Masa kecil adalah moment banyaknya kenangan serta angan bercita-cita harapan dimasa remaja nanti. Teriring waktu yang terus berputar, berjalan sesuai keadaan kehidupan yang ada, tentu di masa kecil merupakan waktu yang tidak bisa ulang kembali. 

Begitu bahagianya dimasa itu, karenanya merupakan waktu yang tidak merasakan beban hidup yang dijalani, perasaannya hanya senang dan senang. Masa lalu tidak dapat di putar kembali, hanya masa depan yang akan kita jalani, kita pikirkan bagaimana kita dimasa depan besok? Apakah akan sama dengan waktu-waktu sebelumnya? Ataukah justru lebih baik dari waktu sebelumnya? 

Hal ini kembali pada diri individu, jika kita bersungguh-sungguh dari dulu, maka kita akan maju untuk ke masa depannya. 

Terkadang kita ingin sekali untuk kembali ke masa kecil, karena pada masa itu sangat tidak memikirkan suatu masalah, hatinya selalu tenang, serta hidupnya selalu ceria. Pada fase itu merupakan tugasnya orang tua secara penuh untuk membentuk karakter anak, maka hal ini tentu selalu ada pengawasan dari orang tua. 

Sampai sekarang banyak di masyarakat orang tua yang mempunyai seorang anak yang masih bayi tidak untuk diasuh orang tua kandungnya, namun dititipkan kepada orang lain. Ibu adalah guru pertama dari seorang anak, maka sangat diperlukan sekali perhatian dan pengawasan dari seorang ibu terhadap anaknya. 

Adapun dampak dari anak yang tidak dalam pengawasan orang tuanya diantaranya dapat terpengaruh oleh keadaan yang tidak baik pula, jika ada tetangganya atau temannya yang mengajak dalam hal negatif, tentu anak tersebut mau mengikuti ajakannya karena kurangnya pengawasan tadi menjadikan seorang anak akan terasa bebas. 

Fase masa kanak-kanak merupakan fase kebahagiaan, karena dalam pemikirannya masih terbatas, maka untuk bersenang-senang adalah jalan keseharian yang mereka lakukan. Tentu ini juga tidak akan lepas dari pendidikan terhadap anak, di lembaga pendidikan sudah banyak lembaga yang mampu menampung dan mendidik anak sesuai dengan usia dan kemampuan nya. 

Waktu masa kecil dikatakan waktu yang selalu ingin dimanja oleh orang tuanya, selalu diperhatikan oleh nya. Jadi keharmonisan orang tua menjadikan anak akan semangat dan kuat untuk menjalani kehidupan nya. 

Apabila orang tua yang sering bertengkar, tidak ada keharmonisan diantara keduanya, tentu ini menyebabkan anak akan semakin luntur semangat, terutama dalam pembelajaran. Tak hanya hal itu saja, dalam kepribadian nya anak akan kurang dengan bimbingan akhlak dari orang tuanya, sehingga menjadikan anak sulit untuk di nasihati. 

Sedangkan sejak usia dini selalu dibimbing dan diawasi orang tuanya, tentu hasil dari pendidikan anak akan berbeda dengan yang tidak di awasi secara keseluruhan. Ini merupakan salah satu manfaat pentingnya jika seorang anak selalu di awasi secara maksimal oleh kedua orang tuanya. 

Tidaklah mungkin orang tua tega melihat anaknya yang masih kecil untuk ditinggal, karena kasih sayang dari orang tua merupakan bukti cinta terhadap anaknya. Tapi permasalahan yang terjadi sekarang ini, mengapa orang tua mengizinkan anak untuk bermain game? Apakah itu akan mengganggu proses pembelajaran nya? 

Iya, ini adalah faktor yang menjadikan anak malas dalam belajar, sejak usia dini, perlunya untuk tidak dikenalkan dengan sosial media. Zaman sekarang semakin maju, salah satunya dalam teknologi. Apabila dari usia dini orang tua tidak memperhatikan aktivitas anak, misalnya mempunyai prinsip "main game tidak masalah yang penting di rumah. "

Ini akan menjadikan penyakit ketergantungan terhadap game tersebut, maka seolah-olah cukup game saja yang selalu menemaninya. Di samping itu menyebabkan anak tidak bisa menjalin baik dengan sesama teman yang lain. 

Apabila faktor ini terus dilakukan orang tua terhadap anaknya, hal ini tidak akan membawa ke dampak positif bagi seorang anak. Semakin cenderung terhadap teknologi, semakin tidak menjadikan hubungan tidak baik terhadap hubungan sosial di masyarakat. 

Maka dalam usia dini sangat diperkuat oleh pendidikan, terutama pendidikan dari keluarga. Dari itu, ibu adalah perempuan terhebat bagi seorang anak, perempuan yang tangguh dalam mendidik dan merawat nya hingga tumbuh dewasa. 

Seorang anak wajib untuk patuh terhadap nya, karena dari pengorbanan nya itu menjadikan anak lahir di dunia ini. Yang mana dalam masih bayi, seorang ibu lah yang selalu sabar dalam merawat. Tentu seorang anak tidak akan bisa membalas semua perjuangan dan pengorbanan dari kedua orang tua nya, terutama kepada ibu. 

Dengan demikian, penting nya akhlak budi pekerti anak terhadap orang tua, maka dengan itu, pendidikan akhlak di sekolah, madrasah diniyah sangat perlu di karenakan membentuk karakter pribadi anak. Maka perlunya untuk bisa memilah mana lembaga pendidikan yang terbaik buat anak nya.

Sering menjumpai kejadian yang tidak baik dalam era modern ini, menimba ilmu dalam lembaga pendidikan yang bagus, tapi kenapa adanya perilaku murid yang masih tidak ada adab kepada orang tua? Ini menjadikan sebagai orang tua untuk selalu bisa selektif dalam lembaga pendidikan yang ada di sekitar nya, dan tentu tidak akan lepas dari bimbingan dari orang tua di rumah. 

Maka masa kecil merupakan proses awal pembentukan karakter agar menjadikan pribadi yang baik dalam kepribadian.