Cermin merupakan benda yang rawan pecah dan sebuah benda yang dapat memantulkan bayangan dengan sempurna. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cermin merupakan kaca bening yang salah satu mukanya dicat dengan air raksa dan sebagainya sehingga dapat memperlihatkan bayangan benda yang ditaruh di depannya.

Ternyata ada berbagai jenis cermin lho, apa aja sih jenis cermin ?

Yang pertama ada cermin datar atau plane mirror. Cermin datar adalah cermin yang permukaannya datar atau rata. Bayangan yang dipantulkan pada cermin datar mempunyai dimensi ukuran panjang dan lebar sesuai ukuran benda aslinya, jarak yang terbentuk antara bayangan benda dengan cermin sama dengan jarak yang terbentuk antara benda dengan cermin. 

Sehingga tidak heran bahwa cermin datar banyak digunakan dalam kehidupan sehari hari, seperti cermin yang digunakan untuk merias wajah, bahkan dapat digunakan untuk pemantulan cahaya pada periskop.

Jenis cermin kedua adalah convex mirror atau biasa disebut dengan cermin cembung. Cermin cembung merupakan cermin yang permukaannnya mempunyai lengkungan ke arah luar atau menonjol. 

Cermin cembung dapat memantulkan bayangan yang luas, sehingga bayangan yang dipantulkan di area yang luas dapat terlihat dari cermin cembung. Cermin cembung berfungsi sebagai kaca di tikungan jalan, kaca spion, bahkan alat yang digunakan pada teropong.

Yang ketiga adalah concave mirror atau cermin cekung. Cermin cekung sama seperti cermin cembung yaitu mempunyai lengkungan. Namun, lengkungan pada cermin cekung ke arah dalam seperti bentuk mangkok atau parabola. 

Bayangan benda yang dipantulkan pada cermin cekung akan diperbesar dari ukuran aslinya. Sehingga, cermin cekung dapat digunakan dalam alat bantu mikroskop sebagai alat yang mengumpulkan dan mengarahkan sinar pada benda yang diamati.

Tidak dapat dipungkiri bahwa cermin sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Bahkan terdapat berbagai filosofi tentang cermin yang bisa dijadikan sebuah pembelajaran dalam menjalani kehidupan. Berikut adalah beberapa contoh filosofi tentang cermin.

Cermin tempat introspeksi

Fungsi utama cermin adalah untuk memantulkan bayangan kita sendiri. Saat kita melihat bayangan kita di cermin, cermin akan menampilkan bayangan kita tanpa ada kebohongan. 

Saat terjadi suatu masalah cobalah bercermin melihat ke dalam diri sendiri kesalahan apa yang telah diperbuat sebelum kita nge-judge orang lain. Dengan introspeksi diri kita dapat memperbaiki apa yang perlu diperbaiki, membangun apa yang perlu dibangun.

Mencari seseorang untuk mengubah hidup ? cobalah melihat cermin.

Saat kita bercermin, tentu saja kita melihat diri kita sendiri. Sama seperti ketika kita ingin mengubah hidup kita. Mengubah kehidupan dimulai dari diri sendiri. Penulis Gail Sheehy mengatakan, "Jika tidak berubah, kita tidak akan pernah bertumbuh. Jika tidak bertumbuh, kita tidak benar-benar hidup. 

Pengembangan diri menuntut kita meninggalkan zona nyaman untuk sementara waktu.” perubahan dan pengembangan diri adalah sebuah prioritas dalam hidup untuk menjadikan hidup lebih baik.

Hidup itu seperti cermin. Tidak memiliki warna, tetapi dapat memperlihatkan semua warna.

Pada dasarnya cermin tidak memiliki warna, tetapi cermin dapat memantulkan warna apapun. Jadi bisa dibilang cermin itu sangat jujur. Ketika terdapat benda warna kuning bayangan benda yang dipantulkan oleh cermin pun juga warna kuning, hitam akan dipantulkan dengan warna hitam, dan seterusnya. dengan hal-hal lain.

Warna dalam filosofi cermin seperti pengalam di dunia. Saat lahir, manusia tidak memiliki pengalaman, dan ketika setiap peristiwa atau masalah telah terjadi dalam hidup dan dapat melewati semuanya, itu akan menjadi rangkaian pengalaman yang mungkin akan memberikan sebuah pembelajaran yang berarti dalam kehidupan.

Cermin pandai menjaga rahasia

Siapapun yang menggunakan cermin. cermin tidak pernah mengungkapkan tentang siapa saja yang telah bercermin kepadanya. Baik itu kondisinya sedang terlihat baik ataupun buruk.

Sifat seperti cermin ini menandakan bahwa cermin cukup mampu diandalkan untuk menjadi teman yang baik untuk menjaga rahasia. Sebisa mungkin, jangan pernah mengungkapkan hal-hal tercela atau rahasia orang yang terlanjur kita ketahui kepada siapapun.

Ucapan dan Perbuatan adalah cerminan isi hati

Ucapan dan perbuatan adalah cerminan hati. Ketika hati penuh dengan kebaikan, maka ucapan dan perbuatannya baik, dan sebaliknya, ketika hati penuh dengan hal-hal yang buruk, maka ucapan dan perbuatannya menjadi buruk. 

Namun sesuatu yang buruk tidak akan selamanya buruk jika seseorang ingin berubah menjadi lebih baik maka dimulai dengan merubah isi hatinya dengan hal hal yang baik pula.

Sering-seringlah bercermin sebelum kamu berkata-kata

Terkadang kita sebagai manusia sering mengatakan hal hal yang tidak baik kepada orang lain disengaja maupun tidak disengaja, sehingga kita lupa siapa diri kita sebenarnya. Ketika kita ingin mengatakan sesuatu, kita harus berpikir matang-matang terlebih dahulu agar tidak menyakiti perasaan orang lain.

Kebiasaan saat ini adalah cerminan masa depan

Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang tidak ideal dalam kehidupan kita sehari-hari karena kebiasaan yang kita terapkan adalah cerminan masa depan kita. Jika kita membiasakan kebiasaan baik, masa depan kita akan baik. 

Namun jika kita tidak mau berubah dengan kebiasaan yang kurang baik, maka akan memengaruhi masa depan kita, kita tidak bisa mengulang waktu yang hilang yang telah disia siakan karena waktu tidak akan pernah terulang lagi.