Pada akhir November 2020 hingga awal Desember 2020, terdapat dua pemberitaan yang menggoncang pemberitaan nasional. Kala Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap dua menteri dari dua partai penguasa saat ini, yaitu Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (Partai Gerindra) dan Menteri Sosial, Juliari Batubara (PDI Perjuangan). 

Penangkapan Edhy Prabowo dan Juliari Batubara otomatis mempengaruhi dinamika politik nasional dengan  dampak reshuffle kabinet yang terjadi di akhir bulan Desember 2020.

Satu memorabilia politik yang layak diingat tahun ini adalah suksesnya pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Apalagi pelaksanaan pilkada dilakukan serentak di 270 daerah. 

Rinciannya adalah 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Selain konsep, pemodelan dan teknis pemilihan yang mengikuti protokol kesehatan. Isu yang menyita perhatian masyarakat adalah ihwal politik dinasti.

Tercatat terdapat 158 kandidat yang teridentifikasi jadi bagian dari kekuasaan politik yang sudah mapan ikut bertarung di Pilkada Serentak 2020. Setelah pemilihan, 67 kandidat diantaranya diprediksi akan menang berdasarkan rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum.

Daerah-daerah yang banyak mendapatkan sorotan adalah pemilihan di Kota Medan dan Kota Solo, alasannya di Kota Medan, menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution diprediksi akan menang dari pesainganya pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi. 

Begitu juga dengan di Kota Solo, putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka juga unggul jauh dari lawannya pasangan independen Bahyo Wahyono-FX Supardjo berdasarkan penetapan hasil perhitungan KPU Solo. Artinya dengan terpilihnya Bobby di Medan dan Gibran di Solo dipastikan kini Jokowi punya klan keluarga dalam perpolitikan di Indonesia.

Berbeda nasib dengan keluarga Jokowi sukses dalam partisipasinya  di Pilkada Serentak 2020. Keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati yang dipasangkan dengan Calon Walikota Muhammad juga bertarung sebagai calon wakil walikota. Pada Pilkada Kota Tangerang Selatan terdapat 3 (tiga) pasangan calon yang bertarung. 

Dimana Putri dari Kiayi Ma’ruf Amin, Siti Nur Aziza juga ikut menjadi kontestan calon walikota Tangerang Selatan yang berpasangan dengan Ruhamaben. Baik Rahayu Saraswati maupun Siti Nur Azizah akhirnya kalah dari pasangan calon Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan. 

Pun Pilar Saga Ichsan, wakil walikota terpilih Tangerang Selatan merupakan keponakan dari Ratu Atut yang sudah sejak lama memiliki klan politik di Wilayah Banten.

Lebih lanjut, Keponakan Jusuf Kalla, Munafri Arifuddin (Appi) bertarung  kembali di Pilkada Makasar 2020. Setelah di Pilkada 2018 juga berpatisipasi sebagai kandidat. Tidak jauh beda dengan hasil Pilkada 2018 kala Munafri Arifuddin (Appi) kalah dari Kotak Kosong. 

Hasil serupa juga harus diterima oleh Munafri Arifuddin (Appi) yang berpasangan Abdul Rahman Bando yang kalah dari pasangan calon Mohammad Romdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi di Pilkada Makasar 2020.

Proyeksi Reshuffle Kabinet: Kestabilan Politik dan Ekonomi

Pada 22 Desember 2020 yang lalu, Presiden Jokowi telah melakukan reshuffle kabinet untuk 6 (enam) Menteri baru Kabinet Indonesia Maju yaitu Tri Rismaharini (Menteri Sosial), Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama), Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan), Sandiaga Salahudin Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)  serta M Lutfi (Menteri Perdagangan).

Perombakan kabinet ini tentu berimpilkasi pada kestabilan politik jelang tahun 2021. Alasannya Sandiaga Uno, yang sebelumnya merupakan calon Wakil Presiden 2019, kini bergabung di Kabinet dengan jabatan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sekaligus mengikuti jejak Calon Presiden 2019 Prabowo Subianto yang sebelumnya sudah menjabat Menteri Pertahanan. 

Bergabungnya Prabowo-Sandi di pemerintahan Jokowi sekaligus menegaskan bahwa Partai Gerindra tanpa tedeng aling aling dipastikan akan mendukung kebijakan strategis pemerintah Jokowi.

Meskiun demikian, diluar itu, Sandi barangtentu memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam jabatan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pengalamannya sebagai pengusaha yang amat sukses. Serta kepiawaian mengelola keuangan  dan melakukan branding produk jasa dipercaya akan menjadi energi dan nafas baru pengelolaan pariwisata Indonesia dengan 3 (tiga) platform yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi. 

Artinya diantara 6 (enam) menteri baru yang baru dilantik Presiden Jokowi, tanpa mengurangi rasa hormat pada yang lainnya, Sandi merupakan sosok jaminan kestabilan politik dan proyeksi kestabilan ekonomi lewat penerimaan dari sektor pariwisata di tahun 2021.

