Saya kesal. Saya merasa sangat kesal dengan adanya kejadian bunuh diri yang dilakukan secara langsung di sebuah media sosial. Bukan hanya karena tindakan bunuh diri tersebut dapat dihentikan, tetapi saya jauh lebih kesal dengan respon masyarakat setelah kejadian tersebut telah terjadi.

Seseorang tidak serta merta melakukan bunuh diri tanpa adanya pertimbangan terlebih dahulu. Mereka biasanya memiliki gangguan mental tertentu, seperti depresi yang berkelanjutan. Stres seperti ditinggalkan pasangan sesungguhnya suatu hal yang berat dan dapat membuat depresi berakhir pada bunuh diri. Saya memahami bahwa gangguan mental memang sesuatu yang tidak banyak orang awam ketahui, tetapi itu bukan lah alasan untuk mengolok maupun bercanda tentang orang dengan gangguan mental. 

Olok-olokan seperti "pecundang" seringkali disematkan pada orang-orang yang melakukan bunuh diri atau pun upaya bunuh diri. Kurangnya ibadah dan keberanian dalam menghadapi hidup pun dianggap sebagai penyebab utama mereka melakukan bunuh diri. Namun, bagi orang-orang yang mengalami depresi, komentar ini sama sekali tidak membantu mereka lepas dari jeratan gangguan yang mereka alami. 

Seringkali mereka sudah berusaha se-maksimal mungkin, mulai dari pergi ke psikolog, psikiater, kyai, dukun, atau melakukan apa pun yang dianggap mampu menolong mereka, tetapi mereka tetap tidak merasa lebih baik. Kemudian dengan gampangnya orang-orang mengungkapkan komentar kasar, tanpa berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam benak orang dengan gangguan mental tersebut.

Sebagai seseorang yang mempelajari tentang gangguan mental, saya merasa sangat sedih melihat kondisi saat ini. Begitu banyak dari teman-teman saya yang pernah mempertimbangkan secara serius rencana bunuh diri atau bahkan melakukan usaha bunuh diri itu sendiri, tetapi mereka terlihat berprestasi dan seakan baik-baik saja. Namun, mereka semua setuju bahwa mereka membutuhkan dukungan. 

Mereka setuju bahwa mereka merasa tertekan dengan komentar-komentar tidak empatik yang disampaikan masyarakat. Banyak dari mereka ragu untuk mencari pertolongan baik psikologis maupun medis hanya karena dianggap "berlebihan" dan "kurang ibadah". Bahkan beberapa diantara mereka semakin yakin untuk melakukan bunuh diri karena menganggap tidak ada satu pun yang peduli dengan hidup mereka.

Siapa pun Anda, dimana pun Anda, jika Anda merasa tidak ada lagi alasan untuk hidup dan yakin bahwa bunuh diri adalah jawabannya, saya mohon untuk menghubungi tenaga profesional terlebih dahulu. Percaya lah bahwa masih ada orang yang memahami permasalahan yang Anda hadapi. Bersama mereka Anda dapat menyelesaikan masalah ter-berat yang Anda hadapi karena hidup Anda sangat lah berharga.

Jika Anda adalah orang-orang yang tidak memiliki gangguan mental, Anda sangat bisa membantu orang-orang dengan gangguan mental. Mereka terkadang hanya membutuhkan Anda untuk berada di sisi mereka dan mendengarkan mereka apa adanya. Tidak perlu memberikan saran seperti perbanyak ibadah atau pun menganggap yang mereka alami sebagai ujian dari Tuhan. Gangguan mental sama nyatanya dengan gangguan fisik dan yang mereka perlukan adalah bantuan, bukannya label yang membuat mereka merasa gagal sebagai manusia.

Jika memang kemanusiaan dan cinta sesama manusia masih ada, maka ini adalah saat yang tepat untuk menunjukannya. Se-kecil apa pun kepedulian yang Anda tunjukkan dapat menyelamatkan nyawa orang di sekitar Anda. Save yourself.