Cinta itu buta. Cinta buta tidak hanya definisi yang kita kerap tahu selayak keajaiban dunia. Seorang kaya raya kawin dengan wanita pedesaan atau usia 90an bisa menikah dengan umur 16an. Beserta, cinta tidak pandang asal-usul seseorang. 

Tapi cinta buta lebih dari itu: ia sebenarnya adalah Bhineka Tunggal Ika, bersatu dalam perbedaan yang harus kita pegang kuat-kuat.

Kalau Anda tidak kuat dalam perjalanan cinta apalagi Anda baper saat pasanganmu berselingkuhan, kita bisa tahu keajaiban baru, yakni bagaimana terputusnya ikatan cinta, break up selain ke-7 Keajaiban Dunia yang kita ketahui. 

Sayangnya, keheranan baru itu membuat Anda pada titik stres. Contoh, di film baru, Cinta Itu Buta, Diah (Shandy Aulia) sebagai seorang pemandu wisata di Busan, Korea Selatan, bertunangan dengan seorang pria bernama Jun Ho.

Namun cinta keduanya putus dan Diah mengalami kebutaan pada matanya lantaran Diah jatuh pingsan. Pingsan gara-gara Jun Ho bermata dua ke wanita lain. Mereka akhirnya jadi saksi bisu sampai hubungan mereka huru-hara.

Kemudian, muncullah sosok pria bernama Nik (Dodit Mulyanto) yang menemani Diah. Akhirnya, Nik dan Diah baku jatuh cinta.

Nik mulai berkomunikasi dengan Diah. Nik selalu men-surprise Diah dengan bahasa halus, tawa, dan lebih ke bahasa-bahasa romantis meski mata Diah tidak bisa melihat. Sifat rajin Nik dalam men-serve makanan dan leluconnya membuat Diah terhibur dan puas dalam kehidupan kemalangannya.

Seperti judulnya, Cinta Itu Buta, laki-laki tidak perlu ganteng dan perempuan tidak harus cantik. Nik atau Dodit sendiri pun mendukung hal ini, "Hikmah dari film ini, jadi cowok ga perlu ganteng."

Perkataan Dodit ini ujung-ujungnya ialah fisik (maaf) abnormal dan gaya biasa-biasa saja seakan tidak jadi masalah dalam zona percintaan.

Cerita seperti di atas mengingatkan saya pada kenapa saya dulu kasih gelang bintang kejora (GBK) Papua sebagai pengganti cincin ke pacarku, dan akhirnya dia meninggalkan saya. Di saat kami berdua saling menyerahkan GBK Papua, kami bersumpah bahwa jangan pernah saling mematahkan sayap satu sama lain.

Bedanya, di film Cinta Itu Buta, mereka adalah orang dewasa—waktunya pas untuk bertunangan. Setelah Jun Ho, anak Jawa berbodal comedi ambil Diah. Sementara, saya dan pacarku masih berstatus pelajar—SMA. 

Pacarku perempuan lalu memilih anak kuliah. Katanya anak pejabat. Bapaknya adalah salah satu dari 61 tokoh Papua yang Jokowi undang kemarin di Istana. Pastilah, dompet sudah tebal. Laki-laki yang bermodal penuh dengan aksesori atau peralatan kekinian—modern. Entahlah.

Tapi kenapa kisah saya dan cerita dalam film Cinta Itu Buta harus break up dan mereka harus lompat ke orang lain?

Saya melihat cinta itu buta dari sisi lain; cinta terkandas sebelum mereka terima surat nikah adalah hak mereka dan arti lain dari cinta itu buta ialah kebebasan, freedom. Namun ia bisa menyebalkan kita akhirnya.

Ok, saya akan jodohkan alasan ini kenapa orang baku lepas dan kenapa saya ambil argumen seperti itu.

Alasan pertama, saya ingat betul perkataan seorang gembala jalanan. Dia mengatakan; sejauh kita masih belum menikah, kita adalah bagaikan ‘barang dagangan’ di pasar, bahwa siapa saja bisa melihat-lihat dan menawar-nawari sebelum barang itu dibeli—jadi kepunyaan secara total.