Kemudian ada Muhammad Luthfi di posisi Menteri Perdagangan baru. Muhammad Luthfi adalah teman dekat Sandiaga Uno dan Menteri BUMN Erick Thohir sejak lama. Ketiganya bahkan disebutkan adalah teman  tongkrongan dan pernah membangun usaha bersama-sama. 

Keberadaan Muhammad Luthfi, Sandiaga Uno dan Erick Thohir dipercaya akan menjadi “Trisula” andalan barisan depan pemerintah dalam upaya perbaikan ekonomi Indonesia pasca Covid-19 dalam 3-4 tahun mendatang.

Kemudian Tri Rismaharini yang didapuk menjadi Menteri Sosial menggantikan Juliari Batubara. Risma yang piawai dilapangan dengan pengalamannya sebagai Walikota Surabaya dua periode diharapkan mampu mengatasi persoalan big data dan penyaluran bantuan dengan tepat serta terukur.

Kemampuan manajerial Risma menjadi kekuatan baru pemerintahan Jokowi dengan kabinet barunya. Pun secara politik mengangkat Risma menjadi Menteri menjadi penyejuk bagi PDI Perjuangan pasca Juliari Batubara ditetapkan tersangka oleh KPK. Apalagi Risma dikenal dekat dengan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri membuat Sang Menteri akan lebih leluasan dalam proses kebijakan inovatif dan kreatif.

Kemudian, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama. Gus yaqut merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU) dan Putra kiai karismatik Jawa Tengah K.H. Muhammad Cholil Bisri yang dikenal nasionalis. Jabatan Menteri Agama yang dipercayakan pada Gus Yaqut akan menjadi titik sentral kestabilan dalam kerangka  keragaman dan toleransi di Indonesia. 

Hal ini menjadi sangat penting karena dalam menciptakan ekosistem yang sehat dalam perekonomian dibutuhkan kestabilan dan ketentraman bangsa. Gus Yaqut dipercaya bisa menjebatani toleransi keragaman di Indonesia menjadi  lebih harmoni.

Kemudian Budi Gunadi Sadikin yang mendapat tanggungjawab sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Terawan juga layak mendapatkan sorotan. Komunikasi dan gaya bicara Budi Gunadi Sadikin yang rapi terstruktur sebagai pejabat publik memunculkan optimisme baru penanganan Covid-19 akan lebih baik dari sebelumnya.

Budi Gunadi Sadikin memiliki jejak dan pengalaman yang baik sebagai Direktur Utama dalam proses transformasi pengalihan pengelolaan PT.Inalum dari negara Jepang ke Indonesia. 

Membuktikan Keahlian Budi Gunadi Sadikin untuk memanajemen segala sesuatu yang bertautan dengan Virus Covid-19, dari; Rumah Sakit, Obat-Obatan hingga proyeksi vaksin yang rencananya akan dibagikan pada awal tahun 2021 sangat dibutuhkan oleh Presiden Jokowi di tim yang sedang dan sudah ia bangun.

Terakhir adalah Sakti Wahyu Trenggono yang dipercayakan Presiden Jokowi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Sebagai seorang Triliuner yang dikenal sudah lama dekat secara pribadi dengan Jokowi, sosok Sakti Wahyu Trenggono adalah jaminan profesionalisme pengelolaan laut kita.

Tidak lupa, sepanjang tahun 2020, dalam upaya penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia, menurut catatan LaporCOVID-19 hingga 28 Desember 2020, total ada 507 Tenaga Kesehatan dari 29 provinsi di Indonesia yang telah gugur karena Covid-19.

Dukacita yang mendalam untuk seluruh keluarga yang ditinggalkan. Apresiasi yang setinggi-tingginya untuk komitmen dan konsistensi mereka yang selama ini secara marathon berdiri dibarisan paling depan untuk melawan virus Covid-19. Maka daripada itu proyeksi di tahun 2021, harus mengedepankan sektor kesehatan. Alasannya kala bangsa Indonesia kehilangan tenaga medis dalam perang melawan Covid-19. Itu artinya menjadi alarm serius betapa masih lemahnya kitadalam pengendalian pandemic Covid-19.

Lebih lagi, per tanggal 29 Desember 2020 total kasus positif Covid-19 di Indonesia sejak pengumuman perdana pada 2 Maret 2020 berjumlah 727.122 kasus, dimana 596.783 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan sebanyak 21.703 orang meninggal dunia.

Pun demikian, sebagai bangsa yang besar, kita tetap optimis menyambut tahun baru 2021 dengan segala peluang dan tantangan di depan. Kita tidak boleh sedikitpun ragu akan kemampuan bangsa Indonesia dalam mengatasi segala persoalan kesehatan dan persoalan ekonomi sebagai dampak dari Pandemi Covid-19. 

Akhir kata, saya mengucapkan Selamat Natal 25 Deseember 2020 dan Selamat Tahun Baru 2021, Semoga hari depan jauh lebih baik dari hari ini. Salam.


Anwar Saragih. 

Jayapura, 30 Desember 2020.