Kuli Bangunan
3 bulan lalu · 339 view · 3 menit baca · Politik 79562_86531.jpg

Cebong Mendadak Golput

Setelah diberitakan di media bahwa Jokowi membebaskan otak pelaku terorisme yang menewaskan banyak orang, Abu Bakar Ba'asyir, banyak postingan di media sosial yang mendadak aneh. Ya, saya katakan mendadak aneh. Hal ini dikarenakan terjadinya pro dan kontra di kalangan jokower atau cebong atas keputusan Jokowi tersebut. 

Hal inilah yang ditunggu-tunggu oleh pihak oposisi. Kenapa? Karena tidak ada upaya lain untuk membuat para cebong mengubah pendiriannya untuk memilih Jokowi selain dari menggiring opini bahwa Jokowi mengecewakan. 

Target utama oposisi adalah pada saat debat pilpres putaran pertama beberapa waktu lalu. Mereka berharap para cebong bisa berubah pemikiran untuk tidak memilih Jokowi dengan menyebarkan isu Jokowi membawa contekan. Padahal Prabowo-Sandi juga melakukan hal yang sama. Sama-sama bawa contekan. Strategi pertama gagal. 

Celakanya, ketika Jokowi membebaskan ABB atas dasar kemanusiaan, para cebong yang dikompori oleh orang-orang oposisi mendadak berubah pikiran. Mereka tidak belajar dari para kampret yang tidak terlalu peduli dengan statemen memalukan yang lahir dari junjungannya (Prabowo-Sandi). 

Mereka (kampret) masa bodoh dengan apa pun yang dilakukan oleh junjungannya. Misi utama mereka adalah GANTI PRESIDEN. Persetan Prabowo bisa baca Quran atau tidak, persetan dengan Sandiaga Uno yang melangkahi makam Kiai Nahdlatul Ulama. Padahal Paslon ini adalah pilihan Ijtima' Ulama. 

Sekali lagi saya katakan, mereka para kampret tidak peduli dengan kelakuan memalukan junjungannya. Lalu mengapa cebong begitu goyah hanya karena hal sepele yang dibuat oleh Jokowi, yang itu cebong sendiri tidak tahu maksud dan langkah apa yang sedang dirancanakan oleh Jokowi. 

Pertanyaannya, apakah golput adalah sebuah solusi dalam pesta demokrasi bangsa ini? Apakah dengan golput bisa mengubah keadaan bangsa yang besar ini? Jawabannya TIDAK. Ketika Anda golput, maka bisa dipastikan Anda bukanlah warga negara yang baik. Mengapa? Karena Anda tidak peduli dengan bangsa ini dengan ditandai sikap apatis dalam pemilihan kepala negara. 

So, buat para cebong yang kecewa dengan keputusan Jokowi yang membebaskan ABB, insaflah. Anda tidak tahu permainan apa yang sedang dimainkan oleh Jokowi, dan kalaupun menurut Anda keputusan itu adalah sesuatu yang fatal, ingatlah bahwa Al insani mahalul khotto' wannisyan. Manusia adalah tempat salah dan penuh khilaf. 

Bersatulah wahai para cebong, bukankah misi Anda adalah JOKOWI 2 PRIODE? Bukankan Anda menginginkan Jokowi memimpin bangsa ini sekali lagi? Gunakan akal sehat Anda. Jangan mau dikompori oleh Nurhadi-Aldo yang mengajak pengikutnya untuk GOLPUT. 

Kalau boleh berpendapat, pendukung Jokowi tidak begitu memegang teguh misi awalnya. Kalah dengan eks pengikut HTI yang mendominasi kelompok oposisi. Sekalipun Prabowo tidak paham agama mereka tetap berambisi agar Jokowi diganti sebagai bentuk balas dendam atas keputusan Jokowi yang membubarkan dan melarang semua aktivitas HTI. 

Cebong yang bermental lemah dan gampang dipengaruhi harus banyak-banyak berkaca dari hasil Bahtsul Masail yang diadakan oleh LBMNU (Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama) Lampung. Pilpres adalah upaya untuk memilih pemimpin dan wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi dan kepentingan bangsa. 

Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama (KH. Munawir)

Adapun pemimpin yang ideal menurut hasil Bahtsul Masail adalah: Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah wajib.

Membiarkan diri untuk golput sama saja membiarkan negara ini rusak, juga membuat sistem dan tatanan negara ini juga ikut rusak. Mengapa? Jelas. Karena golput bisa merusak pemilu ataupun pilpres. Dan gobloknya lagi, orang-orang yang golput tidak memanfaatkan haknya dalam menentukan pemimpin untuk memimpin bangsanya sendiri. 

"Tapi kan gue golput karena gak ada calon yang ideal menurut gue." Lagi-lagi ini pernyataan goblok. Kalau menurut Anda tidak ada sosok yang cocok pantas untuk dipilih, kenapa Anda tidak mencalonkan diri saja? Dengan mencalonkan diri dan ikut serta dalam kancah politik bangsa ini, mungkin Anda akan menjadi Paslon yang pantas untuk dipilih bagi diri Anda sendiri. 

Ayolah kawan-kawan. Golput bukan sebuah solusi. Negara ini butuh pemimpin untuk 5 tahun ke depan. Masa depan bangsa ini bergantung pada pilihan Anda semuanya. Anda golput juga akan tetap mengikuti sistem yang ada di dalamnya. Jadi jangan harap jika Anda golput bisa menghindar dari semua sistem dan kebijakan yang dibuat oleh presiden terpilih, yang di sana Anda tidak memilihnya. 

Pilihlah yang terbaik dan pantas memimpin bangsa ini. Apa gunanya hak pilih jika kita tidak memanfaatkan untuk kemajuan Indonesia? Apa gunanya rakyat jika kita tidak ikut serta menentukan kepala negara? Kedaulatan ada di tangan rakyat. Jangan sampai demokrasi di negeri ini dimanfaatkan oleh orang-orang jahat yang tidak bertanggung jawab. Emang ada orang jahat yang bertanggung jawab? Hahaha.

So, tentukan pilihanmu. Mantapkan pilihanmu wahai cebong. Suaramu sangat berpengaruh untuk negeri ini. Say No to Golput. MARI KITA MEMILIH.