Merupakan hukum alam bahwa cinta adalah suatu hal yang  fitrah. dimana setiap nafas yang berhembus disitulah cinta hadir, memberi rasa nyaman dan damai, menumbuhkan kasih sayang yang tiada Tara. Jadi, musnahlah manusia jika jiwa manusia tidak ada cinta didalamnya, yang mungkin akan berakibat pada hancurnya alam semesta.

Namun di era globalisasi ini marak sekali terjadi kasus penganiyaan, pembunuhan dan banyak sekali kasus kekerasan yang merambah di masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa cinta sudah mulai hilang dalam jiwa manusia. Sehingga rasa kasih sayang dan rasa memanusiakan manusia mulai pudar.

Padahal manusia berstatus sebagai khalifah fil Ardhi  yang merupakan anugerah dari Allah yang dinobatkan kepada manusia. Dimana seharusnya manusialah yang mempunyai kewajiban menjaga ketentraman dan juga kedamaian di muka bumi ini. Mengapa manusia yang di juluki khalifah fil ardhi , ?  Karena "manusia diketahui sebagai makhluk yang kreatif" kreatifitas, kata Jens Forster (seorang psikolog dari Universitas of Amsterdam ) tumbuh atas dasar cinta.

Kreatifitas manusia tentang cinta banyak ditemukan dalam karya-karya monumental entah dalam bentuk lagu, tulisan maupun bangunan. Dalam lagu misalnya; I need you now As long as you love me (lirik Justin Bieber) yang menceritakan tentang kualitas cinta seseorang terhadap; be with you (lirik Akon) yang menceritakan kesatuan cinta antara dua sejoli.

Begitupun tulisan yang membahas tentang cinta. Sebut saja karya-karya monumental Habiburrahman el-Shirazy :  ayat-ayat cinta, pudarnya pesona Cleopatra, mihrab cinta, bidadari bermata bening  atau juga karya Buya Hamka yang berjudul Tenggelamnya kapal Van Der Wicjk  dan lain sebagainya. Semua itu mengisahkan tentang perjuangan dan perjalanan cinta sepasang manusia yang menjadi suatu karya yang monumental.

Dalam bentuk visual terdapaf karya yang sangat monumental yaitu Taj Mahal yang merupakan monumen cinta terbesar di dunia. 

Sekilas bangunan Taj Mahal tampak seperti sebuah masjid besar lengkap dengan sebuah kubah putih besar. Nyatanya Taj Mahal adalah sebuah tempat pemakaman yang dibangun sebagai bentuk penghormatan pada Mumtaz Mahal, istri dari kaisar Mughal bernama Shah Jahān.

Sama seperti kebanyakan raja lainnya, Shah Jahān memiliki banyak istri. Namun dari semua istrinya, sang kaisar hanya mencintai satu istrinya bernama Mumtaz Mahal. Keduanya menikah di tahun 1612. Sayang pernikahan itu tidak berjalan lama, karena di tahun 1631 sang istri meninggal setelah melahirkan anak mereka yang ke 14.

Meninggalnya Mumtaz Mahal membuat Shah Jahāl sangat terpukul. Dia pun memerintahkan untuk pembangunan sebuah makam spektakuler untuk Mumtaz Mahal, bukan hanya sebagai bukti cinta, pembangunan Taj Mahal juga merupakan penghormatan atas kesetiaan sang istri selama hidupnya.

Ada juga kisah lampau yang menceritakan tentang Ekalaya alias Palgunadi yang ingin menguasai ilmu Danuweda. Ilmu memanah yang hanya dikuasai oleh Resi Drona. Tapi sang resi menolaknya mentah-mentah karena ia terlanjur bersumpah bahwa ilmu Danuweda hanya akan di turunkan kepada Arjuna: keturunan Hastina. Baginya, Arjunalah yang akan paling pandai memanah di seluruh jagat raya.

Penolakan Drona, membuat Ekalaya belajar sendiri. Karena cintanya kepada Resi Drona, ia membuat patung Resi Drona. Ia belajar sungguh-sungguh. Setiap akan memulai, ia akan meminta restu patung itu. Dan membayangkan patung itu adalah resi Drona yang sesungguhnya. Maka, secara otodidak, ia belajar memanah, olah kridhaning jemparing  sampai ilmunya setara dengan Arjuna.

Sungguh cinta mampu menumbuhkan karya!

Cinta telah bikin manusia jadi kreatif dan cerdas. Sudikah dua sifat baik itu membusuk karena tanpa dorongan cinta? Lalu, siapakah pengganti manusia sebagai khalifah fil Ardhi  yang dikenal kreatif? Malaikat? Hewan? Atau Tumbuh-tumbuhan?

Maka dari itu, pembingkaian cinta dengan kelakuan yang amoral, seperti wet kiss, dry Kiss, peluk-pelukan, apalagi menjurus pada perbuatan zina, sungguh telah menodai kesucian cinta. 

Jika cinta negatif, kenapa Nabi Adam  jadi tidak kerasan berdiam sendirian di surga yang panoramanya melebihi panorama di muka bumi?  

Sungguh hati para pemuja cinta bagai disayat pisau tajam mendapat tudingan amoral tersebut. Perih. Tapi, karena cinta timbul bukan atas dasar keterpaksaan, bersemi penuh kearifan, tangan dielus-eluskan di atas dada sambil berucap, "be patient" sabar. Sehingga, segala cobaan dan kecaman tak mudah membuat luntur dan ambruk.

Cinta yang menjadi sifat Tuhan, al wadud, yang dimanifestasikan terhadap manusia sejatinya diposisikan pada tempat yang benar supaya kemurnian cinta tidak buram karena jeratan hawa nafsu yang mengotorinya.

Dalam adagium Arab, Ad-Dua' Sholah al-mukminin.  Doa adalah senjata orang mukmin. Makanya, satukan cinta dengan hati, melalui syair-syair doa supaya kesucian cinta tetap terjaga.

Kaitan antara cinta dengan hati bagaikan dua jari telunjuk dan jari tengah yang di jadikan perumpamaan antara Rosulullah dengan para anak yatim dalam sebuah hadist.

Tanamkan cinta yang sehat agar hidup di penuhi dengan petunjuk (hudan). Hanya orang pencintalah yang merengkuh mendali kesuksesan.