"Jika Anda bergetar dengan geram setiap melihat ketidakadilan, maka Anda adalah kawan saya." - Che Guevara.

Diktum itu masih bergema bagi gerakan kaum muda di seluruh dunia! Siapa sangka, mahasiswa Ilmu Kedokteran asal Argentina ini bisa menjadi tokoh revolusioner yang menginspirasi semangat perjuangan hari ini.

Dengan semangat cinta akan kemanusiaan, Che Guevara mengambil haluan bersama rakyat tertindas untuk memperjuangkan haknya. Terbukti, berawal dari Guatemala, menuju Kuba dan berhasil menumbangkan Fulgencia Batista, rezim otoriter yang didukung imperealis Amerika Serikat.

Che Guevara memasuki Kota Havana pada awal Januari 1959 langsung membentuk aparat keamanan negara serta menyelengggarakan pengadilan revolusioner. Ini dilakukan untuk melengserkan antek-antek Batista yang masih berada di Kota Havana dan sekitarnya.

Euforia kemenangan rakyat Kuba tidak berakhir di situ, pembentukan sebuah negara pemerintahan untuk mewujudkan Kuba sebagai salah satu negara sosialis di Amerika Latin.

Semangat revolusioner Che Guevara tidak berakhir di Kuba, ia memutuskan untuk pindah ke Kongo kemudian hijrah ke Bolivia melanjutkan revolusi. Akhirnya, Che mati ditangan Tentara Bolivia, 9 Oktober 1967.

“Aku tahu kau datang untuk membunuhku. Tembaklah, kau hanya membunuh seorang laki-laki,” kata Che kepada seorang tentara yang hendak membunuhnya.

Akhirnya, timah panas senjata Karabin M1 buatan Amerika menuju lengan, kaki, dada Comandante Che Guevara.

Che telah mati. Ia seorang lelaki revolusioner yang dibunuh para pengecut. Semangat juang dan cinta kemanusiaan terus menginspirasi seluruh pergerakan kaum muda di dunia.

Che Pahlawan Sejati

Mungkin generasi milenial tidak mengenal Che Guevara, seorang dokter berewok, gondrong yang menjadi pahlawan bagi masyarakat Kuba dan masyarakat tertindas di seluruh dunia.

Wajah Che Guevara terpampang di semua tempat; poster, baju, buku, patung (seperti di Kuba) yang menjadikan Che sebagai pahlawan sejati yang akan terus dikenang semua generasi.

Aktivis-aktivis rakyat yang memakai baju bergambar Che Guevara dengan topi khas sang comandante terlihat di jalanan, menjadikan Che sebagai simbol pergerakan kaum muda.

Menjadikan Che Guevara sebagai pahlawan kaum tertindas, seperti pidato Fidel Castro di Kuba saat Che dieksekusi di Bolivia. Fidel melihat Che sebagai manusia yang sangat tangguh dalam perjuangan, memperjuangkan nasib orang-orang tertindas.

Mengapa?

Semangat perjuangan Che Guevara yang berawal dari Guatemala (gagal revolusi), bertemu Fidel di Meksiko yang berhasil di revolusi Kuba. Tidak berhenti di Kuba, Che Guevara memutuskan untuk pergi ke Kongo karena melihat ketertindasan yang dialami masyarakat Afrika, namun gagal. Bolivia menjadi pilihan terakhir.

Semangat ini yang menjadikan Che sebagai pahlawan sejati bagi masyarakat tertindas. Semangat untuk membebaskan masyarakat dari cengkeraman imprealisme ini yang dimiliki Che yang kemudian dikenang hingga hari ini.

Che Bangkit

Memang, kita tidak lagi mendengar suara Che Guevara di abad 21 seperti ia menentang imperiaalis ketika pidatonya sewaktu revolusi Kuba. Kita tidak lagi menemui Che Guevara di dunia yang penuh kebobrokan ini.

Namun, Che Guevara meninggalkan sebuah warisan bagi dunia, meninggalkan pemikiran revolusioner kepada pemuda, meninggalkan semangat ketangguhan kepada semua organisasi pergerakan di dunia, ia meninggalkan pengalaman tentang cinta dan kemanusiaan kepada umat manusia di dunia dan mengajarkan karakter progresif bagi kaum muda.

Semangat ini yang diwariskan Che Guevara kepada dunia, semangat ini yang ditransformasikan bagi seluruh pergerakan di dunia, menghidupkan kembali Che Guevara dalam bentuk lain dengan semangat perjuangan menuju masyarakat sosialis.

Raga Che Guevara, tokoh revolusioner Kuba ini telah tiada. Namun, pemikiran, semangat dan cinta pada kemanusiaan bangkit kembali dengan “Che” yang muda, terinspirasi dari sang comandante.

Che Guevara tidak hanya menginspirasi semangat pergerakan di Kuba, tetapi semangat pergerakan di dunia menuju masyarakat komunis, sebagaimana diimpikan oleh Karl Marx. Kebangkitkan Che Guevara hari ini menjadi momok yang menakutkan bagi neokolonialis dan imperialis yang terus merongrong kehidupan negara-negara dunia ketiga.

Kebangkitan Che sebagai simbol perlawanan terus menyala untuk memberangus kuasa borjuasi global melalui ekonomi yang menjadikan negara dunia ketiga sebagai sumber penghasilan atau sumber pedapatan.

Kebangkitan Che juga ingin menghapuskan kuasa elite global melalui organisasi tetek-bengek yang menamakan diri sebagai pembantu negara dunia ketiga. Sebut saja, World Bank, IMF, WHO yang dibentuk demi kepentingan elite global untuk meraup keuntungan dari negara-negara kecil, seperti di Asia dan Afrika.

Che Bangkit untuk menghapuskan ini dan membongkar kebobrokan imperialis yang terus mengakar di dunia yang menguasi di segala bidang. Marxisme-Leninisme yang digaungkan Che Guevara seperti di Kuba telah menyebarkan di seluruh dunia dan dihidupkan bagi seluruh pergerakan untuk menghancurkan kapitalisme dan mewujudkan revolusi sosialis di dunia. 

Hasta la victoria siempre!
(Selalu maju menuju kemenangan)

Patria o muerte!
(Tanah air atau mati)

Venceremos!
(Kita akan menang)