Seiring berkembangnya zaman, pendidikan menjadi salah satu penentu absolut yang tidak bisa dikesampinkan bagi kemajuan suatu negara. Pendidikan yang baik akan memberikan dampak kemajuan untuk individu ataupun sebuah bangsa negara. Selain itu seseorang dengan pendidikan yang tinggi akan disegani dan menjadi individu yang banyak dibutuhkan keahliannya.

Aristoteles pernah berkata, pendidikan adalah salah satu fungsi dari negara, dan dilakukan, terutama setidaknya, untuk tujuan negara itu sendiri. Negara adalah institusi sosial tertinggi yang mengamankan tujuan tertinggi atau kebahagiaan manusia.  Sedangkan menurut Nelson Mandela, pendidikan merupakan senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia.

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia dan bahkan kehidupan bernegara. Negara dengan sistem yang baik dan profesional, tentu akan melahirkan sebuah negara yang maju dan makmur. Lantas bagaimana dengan pendidikan di Indonesia, sudahkah maju dengan berkembangnya zaman?

Persoalan Sistem Pendidikan Indonesia

Dilansir dari KOMPAS.com - Pengamat pendidikan Mohammad Abduhzen menilai pendidikan di Indonesia terlalu kaku, birokratis dan seperti hampa makna. Pasalnya penerapan sistem pembelajaran yang dipakai dinilai sangat terpaku pada standar-standar, pada target muatan kurikulum, hampa makna, dan dimungkinkan kurang pragmatis.

Kekakuan pembelajaran tersebut dinilainya tidak hanya di jenjang pendidikan dasar saja, melainkan hingga jenjang perguruan tinggi.

Mengatasi persoalan pendidikan memang tidak semudah membalikan tangan, masih banyak nya penerapan sisitem pembelajaran yang kurang efesien serta kurang efektif masih banyak ditemui. Gaya pengajaran yang bertumpu pada sistem hafalan tanpa memahami juga masih menjadi masalah yang sejak lama belum ditemukan.

Tidak hanya persoalan sistem pendidikan, menurut konsultasi pendidikan dan karier, CEO Jurusanku.com, Ina Liem menilai pendidikan di Indonesia belum membaik, dari segi Fasilitas yang belum memadai dan infrastruktur di daerah yang tertinggal.

“Untuk kondisi home learning saat ini, misalnya, belum semua daerah terjangkau internet, bahkan ada yang belum punya akses TVRI,”ujar Ina saat dihubungi terpisah oleh Kompas.com, sabtu (2/5/2020).

Adanya musibah covid-19 semakin memperjelas persoalan pendidikan di Indonesia yang belum membaik, peralihan sistem pembelajaran dari rumah secara online atau daring bagi sekolah dan perguruan tinggi memaksa berbagai pihak untuk mengikuti arahan pemerintah melaksanakan pembelajaran dari rumah dengan memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran.

Namun tidak sedikit masyarakat yang mengeluh dengan sistem pembelajaran dari rumah, keterbatasan ekonomi keluarga serta sarana dan prasaran yang terbatas menjadi persoalan besar yang masih belum tuntas.

Ada banyak keluarga di Indonesia yang kesulitan untuk membeli kuota internet, bahkan banyak yang tidak memilik ponsel.

Mengutip hasil riset dari ISEAS-Yusuf Ishak Institute, yang dirilis pada 21 Agustus 2020, menjelaskan ketimpangan nyata di dunia pendidikan Indonesia selama Covid-19.

Hampir 69 juta siswa kehilangan akses pendidikan dan pembelajaran saat pandemi Covid-19. Namun, di sisi lain, banyak kelompok siswa dari keluarga mapan lebih mudah melaksanakan pembelajaran dari rumah. Ini implikasi dari ketimpangan, tulis riset itu.

