkan tenaga kesehatan agar tidak kekurangan saat penanganan keadaan darurat lainnya, dan menetapkan kebijakan yang bisa bersinergi pihak terkait serta mampu memberikan edukasi kepada masyarakat. Sehingga bisa berdampak positif terutama dalam penerapan "PPKM Darurat" yang saat ini sudah diberlakukan sejak periode 3 Juli 2021.

Dari "kegiatan dan pengendalian PPKM Darurat" pemerintah harus memberikan informasi secara transparan baik "data sekunder maupun data primer". Implementasi evaluasi kegiatan PPKM Darurat apakah "berdampak signifikan pemutusan paparan Covid-19 varian Delta" atau "bertambah dengan melihat dari angka kematian karena belum ada solusi" untuk memutuskan mata rantai Covid-19 varian Delta tersebut.

Pengendali untuk mengurangi angka kematian akaibat Covid-19 menjadi analisa oleh pemerintah, sebab akan mempertimbangkan kegiatan masyarakat dalam "mencari nafkah baik dengan pekerjaan sebagai karyawan, usaha kecil menengah, dan kegiatan masyarakat lainnya". Hal ini berkaitan dengan penghasilan masyarakat untuk mencukupi biaya kehidupan sehari-hari baik "kebutuhan pangan, sandang ,dan papan". Semuanya menjadi tanggung jawab pemerintah 

Untuk itu sebagai pertimbangan dalam mengatasi penyebaran Covid-19 varian Delta, dengan melakukan penerapan dan kebijakan pemerintah seperti : 

Konsisten Dalam Pengunaan Masker :

Menggunakan masker tetap konsisten saat berpergian atau keluar rumah bahkan saat ini dihimbaukan menggunakan "duable masker", dengan demikian masker salah satu unsur untuk mencegah terpaparnya Covid-19 terutama varian Delta. Namun hal ini sering terjadi pelanggaran bahkan mengabaikan aturan protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker, terkadang walaupun menggunakan masker tidak digunakan dengan baik, masker digunakan didagu, penggunaan masker tidak standar medis, dan lain sebagainya.

Disiplin Dalam Mencuci Tangan :

Dalam berbagai macam aktivitas baik ditempat kerja, dijalan maupun di rumah agar tetap disiplin mencuci tangan. Bisa menggunakan "hand sanitizer" atau dengan air yang mengalir, kebersihan tangan bagian penting menjadi perhatian agar terhindar dari kuman dan bakteri bahkan cepatnya tertular virus Covid-19. Kondisi apapun tetap ingat mencuci tangan walaupun makan dan minum dengan menggunakan sendok atau lain sebagainya.

Mengontrol Diri Agar Tidak Berkerumunan :

Dengan tidak berkerumun bagian dari kontrol diri dengan "mengurangi mobilitas, menjaga jarak dan tidak keluar rumah" dan tentunya tidak melakukan pertemuan dalam kegiatan apapun atau silahtuhrahmi kepada keluarga, sahabat atau rekan kerja lainnya. Sekarang zaman digital teknologi bisa saja melakukan online dalam menjalankan aktivitas baik silatuhrahmi, belanja, dan kegiatan lainnya. Manfaatkan media digital yang Anda miliki, agar tetap memilih apa saja terkait hal yang perlu dan dianggap penting.

Proteksi Dini Terhadap Kesehatan Diri :

Tetap mengikuti kebijakan pemerintah dengan "Vaksinasi Covid-19" yang pertama dan kedua, tetap " menerapkan protokol kesehatan '5M' dan upaya tindakan '3T' (testing : penelusuran kontak erat, tracing : tindak lanjut berupa perawatan, dan treatment : upaya utama dan penanganan Covid-19". Untuk lebih valid bahwa diri kita terpapar Covid-19 agar melakukan "Swab antigen, PCR, dan tes Covid-19 lainnya", sebagai identifikasi awal bahwa Anda terpapar Covid-19.

Menjaga Stamina Agar Tetap Produktif :

Ini menjadi kekuatan untuk tubuh dan jiwa tetap sehat dengan melakukan "kegiatan olahraga agar imun tetap stabil" dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Selain olahraga dan menjaga imum "suplay makanan, minuman, vitamin atau obat-obatan" menjadi antsipasi agar  tidak terpapar dan tertular Covid-19. Perlu juga berpikir positif dan optimis terutama dalam menghadapi permasalahan ditengah pandemi Covid-19.

Selanjutnya, masyarakat Indonesia perlu "memegang teguh komitment" mengikuti himbauan diatas baik dari pemerintah atau karena kesadaran masing-masing individu. Dengan harapan tidak terpapar atau terkena virus Covid-19, walaupun sebaliknya "terpapar" bisa melakukan pencegehan dini biar leka sembuh dan tidak menularkan kepada orang-orang yang kita cintai "keluarga, sahabat, tetangga, dan lingkungan sekitar".