Manusia sebagai makhluk sosial pasti sering mengalami pasang surut rasa dalam menghadapi permasalahan hidupnya. Emosi negatif seperti kecemasan, kesedihan, kemarahan, kekecewaan, atau frustrasi, jika dibiarkan berlarut-larut dapat mengakibatkan stress, depresi, dan meningkatkan resiko penyakit-penyakit berat.

Saat ini makin banyak orang melakukan meditasi sebagai salah satu cara melepaskan emosi-emosi negatif tersebut.  Telah banyak penelitian yang membuktikan manfaat meditasi bagi kesehatan. Meditasi yang dilakukan secara rutin dapat membuat seseorang merasa lebih tenang, bahagia, dan lebih sehat. Meditasi juga dapat meningkatkan kinerja otak yang berperan dalam proses belajar, mengingat, dan berkonsentrasi.

Setahun terakhir saya mengikuti kelas daring meditasi dengan menggunakan mindfulness breathing. Kelas ini memang dikhususkan untuk para penyintas kanker, autoimun, pasien dan penyintas covid. Adanya tiap Selasa jam delapan pagi, durasinya lebih kurang empat puluh menit.  Nama coach-nya Made Teddy Artiana.  Sejauh ini saya tidak melihat dan tidak merasakan adanya hal-hal berbau klenik atau yang menyimpang dari keyakinan pribadi.  Semuanya ilmiah.

Prakteknya hanya melakukan afirmasi-afirmasi positif dan mengatur napas. Mata tidak melulu harus terpejam, kadang melihat ke satu titik saja, satu objek, kadang melihat ke bawah.  Pikiran diajak piknik membayangkan tempat-tempat favorit, atau membayangkan wajah orang-orang yang kita sayangi, keadaan-keadaan yang kita harapkan, kejadian-kejadian yang kita mau maafkan/terima.

Ada sesi peserta boleh bertanya, berdiskusi, atau menyimak sharing orang yang berpengalaman. Kadang-kadang kelas virtual ini terasa mirip manajemen qolbunya Aa Gym, kadang mirip Low of Attraction, NLP, atau seminar psikologi yang mahal-mahal. Tapi kelas Selasa ini free, gratis. Sumbangsih Bli Made Teddy Artiana untuk Indonesia Raya.

Saya menemukan hal-hal baru tentang mengelola rasa, dan belajar mindful dalam setiap aktivitas.  Saya melihat meditasi itu bukan bertapa, bukan juga mengosongkan pikiran. Meditasi hanyalah mekanisme untuk menenangkan diri. Paradigmanya memberdayakan.  Ada tiga macam meditasi yang populer.

Pertama, Mindfulness meditation, (pay attention, be present, right now, zero-mind,  no-judging).  Bagian ini bisa dilakukan ketika mandi, rasakan air yang mengguyur kulit, alirannya, suhunya, dengarkan suaranya. Bisa dilakukan juga ketika makan, minum, menggosok gigi, ngobrol dengan orang lain fokus tanpa keinginan menilai atau menginterupsi.

Jenis meditasi kedua disebut dengan istilah Vipassana meditation. Bagaimana kita menjadi observer, mengamati emosi yang hadir, tanpa reaksi. Hanya mengenali dan mengamati saja emosi yang datang. Jangan bereaksi. Nanti dia (si emosi) akan berlalu, pergi.

Jenis meditasi yang ketiga adalah Sound meditation. Mendengarkan sesuatu bunyi-bunyian secara detail, gemericik air mengalir di sungai misalnya, dengarkan apa adanya, tanpa judging, tanpa menganalisa.

Ketika mengalami kecemasan, kita bisa melepeaskannya dengan cara melakukan satu atau kombinasi dari teknik-teknik Grounding di bawah ini.

Ada grounding yang menggunakan indera penciuman. Temukan dua macam bau di sekitar anda, kemudian fokuslah pada bau-bauan itu. Aromaterapi misalnya. Tidak harus wangi lavender.

Ada grounding yang menggunakan indera pendengaran. Temukan dua bunyi di sekitar anda, lalu fokuslah pada bunyi-bunyian itu. Detik jarum jam, misalnya. Atau hembusan suara pendingin ruangan. Atau rintik hujan di luar.

Ada juga grounding yang menggunakan indera penglihatan.  Temukan dua benda di sekitar anda, dan fokuslah pada detil benda itu.  Henfon misalnya, bagaimana lekukannya, tutsnya, warnanya, casingnya.

Terakhir teknik grounding kinestetik, atau bergerak. Ubah posisi duduk, ubah posisi berdiri, lakukan stretching, berjalan, mengusap-usap lengan, atau berolahraga.

Emosi mempengaruhi pikiran. Pikiran mempengaruhi energi. Kemarahan membuat cepat lelah. Kebahagiaan, jatuh cinta, membuat manusia lebih kuat, lebih kreatif.

Mindfulness jaman now, tujuannya bukan untuk mengosongkan pikiran, tetapi untuk mendiamkan pikiran. Ya karena pikiran kita emang suka lompat-lompat lari-larian kemana-mana, bukan?

Mindfulness yang sederhana bisa dipraktekkan sehari-hari ketika, mandi, rasakan aliran airnya, dengarkan bunyi gemericiknya, nikmati wangi sabun dan samponya, fokus pada kulit yang digosok dipijat disabuni. Atau ketika berkebun, ajak ngobrol tanamannya. 

Saya merelevansikannya dalam ibadah orang islam, bahwa  mindfulness ini telah ada dalam kegiatan shalat. Orang yang shalat dianjurkan memahami bacaan, menghayati, mulai dari takbir, alfatihah, rukuk, sujud, tahiyat, dan setiap perubahan gerakan dilakukan dengan tertib, tenang, tuma’ninah yang sempurna. Membaca Al Quran pun melatih mindfulness untuk mencapai tartil.

Saya juga beberapa kali mempraktekkan mindfulness atau teknik grounding di akhir pekan, bersama keluarga pagi-pagi olahraga di Kebun Teh di Kawasan Puncak Pass, melalui tanjakan, turunan, jembatan, sungai, pepohonan.

Matikan mobile-data dan manfaatkan seluruh indera untuk mindful.  Menghirup udara perkebunan, bau daun teh, bau tanah basah, mendengarkan aliran air sungai yang melalui bebatuan, suara derit jembatan yang kami lewati, dan suara percakapan warga sekitar.

Ngobrol asyik dengan pasangan. Obrolannya juga yang retjehan aja, seperti mengomentari menu makan siang di hadapan kita kira-kira chef-nya ini memakai bumbu apa saja. Atau nongkrong pinggir jalan ngitungin jumlah mobil berwarna kuning yang lewat di depan kita. Sampai rumah, mandi air hangat, sholat, istirahat.

Mindfulness breathing dan teknik grounding juga membantu kita  mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.  Caranya bisa dengan mendengarkan musik-musik lembut, bisa dicari di youtube dengan kata kunci “mindfulness music” dan bernapaslah dengan tenang.

Saya lebih suka mendengarkan murotal sayup-sayup sebagai pengantar tidur. Memaafkan semua orang dan kejadian yang ‘ngeselin hari ini. Terima dengan pemaknaan yang positif, maafkan, dan lepaskan.  Tutup dengan doa syukur.  PIkiran yang rileks, tenang, membuat mata mudah mengantuk dan terlelap.

Keesokan harinya bangun tidur badan terasa lebih segar, lebih powerful, fokus lebih tahan lama, mood lebih positif, lebih tjetaarrr.  Mau coba? Atau sudah merasakan manfaatnya?