Jadi, jangan salahkan kepada pacar atau tunanganmu kalau suatu hari anak aibon atau lonte dan CEO, bahkan gelandangan sekalipun, menanyakan ke kekasihmu, "I am into you," sebelum kita berstatus nikah—berkeluarga yang sah.  

Jun Ho tidak salah dalam perselingkuhan dengan perempuan lain dan pacarku pun demikian. Dunia ini sudah ada banyak wanita dan pria. Mereka berhak merayu atau kata gembala menawari pacar kita walau Anda berdua sudah dalam dating.

Jangan juga heran kalau Anda membaca HP gebetanmu penuh dengan inbox, SMS, call atau panggilan dari orang tak kenal—unknown numbers, bahkan teman dekatmu pun men-sending perasaan cinta mereka kepada pacarmu. 

Mereka tidak salah kok? ketika ia mengungkapkan perasaan suka sama kita sejauh kita tidak bersuami-istri. Itulah hak seseorang yang pantas kita bertepuk tangan.

Alasan lain adalah orang berhak mendapatkan kebebasan berekspresi dan memilih kemauannya mereka. Toh, jika Anda stalking terus-menerus ke pacarmu, bukankah hal itu adalah serupa kediktatoran yang kita lakukan ke dunia percintaan kita? Lebih bagusnya adalah jangan bawa-bawa otoritarianisme Korea Utara ke ranah dating—perkencanan. Nanti berbahaya.

Makanya, hal terbaik yang kita lakukan ke orang lain adalah membiarkan mereka bergaya kemauan mereka sendiri. Jelasnya, jadi diktator pada diri sendiri adalah yang terbaik daripada kita buat kediktatoran kepada orang lain atau pacar kita sendiri.

Namun, akui kalau sudah punya (telah menikah), lalu seseorang seperti Nik merayu pasanganmu semena-mena; orang itu sebenarnya adalah perusak ikatan keluarga karena kalian sudah legal secara De Facto/De Jure pernikahan. 

Tentu, kata gembala di atas, ia adalah pencuri barang kita sejak kita sudah beli dan barang sudah menjadi milik kita.

Efek lain dari cinta itu buta adalah meresa posesif. Mereka terlalu berlebihan mempertahankan pacarnya. 

Jangan biarkan kutipan Gus Dur ini, "Tidak ada jabatan yang perlu dipertahankan mati-matian," mengintervensi ke dunia kencan. Biar setelah menikah, lalu kita dipertahankan mati-matian, merupakan hak dan kewajiban dalam kehidupan manusia.

Karena terlalu bermati-matian pada berkencan, Anda akhirnya bisa saja jadi korban tidak hanya pada psikologi Anda, tapi juga fisikmu. Seperti Diah di film Cinta Itu Buta.

Akhirnya, cinta itu buta adalah menyakitkan. Sakit sesaat dia kasih tinggalkan Anda. Paling merasa jengkel saat pacarku buang dan robek GBK Papua saya. Event Diah dan Jun Ho juga sama. Jika kejadian-kejadian ini yang terjadi, kenapa orang saling kasih cincin, dan alhasil mereka bertolak ke jodoh lain sebelum menikah?

Film Dear John menjelaskannya. Cinta itu benar buta. Ia sudah tidak ada patience, kesabaran menunggu. Savannah (Amanda Seyfried) bertiduran sama laki-laki lain ketika kekasihnya John (Channing Tatum) berjauhan dalam tugas kemiliteran. Saling kirim surat-surat cinta adalah hanya mimpi bagi mereka. Sungguh aneh.

Diah atau Jon Hu, pacarku dan Savannah, bukan kalian yang salah. Salah itu ketika kita berada dalam dunia kebebasan. Sebelum menikah, kita adalah orang bebas, siapa saja bisa mendekati dan datang menyapa kita.

Jalan keluarnya adalah pertanyakan kenapa lagu She's Gone oleh Steelheart kutip lirik di bawah ini? Itulah cinta itu buta menurut saya.

Lady, won't you save me?
My heart belongs to you
Lady, can you forgive me?
For all I've done to you
Lady, oh, lady.