Riset itu mendapati hanya 40% orang Indonesia memiliki akses internet. Ini makin membuka tabir ketimpangan pendidikan dari segi infrastruktur komunikasi. Dari hasil tersebut, dapat kita simpulkan bahwa pendidikan di Indonesia belum membaik.

Mengetahui Sistem Pendidikan Terpadu di Negara Maju

Sumber gambar: pexels.com/RODNAE Productios

Berbicara tentang pendidikan, tentu setiap warga negara ingin mendapatkan pendidikan yang terbaik. Berbicara mengenai hal tersebut, Indonesia perlu banyak belajar mengetahui sistem pendidikan di negara maju.

Pasalnya, saat ini banyak orang yang tak segan belajar ke luar negeri hanya untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. Namun untuk meraih hal tersebut, tidak semua orang bisa merealisasikannya dengan mudah, tentu dibutuhkan perjuangan serta biaya yang tidak sedikit.

Karena alesan tersebut, dibutuhkan contoh referensi sistem pendidikan dari negara yang lebih maju. Kegiatan membandingkan sistem pendidikan Indonesia dengan negara yang maju, dilakukan untuk menjadi bahan intropeksi agar dapat memperbaiki kekurangan yang ada.

Dari negara Eropa misalnya, sudah tidak diragukan lagi bahwasanya negara Eropa merupakan salah satu pemimpin dunia dalam menyediakan pendidikan terbaik. Negara Eropa terkenal karena kesuksesan mereka dengan standar pendidikan yang digunakannya.

Sebut saja negara Finlandia, berdasarkan hasil tes internasional dan penelitian, Finlandia dikenal sebagai negara dengan kualitas kurikulum terdepan. Dengan tingkat kelulusan tes internasional tertinggi di dunia.

Dilansir dari KOMPAS.com - Finlandia sudah memberikan perhatian sangat besar pada pendidikan awal atau pendidikan anak usia dini (PAUD). Sebelum belajar memanage waktu, siswa diajarkan untuk menjadi anak-anak; cara bermain satu sama lain, cara bersosialisasi, termasuk cara memperbaiki luka emosional.

Finlandia telah menemukan persaingan antarsekolah tidak menghasilkan siswa sukses bila dibanding kerja sama antarsekolah tersebut. Salah satu alasan, Finlandia tidak memiliki sekolah swasta. Setiap lembaga akademik di negara ini didanai melalui biaya publik atau negara.

“Tidak ada kata untuk akuntabilitas dalam Bahasa Finlandia,” kata pakar pendidikan Pasi Sahlberg kepada audiens di Teachers College of Columbia University.

Semua murid diajarkan dengan guru yang berkualitas tanpa ada perbedaan, banyak hal yang ditawarkan sekolah-sekolah Finlandia kepada siswa, hanya satu yang tidak: pekerjaan rumah (PR). Banyak anak di negara lain hanya menerima sedikit waktu luang setiap malam lantaran banyak PR. Filosifi ini berasal dari tingkat saling percaya dimiliki antar sekolah, guru, dan orangtua.

Guru merupakan profesi yang dihormati dan tidak dibayar rendah. untuk menjadi guru di Finlandia, para calon setidaknya harus memiliki  gelar magister serta menyelesaikan pendidikan profesi seperti halnya pendidikan profesi kedokteran.

Tidak mengherankan guru disana mengajar di sekolah dasar yang berafiliasi atau berdampingan dengan universitas.

Terakhir, agar terwujudnya sistem pendidikan Indonesia yang lebih baik, tentu pemerintah memiliki tanggung jawab yang paling besar. Sudah sepantasnya pemerintah harus memerhatikan pendidikan di negara ini dalam rangka mempersiapkan masa depan bangsa yang lebih baik.

Kendati begitu, orang tua  juga harus pro aktif dalam memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk terus belajar. Karena sudah menjadi kewajiban bagi orang tua untuk selalu mengayomi serta mendidik anak-anak nya, agar kelak suatu saat nanti menjadi anak yang berbakti serta berguna bagi bangsa dan negara.