Cerita tentang kita seolah tak pernah menemukan titik akhir dan tak pernah mencapai klimaks kepuasan. Meskipun puluhan puisi dan cerita pendek telah aku torehkan di kanfas putih namun cerita kita tidak habis.

Cerita tentang kita bukanlah kisah fiktif seperti sinetron-sinetron FTV atau drama romantis Korea. Kisah kita adalah kisa nyata. Kisah cinta yang terjadi antara kau dan aku, dua insan rumit yang saling mencintai. Dua pribadi yang berbeda sifat tetapi mau hidup bersama.

Cerita tentang kita, bagi mereka mungkin ini adalah kisah biasa yang membosankan dan tak perlu dibuat sedramatis seperti ini, ahh itu urusan mereka yang menilai. Aku tidak peduli, aku berharap kau juga berpikir sama seperti diriku tidak mempedulikan apa kata orang sebab ini adalah kisah kita bukan kisah mereka. Dan tentunya kita berhak atas kisah kita.

Semua cerita tentang kita telah aku kisahkan mulai dari makanan, minuman, warna, film, artis dan lagu yang paling sering kita dengar, band atau penyayi, pesepak bola, klub bola yang kita sukai dan lain-lain, pokoknya semuanya sudah aku kisahkan dalam cerita tentang kita.  

Cerita tentang kita memampukan aku menjadi seorang penyair liar yang tanpa henti menarikan pena di atas kanfas putih tuk melahirkan cerita cinta tentang kita. Jadi aku harap kau jangan kaget jika dalam karyaku dipenuhi oleh kisah kita dan semua tentang kita. Aku berharap kau tidak keberatan namamu dan kisah kita aku kisahkan dalam karyaku.

Aku sengaja mengisahkan semua kisah kita sebab aku takut cerita tentang kita hilang termakan oleh kisah baru yang akan kita alami. Tentu kisah baru itu bukan lagi tentang kita tetapi tentang kau dan dia atau sebaliknya  tentang aku dan dia.   

Tetapi aku selalu berdoa dan berharap semoga cerita tentang kita akan menjadi cerita pertama dan terakhir yang terjadi dalam hidup kita.

Jogja, Sudut Gang Bias, 15 Mar, 2020.

Jangan Pernah Katakan 

Dengar dan resaplah, hai kalian semua. Jangan pernah katakan cinta, Kalau kalian belum mampu untuk menghidupi dan mempraktekan cinta dalam hidup.

Jangan pernah katakan peduli, Kalau kalian tidak pernah menunjukkan rasa peduli kepada mereka yang tersisihkan.

Jangan pernah katakan keadilan, Kalau kalian tidak sanggup untuk menegakan keadilan dalam hidup.

Jangan pernah katakan toleransi, Jika kalian tidak bisa untuk saling memahami sesamamu yang berbeda kayakinan dan menerima perbedaan yang ada.

Jangan pernah katakan orang lain itu gagal, Sebab belum tentu anda akan berhasil jika satu saat anda berada di posisi orang yang gagal itu.

Jangan pernah menghakimi orang lain, Kalau anda  juga belum sempurna.

Sudut Klausura, 10 Feb 2020

Demi Dirimu

Aku akan memahami dirimu tanpa kata sebab kata itu hanya kiasan yang bisa menipu. Aku akan melindungi dirimu meskipun aku harus mengorbankan jiwa dan ragaku.

Aku akan mengorbankan semua waktuku demi mengutamakan apapun yang kau sukai. Aku akan mencintai dirimu dengan tulus meskipun kau sering mengabaikan cintaku.

Aku akan selalu ada untukmu meskipun tanpa kau minta sebab itulah bukti cintaku.Aku tidak akan pergi ke lain hati jika memang kau memutuskan pergi dari hidupku, sebab yang aku bisa hanyalah bersabar dan menunggu kau kembali.

Aku akan tetap setia menunggu sebab aku tahu satu waktu nanti kau akan kembali kepelukan cintaku. Karena cintakulah yang sanggup memahami dirimu seutuhnya.

Jogja, 17 Feb 2020

Tentang Hati

Hati ini bukan brangkas yang mampu menampung berbagai hal. Hati ini bukan pintu yang bisa kau buka dan kau tutup sesukamu tak kenal waktu. Hati ini bukan google yang mampu menjawab ribuan pertanyaanmu. Hati ini bukan tempat kau menumpahkan semua keluh kesahmu tentang dia yang kau cintai.

Hati ini bukan hard dirve yang mampu menampung ribuan data, video, foto dan lagu. Hati ini hanyalah seonggok daging rapuh yang satu saat nanti akan sakit tersiksa oleh semua perasaan yang ada.

Jadi, tolong hargai dan rawatilah hati ini. Jangan biarkan hati ini terkoyak oleh rasa yang tak menentu. Kamu harus tahu bahwa hati ini adalah istana tempat cinta bersemi.

Jogja, 18 Feb 2020.