Halo sobat! Siapa nih yang suka jalan-jalan ke kawasan bersejarah? Sini-sini aku bisikin tempat cantik yang nggak perlu ngeluarin banyak biaya. Cocok banget kamu kunjungi sendirian, bareng keluarga, temen, atau pasangan. 

Jawa Tengah memang dikenal memiliki banyak candi yang indah, salah satunya yang terkenal adalah Candi Prambanan dengan cerita Roro Jonggrang dan Bandung Bandawasa yang melegenda, siapa yang nggak kenal sama legenda satu ini? Pasti kenal kan? Namun, ada suatu candi yang tidak kalah menarik, yaitu Candi Plaosan.

Candi Plaosan merupakan candi bercorak buddha yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Prambanan. Candi ini memiliki kisah cinta yang romantis yang jarang diketahui oleh banyak orang. Mau tahu kisahnya? Cus dibaca. 

Menurut para ahli candi Buddha ini dibangun oleh Rakai Pikatan, Raja Medang Ketujuh dari Dinasti Syailendra yang menganut agama Hindu, pada awal abad ke-9 M. Loh? Raja Hindu kok bangun candi Buddha? Menarik nih. 

Jadi gini guys… Candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan untuk membuktikan kekuatan cintanya kepada sang kekasih, Pramordyawardhani yang menganut Agama Buddha dari Dinasti Sanjaya. Sweet banget ya Rakai Pikatan. 

Awalnya, hubungan mereka tidak direstui oleh masing-masing keluarga karena perbedaan agama. Mereka melakukan banyak cara agar kedua keluarga menerima cinta mereka, salah satunya dengan membangun Candi Plaosan. Dengan candi ini, alhasil hubungan mereka dapat diterima keluarga. Setelah menikah, mereka tetap menganut kepercayaannya masing-masing.

Selain menyatukan cinta mereka, pernikahan Rakai Pikatan dan Pramodawardhani juga bertujuan untuk menyatukan dua wangsa besar di Jawa. Toleransi antar dua agama ini semakin terasa setelah pernikahan keduanya.

Pramodawardhani mengizinkan Rakai Pikatan untuk membangun candi-candi Hindu di wilayah kekuasaan kerajaannya. Sebaliknya, Rakai Pikatan membantu pendirian candi-candi umat Buddha (Sukamto, Perjumpaan Antarpemeluk Agama di Nusantara, 2015: 146).


Rakai Pikatan membuat candi Buddha dengan sentuhan Hindu. Di pahatan relief yang ada pada Candi Plaosan mempresentasikan kekuatan cinta Pramodawardhani dan Rakai Pikatan. Komplek candi ini dibagi menjadi dua, yaitu Candi Plaosan Lor (Utara) dan Candi Plaosan Kidul (Selatan). 

Relief Candi Plaosan Lor menggambarkan perempuan sebagai perwujudan cinta Rakai Pikatan terhadap Pramodawardhani, sedangkan relief Candi Plaosan Kidul menggambarkan laki-laki sebagai bentuk kekaguman dan kecintaan Pramodawardhani kepada Rakai Pikatan.


Permukaan teras candi ini memiliki permukaan halus yang berbeda dari candi lainnya walau dibangun dalam waktu yang sama. Menurut pengamatan para ahli, teras tersebut mungkin saja dulunya digunakan sebagai Wihara untuk umat Buddha, jadi Candi Ini juga merepresentasikan tentang indahnya toleransi dan persatuan antar umat beragama. 

Karena kisah ini, banyak masyarakat yang percaya jika ada pasangan yang berkunjung di sini, maka mereka akan langgeng dan bisa membina hubungan sampai pelaminan. 

Ada juga yang mengatakan jika pasangan yang susah mendapatkan anak akan mendapatkannya saat berkunjung di sini. 

Selain kisahnya yang indah, Candi Plaosan tidak kalah indahnya. Banyak daya tarik Candi ini yang layak untuk kamu kunjungi, antara lain :

1. Indahnya Sunrise dan Sunset

Kamu bisa menikmati sunrise dan sunset karena candi ini terletak ditengah area persawahan sehingga membuat panorama matahari terbit maupun tenggelam terlihat jelas. Sayangnya kamu hanya bisa menikmati keindahan ini dari luar kompleks Candi Plaosan, karena Candi Plaosan hanya dibuka pada pukul 7.30-16.30. Eits tapi jangan kecewa, kamu bisa melihat indahnya bayangan candi yang beradu dengan indahnya langit saat matahari terbit maupun tenggelam. 


2. Cocok Untuk Healing

Candi ini sangat cocok untuk kamu yang butuh healing dan menepi dari hiruk pikuk kota. Kamu bisa bersantai-santai dengan duduk di bilik candi, di sela-sela reruntuhan, atau di hamparan rumput hijau di sana. 


3. Spot Foto yang Cantik

Berfoto dengan latar belakang Candi memberi kesan aesthetic kepada hasil jepretanmu. Kawasan candi yang luas tidak akan membuatmu mengantre dengan orang lain untuk berfoto. Candi ini juga sering menjadi tempat untuk foto pre-wedding

Untuk masuk di kawasan Candi Plaosan, belum ada tarif resmi, tetapi biasanya pengunjung hanya perlu menyiapkan sekitar 5000 per-orangnya. Murah banget kan? 

Rute menuju Candi Plaosan tergolong mudah. Dengan kendaraan pribadi, dari kecamatan Prambanan, kamu hanya perlu belok ke kiri di persimpangan yang mengarah ke Stasiun Prambanan menuju Manisrenggo, Klaten, lalu ikuti petunjuk jalan yang ada. 

Kamu juga bisa menggunakan bus TransJogja atau bus antarkota rute Solo-Jogja dan turun di terminal Prambanan, lalu melanjutkan perjalanan dengan ojek. Selain itu, jika kamu menggunakan KRL, kamu perlu turun di Stasiun Prambanan dan menggunakan ojek untuk sampai di Candi Plaosan. Tertarik? Yuk coba liburan di sini.