“Kita harus menyukai diri kita masing masing, kita semua cukup baik. Setelah kita menyadarinya, tak ada yang bisa merampasnya”, itulah sebuah kutipan yang saya ambil dalam film Tall Girl (2019) karya Nzingha Stewart.

Kalian tau nggak sih apa isi dari film Tall Girl ini? Menceritakan kisah Jodi yang memiliki tinggi badan 190cm sampai-sampainya dia dijuluki berbagai macam nama oleh teman-teman sekolahnya. Sebutan cewe jangkung, cewe jerapah, dan pohon kacangkerap didengar saat Jodi bertemu teman-temannya.Jodi juga sempat merasa minder ketika ia bertemu dengan teman-temannya yang tinggi badannya dibawah dia.

Beranjak dari kisah Jodi di film Tall Girl, kalian juga harus tau bahwa postur tubuh itu nggak seterusnya menetap seperti itu. Dalam dunia kesehatan, tubuh tinggi bisa jadi dikarenakan oleh gen dari orang tua kita atau saudara kita. Selain itu, kalian juga harus tau bahwa tubuh tinggi itu juga bisa menyusut loh! Mengapa bisa menyusut? Ya, karena seiring umur kita bertambah dan tulang belakang kita mulai kehilangan air. Eitssss.. tapi tenang kawan, kalau kita rajin berolahraga dan memulai hidup sehat pasti postur tubuh kalian juga tetep bagus kok hehe..

“Lebih muda kok lebih tinggi?” ucapan orang-orang awam yang pernah saya dengar ketika saya sedang berjalan dengan kakak saya. “Rasanyatuh pengen gue blender deh mulut tu orang..” batin saya. Terkadang saya merasa iba dengan kakak saya sendiri. Saya mengerti apa isi hati kakak saya setelah mendengar kata-kata itu. Pada masa koplak ini makin banyak orang koplak juga ya ternyata.. pada nggak bisa nyaring perkataannya masing-masing. Selain itu banyak juga orang yang masih minimnya ilmu yang mereka dapat, ya jadinya ngejeplak seenak jidatnya sendiri deh..

Padahal kalian tau nggak sih apesnya jadi orang yang punya postur tubuh tinggi? Ada banyak cuy.. Dulu waktu SD sampai SMA, saya selalu jadi anak yang paling tinggi postur tubuhnya dikelas. Nah, bertepatan dengan event-event atau acara sekolah pastinya ada dokumentasinya dong.. Ya gini apesnya jadi anak yang paling tinggi, kalau sesi foto pasti ditempatkan dibelakang sendiri dan lebih keselnya kepala saya sampai terpotong dihasil foto itu. Dan itu nggak terjadi satu dua kali, berkali-kali cuy...Tapi ya sudahlah gapapa, yang penting ngikut foto meskipun terbelah hehe..

Ada suatu cerita apes lagi ketika saya sedang belanja diminimarket dekat rumah saya. Kejadian itu waktu malam hari yang tingkat pencahayaan lampunya juga remang-remangsih.. Jadi waktu itu, saya datang ke minimarket berinisial A yang kaca pintu masuknya memang tidak terlalu tinggi. Dan kebetulan mata saya minus, saya masuk tuh ke minimarketnya.. dan gubrakkk..!!kepala saya kepentok ujung pintu minimarket itu. Seketika orang-orang pada nengok ke saya, “Awas kepalanya kepentok, mbak..”kata pegawai minimarket tersebut. Pasti kalian tau malunya kayak gimana deh..

Skip dulu cerita apesnya. Kita ambil dari sisi baiknya, “Tuhan menitipkan kelebihan disetiap kekurangan” adalah kutipan yang saya sukai. Mengapa? Iya, kenapa sih kalian harus sedih melihat kekurangan kalian? Bukannya kekurangan itu adalah sebuah kelebihan yang tertunda? Ya asalkan mau berusaha sih..Nah, kalau kalian tau dalam diri kalian ada kekurangan, ubahlah kekurangan itu jadi suatu hal yang positif. 

Jadikan kekuranganmu menjadi penggerak dirimu untuk berubah menjadi sosok sesempurna mungkin yang kalian inginkan. Jangan pernah kalian merasa dirimu itu nggak berguna, bikin apes orang lain, dan jangan pernah dirimu merasa buta hati dengan dirimu sendiri.

Ada suatu cerita yang nggak akan pernah saya lupain selama hidup saya. Saya mempunyai sahabat bernama Ighna. Dia mempunyai postur tubuh yang pendek sedangkan saya mempunyai postur tubuh yang lumayan tinggi dibandingkan dia. Saat itu, saya mengajak sahabat saya untuk membaca buku di perpustakan sekolah saya. Saya melihat disetiap rak buku penuh berisi buku. Kebetulan sahabat saya menjumpai buku yang akan ia baca di rak buku tersebut. 

Waktu itu, rak buku tersenggol oleh orang-orang yang bersliweran diperpustakaan. Nah.. buku yang ada dirak tersebut jatuh ke arah kepala sahabat saya. Tapi, untungnya saya tangkap. Jadi buku itu tidak jadi jatuh mengenai kepala sahabat saya. Saat itu saya mulai mengerti dan saya bersyukur akan kelebihan yang diberikan Tuhan kepada saya. Sahabat saya juga merasa senang akan kehadiran saya yang menjadi penyelamat bagi dia.

Jadi pada intinya, dari setiap apa yang kita pikirkan itu buruknamun ternyata bisa menjadi terang bagi disekitar kita. Cintai diri kalian, anggap diri kalian itu jiwa yang sempurna dan jangan selalu semuanya dipandang dari fisiknya saja. Selain itu, kita sebagai pelajar yang memiliki bekal ilmu yang cukup juga harus pandai berfikir untuk memikirkan hal yang positif. 

Berikan aura positif vibes kepada orang lain disekitar kalian. Pelajar jaman sekarang jangan bisanya cuma insecure, tapi juga harus selalu bersyukur. Percayalah, Tuhan nggak akan ngasihkekurangan yang tidak bisa tertutupi oleh kelebihan.