Anda mungkin bertanya-tanya, apa artinya burnout? Bagaimana Anda mendefinisikan burnout?

Burnout dikategorikan sebagai kelelahan fisik, mental, dan emosional. Kondisi burnout dapat menyebabkan terlepasnya beragam emosi negatif sehingga dapat merusak motivasi dan meningkatkan keputusasaan.

Bagi mereka yang mengalami kondisi burnout, setiap hari adalah hari yang buruk .

Burnout tidak hanya memengaruhi perawat, tetapi juga mengalir ke pasien yang mereka rawat. Studi menunjukkan hubungan yang erat antara burnout yang dialami perawat dengan peningkatan kemungkinan infeksi pada pasien.

Dan, rumah sakit dengan tenaga kerja yang memiliki tingkat burnout yang tinggi cenderung memiliki tingkat kepuasan pasien yang lebih rendah.

Burnout keperawatan bukan sesuatu yang hanya perlu dikhawatirkan oleh para tenaga profesional kesehatan, tetapi itu adalah kekhawatiran semua pihak karena dapat memengaruhi siapa pun penerima perawatan di rumah sakit.

Mengapa Perawat Mengalami Burnout?

Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap burnout. Sebagian besar kasus berkembang sebagai akibat dari kombinasi dari beberapa penyebab. Berikut adalah beberapa penyebab terbesar:

1. Jadwal Kerja Yang Panjang

Banyak perawat mengungkapkan jam kerja mereka yang panjang sebagai sumber utama kelelahan. Beberapa perawat bekerja dalam satu shift selama 12 jam.

Bekerja dengan jam kerja yang lebih lama dapat menyebabkan kelelahan yang lebih besar dan peningkatan kemungkinan kesalahan dalam pemberian asuhan keperawatan. Jam kerja yang panjang oleh banyak penelitian telah diakui sebagai faktor yang berkontribusi bagi kelelahan perawat di sepanjang karier mereka.

2. Fokus Pada Kepentingan Orang Lain

Perawat terkenal sebagai profesi yang tidak mementingkan diri sendiri—banyak perawat yang merasa menjadi perawat adalah panggilan untuk mengabdi bagi orang lain. Namun, perawat yang didorong oleh keinginan untuk merawat orang lain sebenarnya lebih rentan terhadap kondisi burnout.

Saat merawat pasien, membesarkan keluarga, dan bekerja dengan jam kerja yang panjang dan sibuk, perawat dapat mengabaikan kebutuhan mereka sendiri. Seiring waktu, hal ini dapat menjadi penyebab utama kelelahan.

3. Lingkungan Pekerjaan Dengan Tekanan Yang Tinggi

Perawat memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dalam satu shift, dan sekarang semakin meningkat selama 15 tahun terakhir karena kemajuan teknologi dan dokumentasi.

Beban kerja yang luas dan memiliki tekanan yang tinggi dapat menyebabkan perawat merasa kewalahan atau kehilangan kendali. Kurangnya tenaga kerja di lingkungan rumah sakit membuat hari-hari perawat menjadi lebih sibuk. Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan burnout.

4. Berjumpa Pasien dengan Penyakit Terminal dan Kematian

Sulit bagi siapapun untuk tidak memikirkan pekerjaan sehari-hari, tetapi itu menjadi lebih sulit jika Anda menjadi perawat.

Setiap hari terpapar dengan pasien yang sakit atau sekarat dapat menyebabkan bertambahnya beban emosional dan kesedihan dari waktu ke waktu dan itu dapat menyusup masuk ke dalam kehidupan pribadi.

Ketika selalu dekat dengan pasien, perawat mungkin menghadapi kehilangan yang konsisten dengan sedikit waktu untuk melakukan  proses dekompresi atau berduka. Emosi-emosi ini dapat melemahkan perawat dari waktu ke waktu dan menyebabkan kelelahan ketika tidak ditangani secara sehat.

Adakah Cara untuk Menghindari Burnout?

Burnout keperawatan dapat memengaruhi beberapa orang di dalam pekerjaan tetapi itu tidak harus menjadi takdir bagi semua orang. Sikap proaktif dapat membantu menangkal kelelahan emosional—baik di kantor maupun di rumah. 

Adapun strategi untuk mengatasi burnout adalah sebagai berikut

1. Tempatkan Diri Anda Terlebih Dahulu

Ini seperti bagaimana pramugari memerintahkan Anda untuk menempatkan masker oksigen di wajah Anda terlebih dahulu sebelum membantu orang lain.

Menurut Jeanne Dockins, ketika Anda berada dalam profesi yang memprioritaskan orang lain, mudah bagi Anda untuk melupakan diri sendiri. Tetapi memprioritaskan diri sendiri bisa menjadi cara yang bermanfaat untuk menangkal setiap masalah yang berujung pada burnout

“Sebagai perawat bedah selama lebih dari 30 tahun, saya belajar hal terpenting yang dapat dilakukan seorang perawat untuk menghindari kelelahan adalah belajar untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Jika Anda tidak mencintai diri sendiri, Anda menjadi budak super bagi pasien, pasangan, dan anak-anak Anda. Saat Anda mencintai diri sendiri terlebih dahulu, Anda bisa mengenali kapan sudah cukup dan menyesuaikan diri untuk menjalani hidup terbaik untuk Anda, orang yang Anda cintai dan pasien Anda”

 Praktekkan apa yang Anda inginkan dengan melakukan sesuatu untuk diri sendiri, tidak peduli seberapa kecil. Prioritaskan kesehatan mental Anda dan jadwalkan waktu untuk bersantai. Selain itu, jangan lupa memastikan Anda cukup tidur.

2. Kelola Stres dan Emosi

Jangan abaikan perasaan stres atau kesedihan yang tumbuh. Mengatasi hal ini dapat membantu mencegah kejenuhan. Temukan pendengar yang baik untuk curhat atau lakukan curhat setelah hari yang berat.

Atau, setelah kondisi yang sangat melelahkan di rumah sakit, bagikan itu kepada seseorang di sana, sehingga Anda dapat meninggalkan beban emosional Anda di tempat kerja alih-alih membawanya pulang.

Teknik manajemen stres, seperti bermeditasi, olahraga, dan membuat jurnal harian bisa sangat membantu untuk mengurangi tekanan.

3. Ketahui Setiap Tanda dan Mintalah Bantuan Jika Membutuhkan

Waspadai setiap tanda-tanda burnout—kelelahan, keterasingan, dan keterputusan—segeralah mencari bantuan lebih cepat dan jangan menunda.

“Ketahui tanda-tandanya, bicarakan dan minta bantuan untuk berbagi beban. Tidak ada rasa malu untuk membicarakannya — koneksi dan dukungan adalah kuncinya.” saran pakar pengakuan Sarah McVanel

4. Menjaga Gairah

Burnout dapat terjadi kapan saja—saat Anda menjadi siswa atau bekerja naik pangkat sebagai Ners yang bekerja. Gunakan langkah-langkah pencegahan dan strategi untuk menjaga gairah saat bekerja dan menjaga kesejahteraan saat memulai karir .

Jangan biarkan bayang-bayang kelelahan keperawatan mencegah Anda memulai karier perawatan yang menjanjikan.

Jika Anda sadar akan kehabisan tenaga dan cara melawannya, kemungkinan besar Anda bisa mengelolanya dengan efektif.

 Jika Anda berpikir memiliki potensi masalah, pelajari lebih lanjut tentang berbagai hal yang dapat menghindarkan Anda dari kondisi burnout.