Tidak hanya sisi tradisional, Yogyakarta turut memiliki kebudayaan yang muncul dari adanya arus globalisasi. Salah satunya adalah kebudayaan Korea Selatan atau sebutan yang lebih akrab, yaitu K-Pop.

Bukti konkret dari adanya budaya Korea Selatan di tengah masyarakat Yogyakarta ini adalah kesuksesan berdirinya Chingu Cafe pada akhir tahun 2018 silam. Secara sederhana, Chingu Cafe merupakan tempat makan yang secara khusus menawarkan masakan dan nuansa Korea Selatan dengan menekankan aspek dunia hiburan Korea Selatan, seperti penyanyi, band, dan drama Korea.

Chingu Cafe pertama kali dibuka di Jl. Sawunggaling, Tamansari, Kota Bandung pada tahun 2015. Sejak awal dibuka, Chingu Cafe ramai dikunjungi oleh para penggemar K-Pop yang rela mengantre lama untuk menikmati hidangan dan nuansa khas Korea Selatan.

Selanjutnya, Chingu Cafe membuka cabang pertamanya di Kota Dago, Bandung dengan gelombang pengunjung yang juga ramai pada setiap harinya. Akhirnya, Chingu Cafe pun membuka cabang luar kota pada pertama kalinya di Yogyakarta, tepatnya Jl. Pandega Karya No.18, Jl. Kaliurang km 5.6, Manggung, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Cabang baru Chingu Cafe di Yogyakarta resmi dibuka pada tanggal 10 Desember 2018. Pada masa awal pembukaan cabang baru ini, Chingu Cafe menawarkan diskon 20% untuk setiap transaksi selama 12 hari sejak hari pertama dibuka.

Oleh sebab itu, para pengunjung yang datang pada masa pembukaan tersebut tidak dapat menghindari antrean yang panjang. Namun, lamanya waktu menunggu itu akan sepadan dengan makanan dan hal lainnya yang diperoleh oleh pengunjung.

Banyak makanan khas Korea Selatan yang dihidangkan di Chingu Cafe ini, antara lain:

Odeng/Eomuk

Fish cake ala Korea Selatan ini menjadi sasaran empuk bagi wisatawan di Korea yang mencari jajanan pasar. Secara sederhana, odeng merupakan bakso ikan yang pipih dan panjang, kemudian ditusuk dengan tusuk sate.

Kuah kaldu yang hangat menjadi pelengkap hidangan odeng. Kuah kaldu ini mudah dibuat, hasil campuran kaldu jamur dengan bawang goreng, daun bawang, kecap asin, kecap asin, ebi sangrai, dan sejumput jahe.

Jjajangmyeon (짜장면)

Jjajangmyeon adalah hidangan khas Korea Selatan, tetapi dipengaruhi oleh budaya Tionghoa. Nama jjajangmyeon sendiri berasal dari kata jjajang yang artinya saus goreng dan myeon yang berarti mi.

Oleh karena itu, hidangan gurih ini terdiri dari dua komponen yang saling melengkapi. Pertama, mi yang umumnya terbuat dari tepung gandum dan cukup tebal,

Kedua, chunjang (춘장) berupa saus kental berwarna hitam. Saus ini terbuat dari kacang keledai hitam yang dilengkapi dengan berbagai makanan laut, seperti udang, teripang, dan cumi-cumi.

Bimbimbap (비빔밥)

Nasi campur versi Korea Selatan ini sudah mudah dijumpai di Indonesia. Berbeda dengan nasi campur di sini, bimbimbap harus diaduk oleh konsumen sebelum mulai makan. 

Umumnya, hidangan ini disajikan dengan bentuk semangkok nasi putih yang dikelilingi oleh lauk-pauk, seperti telur, daging sapi, dan berbagai sayuran. Secara filosofis, bimbimbap dilambangkan sebagai persatuan keluarga yang harmonis.

Selain menikmati makanan Korea, ada beberapa aktivitas lain yang dapat dilakukan oleh para pengunjung. Sebagai contoh, Chingu Cafe menyediakan jasa penyewaan hanbok, baju tradisional Korea Selatan yang tentunya akan menarik biaya berdasarkan jenis pakaian yang dipilih.

Desain ruangan yang disajikan turut menarik para pengunjung untuk mengambil dokumentasi dan mengabadikan momen bersama.

Para pengunjung dapat menghabiskan waktu lebih lama untuk berfoto-foto dibanding menikmati makanan mereka karena banyak desain dinding yang menyajikan foto pemain film maupun penyanyi asal Korea Selatan dan tulisan-tulisan dengan hangeul, jenis huruf yang digunakan dalam bahasa Korea.

Sebagai tambahan, kata-kata penunjuk ruangan menggunakan huruf hangeul beserta bahasa Inggris bagi para pengunjung yang tidak dapat membaca hangeul dan para pelayan dapat berbicara dalam bahasa Korea. 

Selain itu, menu makanan dan minuman turut disajikan dengan hangeul dan bagian harga yang ditulis menggunakan mata uang Korea Selatan, yaitu won (₩).

Untuk biaya yang diperlukan, makanan di Chingu Cafe dijual dengan harga berkisar Rp7.900,00-Rp29.000,00 atau harga yang tertulis dalam menu, yaitu 790₩ hingga 2900₩.

Menu makanan di Chingu Cafe ini sangat bervariasi dan memiliki tema berupa makanan Korea, seperti bibimbap, bokkeumbap, tteokbokki, kimchi, ramyeon, dan hotteok atau panekuk ala Korea. 

Selain makanan yang telah disebutkan, Chingu Cafe turut menyajikan atraksi gastronomi berupa barbeque ala Korea yang dimasak oleh para pengunjung sendiri dengan harga sekitar Rp59.000,00-Rp89.000,00 atau 5900₩ hingga 8900₩.

Untuk minuman, harga yang ditawarkan berkisar Rp6.900,00-Rp12.000,00 atau 690₩ hingga 1200₩ mulai dari pilihan teh hingga minuman bersoda yang merepresentasikan berbagai grup musik dari Korea Selatan.

Chingu Cafe ini tentunya menjadi tempat makan yang sangat direkomendasi kepada para pecinta K-Pop atau Korean Pop. Tidak dapat dipungkiri, Chingu Cafe dapat dikatakan sebagai suatu destinasi wisata di tengah perkotaan sekarang ini.