Salah satu metode yang paling umum digunakan untuk menghilangkan bakteri adalah menggunakan bahan kimia. Di antara beberapa bahan kimia, klorin sering digunakan karena cukup efektif dalam membunuh bakteri dalam air.

Namun perlu diketahui, banyak ahli kesehatan telah memperingatkan agar tidak digunakan dalam air minum.

Dikarenakan laporan tahun 2017 oleh Dewan Kualitas Lingkungan AS menyatakan bahwa orang yang mengonsumsi air mengandung klorin menghadapi risiko 93% lebih tinggi terkena kanker daripada mereka yang meminum air tanpa bahan kimia.

Seringkali walaupun air sudah melalui pemurnian menggunakan klorin, terkadang air kembali terkontaminasi ketika air berada di tabung toren air. Diperlukan beberapa tambahan cara agar air bebas dari virus, bakteri ataupun parasit. 

Berikut adalah beberapa teknologi lain untuk menghilangkan bakteri dari air minum Anda, simak daftarnya di bawah ini!

1. Rebus Air Hingga Mendidih

Salah satu cara alami untuk memurnikan air di rumah adalah dengan merebusnya. Metode ini hingga sekarang masih digunakan tidak hanya oleh orang-orang yang tinggal di pedesaan saja, namun termasuk di kota-kota besar.

Cara ini terbilang mudah karena Anda cukup menyediakan teko untuk menampung air lalu merebusnya diatas api kompor hingga mendidih. Pastikan ketika Anda merebus air jauh dari jangkauan anak - anak karena bisa berbahaya jika tersentuh oleh tangan.

2. Teko Listrik

Jika metode merebus air menggunakan gas dan api untuk menghasilkan panas, dengan metode ini hanya menggunakan aliran listrik saja.

Dengan memanaskan air hingga mencapai suhu 100 derajat Celcius, Anda dapat menghilangkan beragam jenis mikroorganisme yang ada di dalam air seperti bakteri atau parasit.

Namun perlu diperhatikan, jika menggunakan teko listrik tidak boleh merebus kembali air yan ada di dalam teko tersebut. 

Hal ini dikarenakan selain dapat merusak rasa, merebus ulang air tersebut meningkatkan konsentrasi berlebih kandungan kimia tertentu yang sudah ada seperti nitrat, arsenik dan flourida.

3. UV Sterilizer

Sterilisasi menggunakan UV telah dikemukakan oleh para ahli sebagai yang paling efektif untuk menghancurkan bakteri dalam pengolahan air di rumah Anda. Penggunaan sterilisasi UV juga memiliki kelebihan yaitu hemat biaya, cepat dan aman karena bebas bahan kimia.

Metode ini efektif karena dapat menghancurkan 99,99% mikroorganisme berbahaya tanpa mengubah kualitas rasa atau bau air. Sistem UV Sterilizer juga bisa digunakan secara bersamaan dengan sistem pemurnian air lain seperti sistem Reverse Osmosis.

4. Nanofiltration

Filter nanofiltrasi memiliki filter yang jauh lebih kecil yaitu 0,001 mikron sehingga menjadikan metode yang efektif untuk menghilangkan ion, garam, molekul, dan virus. Itulah sebabnya nanofiltrasi sering digunakan dalam kasus ketika air cukup sulit dibersihkan.

Nanofiltrasi memiliki keunggulan dalam proses pengolahan air karena biaya investasi, biaya operasi dan perbaikan yang relatif lebih rendah sehingga sering digunakan untuk pengolahan air di berbagai industri.

5. Reverse Osmosis

Salah satu teknologi pemurnian air yang terkemuka adalah Reverse Osmosis. Sistem ini bekerja dengan cara menghilangkan kotor melalui beberapa lapis penyaringan dan dapat menghilangkan mikroorganisme sampai ke tingkat molekul yang menghasilkan air minum bersih tanpa racun.

Selain itu, filter air Reverse Osmosis juga mampu melawan berbagai virus, bakteri, dan sedimen lainnya yang terdapat pada air sehingga banyak perusahaan yang menggunakan metode RO, termasuk pabrik pengolahan dan industri militer. 

Namun saat ini sudah banyak tersedia sistem filter air Reverse Osmosis dalam bentuk kecil untuk kebutuhan rumah tangga dan cara ini dianggap metode yang paling ideal untuk membersihkan saluran air di pipa rumah Anda.

6. Yodium

Yodium bisa memurnikan air dengan menghancurkan mikroorganisme berbahaya pada tingkat sel, termasuk giarda, setelah dilarutkan bersama air selama 50 menit. 

Namun ada kekurangan menggunakan yodium karena tidak dapat membunuh beberapa jenis parasit seperti cryptosporidium.

Jika Anda menggunakan yodium berbentuk cair, cukup campurkan dua tetes untuk setiap liter air. Namun jika air tampak keruh, mungkin Anda bisa menambahkan sampai 10 tetes untuk setiap liternya. 

Sedangkan yodium berbentuk tablet biasanya dapat digunakan untuk membersihkan hingga 2000L air minum. Serta perlu diingat bahwa yodium sangat sensitif dan mudah bereaksi terhadap cahaya sehingga Anda harus menaruh di dalam wadah yang gelap. 

Hasil pemurnian menggunakan metode yodium sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh wanita hamil, anak-anak, atau orang dengan kondisi tiroid yang tidak sehat sehingga ini merupakan pilihan terakhir dalam proses pengolahan air.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda gunakan dalam proses menghilangkan bakteri pada air rumah Anda. Pilihlah metode yang sesuai dengan kebutuhan serta budget Anda agar tidak merusak kondisi keuangan rumah tangga Anda. 

Pastikan air minum yang Anda konsumsi bersama keluarga bebas dari virus, parasit, dan bakteri ya agar Anda terhindar dari segala penyakit dan sehat untuk menjemput rejeki untuk keluarga di rumah.