23030_50643.jpg
Olahraga · 3 menit baca

Cahaya Asia di Eropa

Asia, benua terbesar di dunia. Dengan predikat tersebut, tentunya banyak bakat terpendam di dunia sepakbola Asia, namun sering kali diremehkan di dunia sepakbola, terutama negara-negara Eropa. 

Fisik yang kecil dianggap tidak akan mampu bersaing dengan para pemain-pemain Eropa yang memiliki fisik kuat, tinggi, dan besar. Namun beberapa pemain Asia ini mampu membuktikan diri mereka di Eropa bahkan diakui di dunia. Berikut penulis memilih 5 pesepakbola Asia yang dianggap cukup sukses berkarier di Eropa.

1. Cha Bun Kum

Cha Bun Kum pertama kali berkarier di Eropa pada tahun 1978, memulai karier bersama SV Darmstandt. Kariernya mulai melejit saat membela FC Frankfurt pada tahun 1979-1983 dan mempersembahan gelar piala UEFA dan DFB Pokal pada musim 1979-1980. 

Pada tahun 1983-1989, ia melanjutkan karier bersama Bayern Leverkusen. Cha Boom (julukan yang ia dapat karena tendangannya yang keras) berhasil meraih gelar juara piala UEFA pada tahun 1987-1988. 

Jasa terbesar bagi negaranya Korea Selatan adalah saat ia berhasil memberikan medali emas pada gelaran Asian Games tahun 1978. Cha Boom berhasil mengharumkan nama negaranya di benua Eropa, menjadi pembuka jalan bagi pesepakbola Asia lainnya untuk berani berkarier di Eropa. Saat ini Cha Boom banyak membantu perkembangan sepakbola di Korea Selatan.

2. Hideotoshi Nakata

Pesepakbola asal Jepang yang berposisi sebagai gelandang tengah ini memulai kariernya di Eropa bersama klub Serie-A Perugia pada tahun 1998. Penampilan apiknya bersama Perugia membuat klub As Roma terpikat dan merekrutnya. 

Bersama As Roma, Nakata berhasil menyumbangkan gelar juara serie-A. Namun sayang kariernya bersama serigala Roma hanya bertahan 1 musim, pada akhirnya ia berkelana ke Parma, Fiorentina, Bologna dan akhirnya ia hijrah ke Liga Inggris dan bergabung bersama Bolton Wonderers. 

Prestasi terbaik Nakata bersama timnas Jepang adalah berhasil membawa Jepang masuk Piala Dunia 1998, membawa Jepang masuk final Piala Konfederasi. Untuk prestasi individu, Nakata pernah menyabet gelar pemain terbaik Asia pada tahun 1997 dan 1998. Sekarang Nakata lebih dikenal sebagai model di negaranya. 

3. Park Ji Sung

Park menjadi fenomena tersendiri dalam sepakbola Asia, terutama Korea Selatan. Berhasil membawa Korsel meraih juara ke-4 di Piala Dunia 2002, lalu direkrut PSV Eindhoven. 

Di PSV, Ji-Sung menjadi pemain andalan Guus Hiddink. Karena gaya permainannya yang terkenal pantang menyerah dengan stamina yang tinggi, ia berhasil dilirik oleh Sir Alex Ferguson untuk bergabung bersama Manchester United. Sempat diragukan karena hanya dianggap sebagai strategi marketing Manchester United di Asia, namun Ji-Sung berhasil membuktikan diri dengan kerja kerasnya. 

Pemain berjuluk Three Lung Park ini berhasil meraih 4 gelar premier league,1 gelar champions league, 1 Fifa club world cup. Pada masa akhir kariernya, ia bermain untuk Quens Park Rangers lalu pensiun di PSV. Sekarang Ji-Sung menjadi brand ambassador untuk Manchester United dan sedang mengambil lisensi kepelatihan di Swiss. Tentu dengan prestasinya ini Ji-Sung menjadi kebanggaan seluruh warga Korea Selatan.

4. Shinji Kagawa

Kagawa adalah pesepakbola asal Jepang yang berposisi sebagai attacking midfielder. Pertama kali berkarier di Eropa bersama Borussia Dortmund dan berhasil memberikan penampilan terbaiknya dan menjadi andalan Jurgen Kloop pada saat itu. 

Berhasil mempersembahkan gelar juara Bundesliga dan DFB Pokal, pada akhirnya ia dilirik Manchester United. Di Manchester United ia menjadi andalan Sir Alex dalam merengkuh gelar juara Liga Inggris 2012/2013. Penampilan terbaiknya adalah saat dirinya mencetak hattrick saat melawan Norwich City, menjadikan dirinya sebagai pemain Jepang Pertama yang mampu meraih gelar juara Liga Inggris. 

Namun kariwr Kagawa di United tidak berjalan mulus. Setelah pensiunnya Sir Alex, ia lebih banyak menjadi penghuni bangku cadangan. Pada akhirnya ia kembali lagi ke Borussia Dortmund. Saat ini Kagawa masih aktif bermain.

5. Son-Heung-Min

Son pertama kali berkarier di Eropa bersama Hamburg SV. Berposisi sebagai Winger, ia berhasil membuktikan diri dengan kecepatan dan determinasi yang dimilikinya. Son akhirnya direkrut oleh Bayer Leverkusen.

Son mungkin orang Asia, namun skill, kecepatan dan determinasi yang ia miliki seperti membuktikan bahwa pemain Asia juga bisa bersaing dengan orang-orang Eropa. Gaya bermain yang khas membuat Tottenham Hotspur merekrutnya pada tahun 2015. Sampai sekarang Son masih membela Tottenham.

Untuk raihan Individu (jumlah gol), Son sudah melebihi seniornya Park Ji Sung saat masih membela Manchester United. Yang terbaru, Son mampu mengantarkan negaranya meraih medali emas di Asian Games. Pertanyaannya, mampukah Son melewati pencapain Park Ji Sung soal jumlah gelar di level klub? Mari kita nantikan.

***

Itulah 5 pemain Asia yang menurut penulis mampu bersinar di Eropa, membuktikan bahwa orang Asia juga mampu untuk bersaing dan sukses di Eropa. Kerja keras dan ciri khas bermain yang berbeda menjadi senjata utama para pemain Asia mampu bersaing di Eropa. Semoga bisa menjadi panutan bagi para pemain Asia lainnya, terutama Indonesia! Dan tentunya semakin banyak pemain Asia yang mampu menembus sepakbola Eropa.