Manusia sebagai makhluk sosial yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Itu artinya dalam menjalani kehidupan di masyarakat kita perlu teman. Dalam menjalani proses pertemanan diperlukan sikap selektif artinya tidak semua orang bisa kita jadikan teman karena teman ini akan mempengaruhi kehidupan kita. 

Karena baik buruk nya seseorang tergantung temannya. Apalagi ketika kita memasuki masa usia dewasa dalam berteman bukan hanya sekedar mencari sebuah kesenangan belaka namun lebih dari itu.

Guru juga manusia yang dalam melakukan aktivitas memerlukan orang lain, terlebih lagi guru merupakan sebuah profesi yang berhadapan langsung dengan berbagai elemen yang ada disekolah mulai dari orang tua peserta didik, guru, dan yang terpenting lagi berhadapan langsung dengan peserta didik.

Dalam proses bergaulnya kita sebagai seorang guru harus bisa memberikan dampak yang baik terhadap semua orang terutama bagi peserta didik kita jangan sampai kita dinilai sebagai guru yang tidak baik atau kita sering menyebutnya guru Toxic.

Istilah ini sering sebut untuk orang yang beracun atau dapat memberikan dampak buruk terhadap orang lain, baik secara fisik maupun psikis. Sifat ini tentu harus dihindari karena dapat mengganggu kenyamanan orang lain, apa lagi kita yang berada di dalam satu lingkungan kerja sehingga membuat kita dijauhi banyak orang, dan berdampak membuat kita sulit untuk memiliki hubungan sosial yang baik.

Hal hal apa saja yang harus kita hindari agar tidak menjadi guru toxic jangan sampai selama ini kita mengajar, bergaul di sekolah justru banyak yang menilai kita sebagai guru yang memberikan dampak yang tidak baik, mari kita sama menilai diri kita masing masing.

 

Tidak suka melihat guru lain berhasil

Terkadang tanpa kita sadari kita termasuk ke dalam kategori tersebut, kita tidak suka ketika melihat teman sejawat kita berhasil baik itu berupa prestasi maupun hal lainnya. Padahal kita sendiri tidak bisa melakukan apa yang teman kita lakukan. Hal ini harus bener benar kita hindari minimal kita memberikan doa dan dukungan terhadap teman kita yang sedang berjuang mengikuti kegiatan apa pun.

Memaksakan kehendak

Dalam proses interaksi kita baik sesama rekan guru maupun terhadap peserta didik kita terkadang sering memaksakan kehendak agar semua orang mau mengikuti apa yang kita inginkan. Apalagi ketika di sekolah kita memiliki jabatan strategis selain mengajar. Hal ini dapat membuat rekan guru merasa tidak nyaman dengan keberadaan kita di sekolah.

Hanya peduli dirinya sendiri

Guru profesi yang kompleks berhubungan dengan orang banyak, sebagai guru kita tidak bisa hanya peduli terhadap diri kita sendiri tanpa memikirkan orang lain. Apa lagi itu dilakukan kepada peserta didik kita tentunya menjadi beban tersendiri bagi mereka. Apabila hal ini kita lakukan akan berdampak buruk bagi proses kegiatan belajar mengajar kita.

Memberi kritik tanpa solusi

Dalam perjalanan kita berinteraksi sesama rekan guru ataupun kepada pimpinan sekolah pasti banyak yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Salah satu cara kita menyikapi setiap hal yang tidak sesuai dengan cara mengkritik. Memberikan kritik dibolehkan asal tentunya diberikan solusi dari masalah yang kita kritik agar kita dapat bijak melihat sesuatu.

Pemimpin tetapi tidak mau dipimpin

Hal ini tidak berlaku kepada rekan guru yang memiliki jabatan strategis di sekolah tetapi kepada semua guru karena pada prinsipnya guru merupakan pemimpin pembelajaran di dalam kelas. Pemimpin bagi peserta didiknya sehingga mau tidak mau kita harus mengintropeksi diri agar kita lebih demokratis dalam setiap pembelajaran yang kita lakukan.

Selalu menolak tugas dan hanya menyuruh

Sekolah bukan hanya kegiatan belajar mengajar saja namun banyak kegiatan lain yang memerlukan kepanitiaan untuk itu pimpinan sekolah biasanya yang mengatur guru untuk menjadi panitia tersebut. 

Hanya saja dalam pelaksanaannya banyak dari guru yang menolak ketika diberikan tugas menjadi panitia. Hal ini harus segera diperbaiki agar sistem kerja dalam satu sekolah berjalan dengan baik.

Tidak mau mengakui kesalahan dan meminta maaf

Dalam pergaulan di dalam sekolah tanpa disadari guru dapat melakukan kesalahan baik itu terhadap rekan guru maupun terhadap peserta didik. Seorang guru sebaiknya segera mengakui kesalahan dan meminta maaf apabila dirasa selama bergaul terdapat kesalahan dan tidak menunggu berlarut larut.

Selalu meledek guru muda jomblo

Sebenarnya ini tidak ada kaitannya dengan kinerja bagi seorang guru hanya saja dalam satu sekolah ada saja guru muda yang merasa risih selalu diledek dengan sebutan jomblo. Padahal guru muda tidak semuanya jomblo dan tidak ada kaitannya dengan kinerja dia selama bekerja di sekolah tersebut.

Dari kriteria di atas kita sudah tahu beberapa ciri teman yang berdampak buruk bagi kita (toxic).Sebaiknya kita harus segera berhati hati terhadap teman tersebut. 

Karena dari teman ini kita bisa belajar untuk mengambil sebuah tanggung jawab, kita juga bisa menemukan kenyamanan dalam menjalani sebuah pekerjaan dan karir, serta yang pasti kita juga mendapatkan orang untuk berdiskusi dan tempat bertanya ketika sedang mengalami kesulitan. Ini lah pentingnya kita mencari teman terbaik dalam hidup kita.

Komunitas atau lingkungan yang baik dapat berdampak yang baik juga untuk kita karena di dalam komunitas tersebut tidak pernah membicarakan hal hal yang negatif selalu membicarakan hal yang positif atau baik. Berteman dan bergaul dalam komunitas atau lingkungan yang baik nantinya bukan tidak mungkin akan membawa kita untuk  berprestasi.