Selancar sudah menjadi olahraga yang umum di masyarakat, terutama di daerah pesisir yang umumnya menggemari berselancar di atas ombak. Olahraga ini pun kian berkembang dengan media yang berbeda, seperti di atas salju atau snow boarding, maupun di atas udara yang biasa disebut sky surfing. Namun, apa jadinya jika anda berselancar di atas abu vulkanik?

Selancar dengan media abu vulkanik dikenal dengan istilah volcano boarding, ash boarding, ataupun volcano surfing. Olahraga ini dilakukan di permukaan gunung vulkanik aktif dengan hanya menggunakan papan dan alat keselamatan yang minim. Anda bisa bayangkan, bagaimana rasanya meluncur di atas abu hitam dengan kepulan asap yang masih panas di sekitar tubuh anda. Anda tertarik?

Volcano Boarding diperkenalkan pada 2005 oleh Philip Southan di Leon, Nikaragua. Pria keturunan Barbados ini terinspirasi untuk mengembangkan volcano boarding saat melakukan perjalanan wisata bersama kekasihnya di Gunung Vulkanik Cerro Negro. Kemudian dia mendirikan Bigfoot Hostel and Green Pathways Tours yang khusus melayani wisatawan yang ingin mencoba volcano boarding di Cerro Negro.

Gunung yang hanya berjarak 23 km dari Leon ini tergolong gunung vulkanik muda yang meletus hampir setiap tahun. Letusan besar terakhir Cerro Negro terjadi pada 1999 yang merupakan letusan ke-23 sejak ditemukannya pada 1850. Saat letusan besar terjadi, abu vulkanik tidak hanya menutupi permukaan gunung, tapi juga seluruh pemukiman penduduk di kota Leon.

Sebelum letusan terjadi, daerah di bawah kaki Cerro Negro dimanfaatkan untuk ladang pertanian. Jadi, jangan harap anda dapat menemukan pemandangan hijau seperti di Indonesia meski ada kehidupan pedesaan di sana. Anda hanya akan mendapati warna hitam pekat di seluruh permukaan gunung dengan bebatuan berbagai ukuran.

Cerro Negro cukup mudah didaki. Sayangnya, tidak ada rute perjalanan tetap yang dapat menuntun anda untuk mencapai puncak. Anda juga harus berhati-hati saat menapaki gunung ini, karena ada beberapa area yang dilarang untuk diinjak. Semakin mendekati puncak, adrenalin anda mungkin terpacu oleh suhu panas yang meningkat dan asap sulfur yang mulai menguap.

Asap sulfur berasal dari puncak kawah yang berada pada ketinggian 2388 kaki atau 728 meter. Pada ketinggian ini anda memiliki beberapa opsi yang bisa jadi menambah pengalaman anda.

Pertama, anda mungkin lebih suka berada di puncak sambil melihat sekeliling kawah. Jika anda mencari sensasi lebih, anda dapat memilih opsi kedua di mana anda bisa melihat kawah lebih dekat. Anda cukup masuk ke dalam kawah hingga kedalaman 20 meter.

Angka itu mungkin bukanlah jarak yang cukup untuk memuaskan adrenalin anda. Anda bisa menjangkau kedalaman hingga 120 meter yang merupakan batas terakhir untuk merasakan panasnya kawah Cerro Negro. Berhati-hatilah, jika anda lengah sedikit, anda berisiko mendapat goresan di tubuh hingga terjatuh ke dalam kawah.

Setelah menikmati ketegangan di dalam kawah, kini saatnya anda merasakan serunya kecepatan di atas papan yang melaju hingga 80 km per jam. Untuk melakukan start volcano boarding, anda cukup berada pada ketinggian 2380 kaki atau 726 meter.

Sebelum meluncur, sebaiknya anda melengkapi diri dengan helm, welding goggles, knee-pads, jumpsuit, dan papan luncur. Gunakanlah jumpsuit yang berwarna cerah sehingga kontras dengan warna abu vulkanik yang hitam legam.

Sedangkan untuk papan seluncurnya, dapat dikatakan sederhana. Papan luncur terbuat dari kayu dengan tali dan peyangga kaki (strip) yang terbuat dari logam atau plastik pada bagian bawahnya. Papan seluncur ini berhasil dirancang sefungsional mungkin oleh Shoutan melalui proses trail and error selama bertahun-tahun.

Kecepatan yang dapat dicapai papan tersebut tidak hanya 80 km per jam, tapi bisa mencapai 112 km per jam. Namun, perlu pengembangan lebih lanjut untuk membuat papan ini lebih mudah digunakan karena strip plastik atau logam harus diganti setiap selesai digunakan.

Cara paling aman mengendalikan papan luncur adalah dengan mengkondisikan tubuh anda dalam posisi rileks dan tidak mencoba mengendalikan papan. Anda cukup membiarkan papan meluncur mengikuti gravitasi bumi.

Jika anda seorang pemula, anda tidak perlu khawatir, karena akan ada pelatih yang akan membimbing anda terlebih dahulu. Anda akan diajarkan beberapa teknik meluncur, mulai dari mengurangi kecepatan, menambah kecepatan, sampai bagaimana cara menghentikan papan seluncur.

Jika anda telah menguasai teknik-teknik dasar tersebut, kini saatnya anda untuk meluncur dan merasakan adrenalinnya. Apa anda siap meluncur?

Pada dasarnya, volcano boarding adalah pengembangan dari olahraga skateboard dan snowboarding. Hanya saja, risiko yang akan anda dapatkan tidak hanya patah tulang akibat terjatuh, tapi juga kulit yang melepuh. Karena itu, bagi anda yang belum menguasai teknik-teknik dasar olahraga ekstrem ini, anda pun tetap bisa menikmati kengerian volcano boarding dalam posisi duduk.

Sayangnya, olahraga ekstrem ini belum dapat anda cicipi di Indonesia. Selain belum ada pihak yang berminat untuk memperkenalkan olahraga ini, akurasi data tentang kapan erupsi gunung akan terjadi juga tidak bisa dipastikan.

Hal ini disebabkan posisi Indonesia terletak di ring of fire (cincin api) kawasan Pasifik yang merupakan zona teraktif dengan deretan gunung vulkanik aktif di dunia. Karena itu, tidak ada jaminan keselamatan saat melakukan olah raga ini jika erupsi tiba-tiba terjadi.

Berbeda dengan Cerro Negro yang secara keseluruhan permukaannya tertutup oleh abu vulkanik, lahan di sekitar pegunungan vulkanik Indonesia cepat ditumbuhi vegetasi. Karena itu, penduduk sekitar pegunungan sering kali memanfaatkannya untuk bercocok tanam. Dari puluhan gunung vulkanik di Indonesia, hanya beberapa yang secara keseluruhan tertutup abu.

Padahal, ketinggian gunung-gunung vulkanik di Indonesia bisa dikategorikan cukup menantang bagi penggila volcano boarding, yakni lebih dari 2000 meter. Ini berarti, jarak yang ditempuh selama peluncuran bisa lebih panjang. Selain itu, kecepatan yang dapat dicapai peselancar pun bisa melampaui 112 km/jam.

Tampaknya, potensi perkembangan olahraga volcano boarding di Indonesia masih jauh panggang dari api. Selain beberapa kendala di atas, toko yang menyediakan peralatan olahraga ekstrem ini juga belum tersedia.

Namun, jika anda tergolong pencinta olahraga ekstrem, apa kendala-kendala tersebut akan menyulutkan nyali anda untuk mencoba volcano boarding? Jika tidak, mungkin anda akan menjadi pelopor olahraga ini di tanah air.