Setelah pemungutan suara, ada berita yang tidak mengenakkan. Bukan tentang perolehan suara ataupun siapa yang menjadi presiden versi quick count, tetapi penyakit yang tiba-tiba diderita oleh cawapres dari Prabowo. Siapa lagi kalau bukan Ma’ruf Amin; salah ding, Sandiaga Uno-lah.

Sandi setelah menemani Prabowo memantau hasil quick count; tiba-tiba cegukan. Cegukannya bukan sembarang cegukan, tetapi cegukan yang nggak putus-putus—astaga, kentut yang nggak putus-putus aja "naudzubillah" capeknya, apalagi cegukan yang nggak putus-putus.

Berdasarkan info dari artikel-artikel yang beredar setelah berita cegukan Sandi, ternyata cegukan yang dialami Sandi sangatlah berbahaya. Menurut Jurnal US National Institutes of Healthy National Library of Medicine (Panjang e cok!), cegukan yang berkepanjangan dapat terjadi akibat: kerusakan pembuluh darah otak, radang, cedera, dan tumor sistem saraf sampai gangguan jaringan sepanjang saraf perif.

Cegukan bukan sesuatu yang dapat diremehkan ternyata. Semoga itu nggak terjadi sama Sandi dan semoga saja cegukan yang nggak putus-putus hanya pertanda bahwa hubungan silaturahmi dengan Jokowi dan Ma’ruf nggak putus-putus. Amin.

Bicara tentang cegukan, kalian pasti pernah mengalami cegukan; atau mungkin ada yang semasa hidupnya belum pernah cegukan? Wah, kalau ada, bolehlah main-main ke rumah sini, nanti kuberikan kau sepeda, tapi sebut nama ikan plus nama kucing Prabowo dulu, ya. 

Semasa kecil, pernah berkembang isu kalau kita cegukan itu berarti ada yang kangen. Banyak yang percaya dari kompleks tempat saya tinggal dan di sekolah. Sampai-sampai waktu SD dulu, tiap ada anak yang cegukan langsung disorakin “ciee cieeee, ada yang kangen; ciee cieee, dikangenin Pak Bas (sapaan akrab penjual mainan disekolah)” dengan suara khas anak SD panggil cilok dengan vokal yang cempreng. 

Di samping mitos kangen, cegukan memang sangatlah mengganggu. Apalagi kalau cegukan di tempat ramai plus lagi sama gebetan. Bakalan muncul tuh benih-benih kemaluan malu yang membuat sekitar ketek basah a.k.a burket

Tapi untuk mengakhiri problematika itu, saya punya tips buat kalian agar nggak malu saat cegukan, karena cegukan nggak perlu buat ketek jadi basah. Sebab, sebagai masyarakat yang beragama, kita harus meyakini bahwa segala sesuatu adalah nikmat permberian dari Tuhan, termasuk cegukan.

Sudah cukup basa-basinya? Oke, kita lanjut dari tips yang pertama, yaitu dengan memegang dada kamu. Kalau tidak bisa pegang dada sendiri, bisa juga minta tolong orang di sekitarmu. Pegang dadanya disambi latihan pernapasan. Tarik napas, tahan agak lama, terus keluarin. Ingat, tahannya jangan terlalu lama, nanti kamu mati. 

Tips yang pertama ini sebenarnya biasa-biasa saja sih, hasilnya bisa buat cegukan kalian berkurang saja. Ini sih tips yang biasa, namun banyak berhasil kok walau beberapa saat cegukan lagi.

Tips yang kedua, dengan menggunakan tas plastik atau jaket atau apa pun yang bisa menutup muka. Itu nantinya bisa kamu gunakan saat cegukan agar mengurangi frekuensi suara yang dihasilkan dari cegukan. Ya, lumayanlah bisa mengurangi malu, karena suara cegukan lumayan membuat percaya diri menurun. 

Tips yang kedua ini juga bisa diterapkan untuk menutup wajah yang pas-pasan. Cocok, kan? Sekali merangkuh dayung, dua-tiga pulau terlewati. Masuk, Pak Eko!

Lanjut ke tips yang ketiga. Tips ini, menurut survei yang saya lakukan pada beberapa teman, terbukti sangat ampuh. Tips ini juga bisa melatih alam bawah sadar. 

Jadi, tipsnya adalah saat mengalami cegukan, kamu bisa berpura-pura kesurupan. Dengan berpura-pura kesurupan, otomatis orang-orang di sekitar tidak akan terfokus pada cegukan. Ini juga cocok buat orang yang tidak punya teman curhat; kan bisa tuh pas berpura pura kesurupan coba curhat colongan, lumayankan banyak yang mendengarkan. Siapa tahu dapat nasihat dari orang di sekitar walaupun nggak kenal.

Itu tips ketiga versi pertama. Nah, ada versi yang kedua. Versi yang kedua ini bisa dilakukan saat di tengah keramaian bersama teman. Ini bisa membantu teman kamu yang pengangguran. 

Saat berpura-pura kesurupan, coba suruh tuh teman kamu buat menjadi dukun dadakan. Caranya gampang: pas cegukan dan mencoba kesurupan, suruh temanmu buat memantrai kamu dengan jompa-jampi khas dukun di pedalaman. Tunggu sampai 10-20 menit. Terus tiriskan, lu kira indomie! 

Kalau sudah dijompa-jampi, terus cepat-cepat sadar dan memberi apresiasi sama temanmu yang jadi dukun dadakan. Apresiasinya harus yang cetar membahana, contohnya: wah, tadi di alam bawah sadar saya bertemu kamu, kamu sangat ajaib; kamu mengajak saya untuk berhijrah.  

Setelah kolaborasimu berhasil, percaya deh, orang-orang di sekitar bakalan bernegosiasi perihal nomor togel, asmara, santet, dan lain lain sama temanmu. Semoga saja tips saya yang ketiga ini bisa membantu pemerintah membuka lowongan pekerjaan.

Tips yang terakhir bisa digunakan kalau ketiga tips di atas nggak berguna. Saya yakin seratus persen berhasil. 

Terkadang cegukan butuh waktu buat kita menyendiri. Tips terakhir ini bersumber dari situ. Kalau kalian sedang cegukan di tempat ramai, cobalah untuk pergi menjauh. Cobalah untuk sendiri, sembari menikmati cegukan yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Segalanya. Menyendiri dan menikmati cegukan juga dapat menstabilkan dirimu dan mengenali dirimu lebih dalam.

Wah, sangat bermanfaat sekali tips-tipsnya, bukan? Saya yakin banyak dari kalian yang tidak tahu 4 tips yang bermanfaat ini. Dengan ridha Tuhan, saya mencoba membuka tips rahasia cegukan ini, agar kalian mensyukuri nikmat cegukan yang diberikan Tuhan. 

2019 lanjut cegukan!