Konsumsi gas dalam negeri setiap tahun terus bertambah 4 hingga 5 persen. Diperkirakan tahun 2030 nanti akan terjadi kekurangan gas mencapai 4000 mmscfd. Kekurangan pasokan gas akan terjadi secara alamiah karena konsumsi terus naik, sedangkan pasokan gas dari sumur belum berproduksi.

Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia saat ini baru 50 persen dipenuhi dari produksi dalam negeri. Sementara, 50 persen sisanya masih tergantung pada impor.

Guna menopang kebutuhan gas di dalam negeri, tiga proyek gas diharapkan dapat beroperasi (on stream) sebelum 2023. Meski demikian, pandemi Covid-19 telah menyebabkan jadwal operasi ketiga proyek tersebut mundur.

Untuk mengatasi kekurangan ini, harus dipenuhi dengan impor. Jadi, impor tidak hanya untuk mencari harga murah saja, tetapi untuk memenuhi kebutuhan juga. Padahal, menurut Presiden Joko Widodo, Indonesia memiliki potensi energi alternatif yang tidak kecil. Sehingga melalui sebuah terobosan, Indonesia bisa lepas dari ketergantungan BBM.

Apabila kondisi seperti ini terus dilakukan secara terus-menerus, maka akan sangat berbahaya sekali terhadap pertahanan energi kita. Oleh karena itu, Indonesia harus berusaha untuk menciptakan macam-macam energi alternatif untuk kelangsungan hidup masyarakatnya.

Energi alternatif adalah semua sumber energi yang mampu menggantikan bahan bakar konvensional, seperti listrik, bensin, gas dan lain-lain. Seiring perkembangan zaman, maka makin banyak juga jenis sumber energi alternatif dan manfaatnya bagi kehidupan manusia, terutama dalam pencegahan pemanasan global. Energi juga merupakan elemen terpenting yang selalu menyertai keberlangsungan hidup insan di bumi.

Macam-macam energi alternatif ada energi biomassa. Pembangkit biomassa ini menggunakan bahan bakar dari energi baru terbarukan berupa cangkang sawit, sekam padi, tongkol jagung, ampas tebu, serbuk kayu, dan limbah pertanian lain. Harga material tersebut berkisar Rp600 per kg. Diperkirakan kebutuhan bahan bakar untuk memproduksi energi listrik setahunnya sebanyak 98.400 ton per tahun.

Pengembangan energi tersebut diharapkan bisa menekan penggunaan bahan bakar fosil untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan listrik yang masih dominan. Keunggulan biomassa sendiri adalah merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui dan dapat menyediakan energi yang terus berkesinambungan.

Ada energibiofuel (Bahan Bakar Hayati), yaitu setiap bahan bakar, baik padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik.

Biofuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman dan secara tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian. Misalnya ethanol, ethanol merupakan bahan bakar yang berbasis alkohol dari fermentasi tanaman, seperti jagung dan gandum. Bahan bakar ini dapat dicampur dengan bensin untuk meningkatkan kadar oktan dan kualitas emisi.

Produsen ethanol, PT Madusari Murni Indah (MMI) menyiapkan diri untuk mengubah limbahnya menjadi tenaga energi listrik. Bahan baku utama adalah molases atau tetes tebu yang merupakan produk limbah dari proses tebu di pabrik gula.

Ada energi arus laut, yaitu merupakan pemanfaatan gelombang laut yang pasang. Penggunaannya memang tidak merusak lingkungan, tapi dalam memanfaatkan gelombang ini membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk membangun reaktornya. Selain itu juga kecepatan ombak yang tidak stabil juga menjadi salah satu kendala.

Ada energi angin, karena angin adalah salah satu sumber terbaik dari energi alternatif. Angin ini disebabkan oleh pemanasan yang tidak merata permukaan bumi dengan matahari.

Energi angin merupakan salah satu metode yang terbersih dan teraman dari pembangkit listrik terbarukan. Pengumpulan angin dapat dibuat untuk perangkap energi angin dengan menempatkan beberapa turbin angin di lokasi yang sama untuk tujuan menghasilkan sejumlah besar tenaga listrik.

Ada energi tata surya, yaitu energi yang berasal dari tenaga matahari, yang merupakan energi yang tak terbatas. Energi ini juga bisa digunakan sebagai sumber tenaga listrik. Hanya saja perlu biaya yang mahal untuk bisa membangun reaktornya. Tenaga matahari digunakan manusia untuk menghasilkan listrik di samping tenaga-tenaga lainnya seperti air, angin, uap, juga nuklir.

Energi terakhir ada energi nuklir, yaitu sebuah energi alternatif yang relatif besar potensinya untuk menggantikan energi fosil. Sumber energi ini baik digunakan di daerah pedesaan terutama pada daerah pertanian, kekurangannya membutuhkan banyak pembangkit untuk menghasilkan energi yang besar. Pembangkit listrik dengan tenaga nuklir tidak ada proses pembakaran unsur karbon sehingga tidak menimbulkan emisi yang menjadi efek rumah kaca dan hujan asam.

Kelebihan Energi Alternatif adalah energi alternatif merupakan sumber energi terbarukan sehingga tidak akan terjadi kelangkaan. Ramah lingkungan, dalam artian tidak menghasilkan limbah yang membahayakan lingkungan dalam jangka waktu yang panjang, kecuali Nuklir. Pasokan melimpah, karena energi tersebut didapatkan di alam. Sumber energi gratis, karena tidak perlu dibeli. Hanya saja membutuhkan biaya awal untuk instalasi.

Kekurangan Energi Alternatif yaitu belum efisien, karena teknologi saat ini belum cukup mampu menggantikan energi konvensial dengan energi alternatif. Tidak dapat diandalkan, karena sangat tergantung pada faktor-faktor alami.

Misalnya, jika kemarau panjang, tingkat produksi pembangkit listrik tenaga air akan terhambat. Biaya instalasi awal tinggi. Misalnya, bendungan dibangun untuk membuat pembangkit listrik tenaga air. Pembangunan bendungan ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi.