Cerita tentang aku dan kamu, yang tidak pernah aku duga bahwa sejauh mana hidupku tanpanya. Meskipun sudah banyak cerita pendek yang aku tulis tanpa ada ujungnya. Cerita tentang aku dan kamu, bukanlah cerita fiktif seperti drama Korea atau sinetron di TV. Cerita yang diambil dari kisah nyata.

Kisah nyata yang terjadi antara aku dan kamu, dua insan yang tidak saling mencintai. Tak tau aku akan baik-baik saja dan bahagia, atau bahkan sebaliknya. Bernafas dengan lega, menjalani semua rencana dan mimpi tanpa khawatir dengan apa yang terjadi.

Selama ini, aku telah salah menduganya. Aku berpikir bahwa dia telah fast respons denganku atau arti lain aku dengannya sedang tidak baik-baik saja. Berpikir sedih dan bahagia pun menurut sudut pandangnya, mengabaikan diriku sendiri agar mampu menempati posisi terbaik dalam hidupnya. Tetapi, aku salah karena sudah berpikiran buruk tentangnya.

Aku berpacu mengejar segala hal untuk terlihat oleh pandangannya. Hingga aku lelah ada dalam satu ikatan yang berujung aku sendirian. Tidak hanya sekali ataupun dua kali kamu memilih membisu dariku.

Setiap kali aku membahas masa depan, amarahmu akan sangat meledak-ledak ketika pemikiranku tak sesuai dengan pemikiranmu. Hingga tak segan-segan kamu menyakitiku dengan ucapanmu dan sindiran perkataan yang kamu lontarkan.

Aku merasa cukup dengan semua hal yang menjadikanku tak berarti. Tidak mau lagi bersikeras bersamamu. Saat ini aku hanya ingin berhenti. Aku ingin benar-benar pergi, bahkan aku pun sama sekali tidak memikirkan kenapa dia bisa melakukan ini kepadaku. Aku tidak tau mengapa bisa seperti ini.

Aku takut untuk melupakanmu. Bukan karena aku seorang pengecut untuk memulai perjalanan baru. Tapi, karena aku menyadari bahwa waktu yang berlalu teramat berharga hilang dengan begitu saja.

Aku terjebak lama dalam ikatan yang terlalu rumit. Jika aku berpikir bahwa semua ini harus diakhiri hanya karena tak ada lagi rasa, tapi ternyata tidak. Entah aku yang dulu begitu mencintaimu atau kamu yang pandai untuk mencegahku pergi. Pada kenyataannya, aku selalu menjadi kuat untuk meninggalkan.

Waktu memberitahuku bahwa kisah antara aku dan kamu tak berjalan sebentar. Aku sempat bahagia saat tersesat bersamamu pada kegelapan malam yang suram. Karena itu, kita bisa lebih lama menikmati perjalanan dalam kerinduan.

Namun, setelah itu aku menyadari bahwa tersesat denganmu akan menjauhkanku dari tujuan. Selama ini, aku hanya takut untuk hidup sendirian. Caramu yang membuat agar aku tetap tinggal dalam kehidupanmu yang terlalu egois, sehingga membuat tekadku bulat untuk meninggalkannya, padahal kenyataannya tidak.

Pilihanku kali ini adalah pilihan terbaik untuk hidupku. Setelah banyak hal yang aku lewati bersamanya, aku lega akhirnya bisa mengambil pilihan ini. Ternyata kisah cintaku dengannya ini tak berakhir bahagia.

Hal terindah yang aku dapat setelahnya adalah merasakan kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Aku percaya bahwa selalu ada kebaikan yang datang setelah meninggalkan sesuatu yang menyita perasaan. Jika, aku bisa melangkah sejak dulu. Aku bisa pastikan kamu di hidupku hanya akan bisa menjadi  butiran debu untuk selamanya.

Hari akan terus berganti, di mana selalu ada pikiran yang menghantuiku. Pada suatu tempat, dengan suasana yang seperti ini di mana kamu menyatakan perasaanmu. Dan aku hanya bisa termenung, membayangkan, dan berandai-andai.

Dan saat itu juga, aku sempat berpikiran bahwa aku menyesal telah mengambil keputusan yang tidak membuat hidupku bahagia bersamanya. Aku hanya bisa termenung setiap hari, membayangkan seseorang yang pernah melukis kenangan indah, kini telah pergi entah ke mana.

Aku sedih dan merasa bersalah atas kesalahan yang tidak aku lakukan. Hanya kamu yang menganggap akulah yang tidak benar, kenyataannya semua itu benar.

Pada suatu hari, tidak disangka ada kabar duka yang tidak pernah aku percaya. Dia yang setiap pagi, siang, malam, bahkan setiap harinya menemaniku saat susah dan senang. Dan akhirnya dia pergi meninggalkan aku, bukan hanya sesaat tetapi selamanya.

Putus cinta karena gagal menjaga orang yang di sayang, seolah meruntuhkan dunianya, mematahkan semangat hidupnya, melenyapkan harapan, dan mimpi-mimpi indah tentang makna cinta.

Seketika, aku bahagia kehilangan wujudnya. Di tengah kesibukan masing-masing, sampai diriku benar-benar tidak mengetahui penyesalannya bahwa apa yang dia lakukan untuk membuatku bahagia serta membuatku untuk tidak boleh mengetahui kematian yang tak lama lagi terjadi padanya.

Aku sangat menyesal, bahkan sampai tidak berpikir sejauh ini. Dan orang yang mencapai tujuannya, hampir tidak ditemukan lagi. Bagaimana mungkin menjadikan orang lain sebagai alasan suka cita seseorang? Individualis meningkat tajam, di tengah banyaknya pribadi yang masih membutuhkan kekasih.

Seperti lirik lagu butiran debu yang di ciptakan oleh Hanin Ribas, yang mempunyai makna seperti kehidupanku saat ini. Namaku cinta, ketika kita bersama, berbagi rasa untuk selamanya. Namaku cinta, ketika kita bersama, berbagi rasa sepanjang usia.

Hingga tiba saatnya, aku pun melihat, cintaku yang khianat, cintaku berkhianat. Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tenggelam dalam lautan luka dalam. Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang, aku tanpamu butiran debu.

Cintaku berkhianat menepi, menepilah, menjauh semua yang terjadi antara aku dan kamu. Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi untuk selama-lamanya, aku tenggelam dalam lautan luka dalam. Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang, aku tanpamu butiran debu.

Magelang, 11 September, 2020