Membahas soal cinta memang tidak ada habisnya, khususnya kaum remaja yang sedang dimabuk asmara. Rasa cinta yang tiba-tiba tumbuh manakala bisa mendatangkan kebahagiaan sekaligus kesedihan. Mencintai tidak hanya kepada lawan jenis saja. Bisa mencintai diri sendiri, mencintai orang tua, mencintai sesama makhluk hidup lain, mencintai pekerjaan, dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat kita cintai dalam hidup ini.

Dalam Islam sendiri tidak melarang seseorang untuk jatuh cinta. Cinta sudah hadir sejak zaman Nabi Adam  diciptakan dan pasangannya yaitu Siti Hawa. Sudah menjadi kodrat setiap manusia yang diberikan oleh Allah agar makhluknya saling mencintai. Namun jika sudah di luar batas dan menyimpang dari syariat Islam, itu adalah perbuatan yang dilarang.

Cinta kepada Allah

Lalu apa jawaban kalian untuk pertanyaan di atas? Lebih memilih Sang Pencipta atau makhluk-Nya? Pertanyaan yang tidak sulit untuk dijawab bukan?

Yang utama dan paling utama adalah mencintai Allah Yang Maha Pencipta. Adanya kehidupan, kesehatan, rezeki, jodoh, siapa lagi kalau bukan Allah yang memberikan semuanya. Allah juga yang menanamkan cinta di dalam hati setiap manusia. Jika kita merasakan cinta, itu adalah anugerah dari-Nya. Maka sudah sepantasnya kita mencintai Allah.

Cinta Allah merupakan level tertinggi dari segala persoalan cinta. Cinta kepada Allah adalah keimanan seorang muslim yang mengutamakan Allah di atas segalanya. Bagaimana caranya? Selalu taat dalam melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Mencintai Allah tidak akan ada habisnya, cinta yang tidak akan membuat kita kecewa dan sakit.

Mencintai Allah juga tidak akan membuat kita buta, justru akan membuat hidup menjadi terarah dengan jelas dan bermakna. Senantiasa beribadah tepat waktu, menyempatkan untuk membaca dan mengamalkan Al-Quran, selalu berdzikir kepada Allah, dan tak lupa untuk selalu libatkan Allah dalam hal apa pun.

Kita juga harus berusaha agar Allah mencintai diri kita. Selalu mendekatkan diri kepada-Nya, mengingat Allah di mana pun dan kapan pun, dan yang paling penting jangan sampai mengecewakan Allah. Walaupun Allah Maha Pengampun yang selalu memaafkan makhluk-Nya yang tak luput dari kesalahan, sebisa mungkin kita jangan sampai membuat-Nya kecewa. Jika kita menyadari bahwa perbuatan kita salah, maka segeralah memohon ampunan kepada-Nya.

Sebagaimana terdapat dalam Surat Ali ‘Imran Ayat 31:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya: Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Mencintai seseorang karena Allah

Seperti kisah cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah putri Rasulullah SAW yang saling mencintai karena Allah, di mana mereka mencintai dalam diam, menjaga cintanya kemudian Allah satukan dalam ikatan suci pernikahan. Kisah cinta mereka sangatlah tulus dan bisa dijadikan pedoman untuk kita semua.

Tetapi sekarang, banyak yang salah kaprah mengartikan apa itu cinta yang sesungguhnya. Mereka yang belum terbuka hatinya lebih mengejar cinta sesama manusia yaitu lawan jenis daripada cinta Sang Illahi. Mengharapkan seseorang yang dicintai agar menjadi miliknya dan melakukan segala macam cara meskipun dengan cara yang kotor. Itu bukan mencintai melainkan obsesi. Apa yang diharapkan kepada manusia? Kekecewaan, itu hanyalah sia-sia.

Jika kita sedang mencintai seseorang, maka cintailah ia karena Allah apapun itu. Cinta yang didasari karena Allah akan menghasilkan rasa yang tulus dari dalam hati bukan karena materi.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الإِيمَانَ

Artinya: “Siapa yang cintanya karena Allah, bencinya karena Allah, memberinya karena Allah dan tidak memberi pun karena Allah, maka sungguh telah sempurna keimanannya.” (HR. Abu Dawud).

Hadis diatas menyebutkan bahwa mencintai karena Allah dan membenci karena Allah artinya mencintai karena ketaatan ia kepada Allah dalam menjalankan perintah-Nya sesuai kewajiban seorang muslim. Tapi jika ia tidak patuh dan mempersekutukan Allah, maka kita membencinya juga karena Allah.

Apa jadinya jika mencintai seseorang yang tidak dilandasi karena Allah. Cinta seperti itulah yang muncul karena syahwat, di mana hanya bersifat sementara dan dilandasi oleh nafsu belaka. Setan pun dengan senang hati untuk menggoda dan menjerumuskan manusia, terlebih lagi yang sedang dimabuk cinta.

Perzinaan akan bermunculan jika seseorang telah terjebak dalam lingkaran hitam. Bermesraan yang dilakukan oleh lawan jenis yang belum terikat tali suci pernikahan. Pacaran sampai di luar batas yang menimbulkan kerugian. Itu yang harus kita perhatikan serta waspadai ketika kita sedang merasakan cinta.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰۤى اِنَّهٗ كَا نَ فَاحِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا

Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 32)

Perzinaan merupakan salah satu bentuk ujian dari Allah ketika sedang jatuh cinta. Banyak godaan yang bermunculan, tinggal kitanya saja yang bisa terjerumus atau tidak. Jika iya, berarti iman kita yang lemah.

Cintailah seseorang dengan wajar sebagaimana mencintai dengan perasaan yang tulus dari hati. Jangan sampai kita mencintai seseorang melebihi cinta kita kepada Allah. Karena cinta bukan soal memiliki, tapi bagaimana kita bisa menerima apa adanya dengan ikhlas setiap kebahagiaan orang yang kita cintai. Ketika mencintai seseorang karena Allah, ia akan senantiasa membawamu ke jalan yang benar, ia akan selalu melibatkan Allah di setiap tindakan agar nantinya dijauhkan dari hal-hal yang negatif.

Hai, kalian yang sedang dilanda asmara. Untuk mendapatkan cinta yang sesuai dengan syariat Islam, kejarlah cinta Allah terlebih dahulu, dapatkan ridha-Nya agar kita bisa merasakan apa arti cinta yang sesungguhnya. 

Jika jatuh cinta dengan seseorang, maka cintailah ia karena Allah. Sesungguhnya karena Allah, kita akan mendapatkan cinta yang tulus sampai menuju halal dengan pasangan kita dan menggapai ridha Allah bersama-sama. Selalu berdoa agar kita bisa mendapatkan jodoh yang bisa membimbing kita ke jalan Allah SWT.